January 6th, 2009
Intermezzo sedikit.
Seorang kawan menitipkan lowongan untuk staf redaksi media sepakbola. Syaratnya mudah.
Pertama, dia harus maniak sepakbola. Nggak penting apakah dia gemar main atau hanya senang nonton. Pokoknya punya passion terhadap sepakbola.
Kedua, dia bisa berbahasa Indonesia dan Inggris sama fasihnya. Penguasaan bahasa Indonesia yang fasih sekarang ini sudah jadi barang langka.
Ketiga, mampu bekerja dalam tekanan hebat dan tenggat waktu yang sangat ketat.
Keempat, dia bisa kerja tim dan individu sama baiknya. Dia bersedia kerja shift pagi dan malam. Dia juga rela untuk kerja di hari libur nasional, kecuali hari raya agama masing-masing.
Pendidikan? Penting, tapi bukan penentu. Jika anda hanya lulusan SMA atau drop out kuliah tahun pertama, tapi menguasai bahasa Indonesia dan Inggris yang sangat fasih, serta merasa punya kemampuan, kenapa tidak?
Umur? Pokoknya nggak lebih tua dari 27 tahun. Lebih muda dan masih single jelas akan lebih disukai.
Jika ada yang merasa memenuhi syarat itu, silahkan kirim resume dan CV serta keterangan gaji yang diinginkan.
Kirim ke email saya: hedinov@gmail.com. Beri subject: Staf Redaksi. Mohon untuk tidak menyertakan attachment ijazah, surat pengalaman kerja atau berkas lain. Hanya resume dan CV.
Email yang masuk akan segera saya forward ke kawan tadi. Terima kasih.
Posted in Offside, blog | No Comments »
January 3rd, 2009

Saya sedih melihat jadwal di gambar atas. Tak ada Indonesia. Entah kemana para pemain yunior Indonesia.
Salah satu hambatan timnas kita karena jarang tanding dengan lawan yang berkualitas. Di saat ada turnamen dengan peserta bagus, timnas malah absen. Padahal turnamen itu bagus untuk masa depan timnas. Intinya, banyak kegunaan.
Bisa jadi, Indonesia absen karena tak diundang. Apakah artinya timnas kita telah terisolir? Mudah-mudahan tidak. Jika benar, malang benar nasib sepakbola Indonesia.
Tags: absen, payah, Qatar, Timnas Indonesia, Youth Tournament, Yunior
Posted in Sepakbola Indonesia | 12 Comments »
December 31st, 2008
Sulit membayangkan jika harus menutup tahun dengan berbagai kemalangan. Entah karena sengaja atau tidak. Entah karena keteledoran atau bukan. Entah karena memang sudah jalannya begitu atau enggak.
Kapten Liverpool, Steven Gerrard, mungkin sedang stres. Gara-gara ikut tawuran di bar, dia bakal kepikiran soal pengadilan di awal 2009.
Ricardo Fuller mungkin juga tengah merenung. Orang Jamaika itu pasti menyesal telah menampar kaptennya sendiri, Andy Griffin, di klub Stoke City.
David Pratt juga tak pernah menyangka bakal menciptakan rekor baru kartu merah tercepat. Dia pasti lebih suka menutup tahun 2008 dengan prestasi positif.
Jelas bukan hadiah Natal dan Tahun Baru yang bagus untuk mereka bertiga. Mungkin jutaan orang di dunia mengalami hal serupa.
Semoga anda tidak. Andai anda sempat beroleh kemalangan dalam hidup di tahun 2008, anggaplah itu hanya rona kehidupan. Bukankah selalu ada keseimbangan selama kita masih bernafas.
Kini, berharaplah tahun 2009 akan lebih banyak kesenangan menyertai hidup anda. Saya hanya ingin melihat Indonesia menjadi lebih baik. Saya cuma mau menyaksikan sepakbola Indonesia menjadi lebih beradab. Yang jelas, kita harus lebih banyak bersyukur.
Selamat Tahun Baru 2009.
Tags: 2008, 2009, Bersyukur, Steven Gerrard, Tahun Baru
Posted in Liga Inggris, blog | 21 Comments »
December 28th, 2008
Salah satu kelemahan kompetisi bola di Indonesia adalah soal jadwal. Nggak pernah disiplin. Selalu saja berubah. Jadwal main bisa maju, bisa juga mundur. Dan pemberitahuan bi(a)sanya mendadak.
Bagi pers lebih runyam dan sering mubazir. Capek-capek bikin preview untuk pertandingan hari ini, tiba-tiba laga diundur. Read the rest of this entry »
Tags: Jadwal, Kompetisi, Konyol, Liga Indonesia, Tak Kompeten
Posted in Sepakbola Indonesia | 21 Comments »
December 24th, 2008

Gelandang Mario Martinez cuma dibayar 200 ribu euro per tahun oleh klub Numancia. Jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan bayaran Raul Gonzales, David Villa atau Iker Casillas — para bintang timnas Spanyol.
Tapi Martinez pasti senang ketika namanya muncul sebagai pemenang undian lotere senilai 150 ribu euro. Andai dia tak memperoleh THR, uang itu menjadi sangat istimewa.
“I never play the lottery except the Christmas one because it’s especially exciting.” - Reuters
Martinez menganggapnya sebagai berkat. Satu hal yang diinginkan seluruh umat Kristiani di dunia menjelang Natal. Berkat dalam ragam bentuk. Uang, kesehatan, waktu, helaan nafas dan sebagainya. Bisa beribadah dalam keterbatasan di bawah jembatan layang pun adalah berkat.
Semoga berkat juga menghampiri dunia dan segala isinya. Selamat Hari Natal.
Tags: Berkat Tuhan, Liga Spanyol, Merry Christmas, Numancia
Posted in blog | 16 Comments »