RSS You are home.

Futsal ala Bayern Muenchen dan micro tactics

Dengan skuat lebih gemerlap, Bayern Muenchen hanya mampu bermain 1-1 dengan tuan rumah Manchester United dalam leg pertama 8 besar Liga Champions 2 April lalu. Soal strategi sudah jelas. Bayern terbuka, United tidak aktif (baca: bukan pasif). (Buat saya) bukan hal yang perlu dibahas.

Saya justru tertarik pada cairnya rotasi posisi pemain “FC Hollywood” sepanjang laga di Old Trafford itu. Sekilas mirip canggihnya rotasi gerakan skuat Barcelona. Seharusnya tidak mengherankan. Karena Pep Guardiola yang kini duduk di kursi der trainer Bayern, dulu menduduki kursi pelatih Barca. Persoalannya, Pep melakukan transformasi di Bayern relatif cepat — terlepas skill skuatnya mumpuni. (more…)

Ϡ

”Tidak Indonesia” dan jurang pemisah di Indonesia U19*

Tur Nusantara Indonesia U19 sepanjang Februari ini memberi kesempatan pada khalayak tentang perkembangan tim asuhan Indra Syafri. Yang utama adalah perkembangan standar dan filosofi permainan. Apakah ada penurunan atau peningkatan sejak prestasi September dan Oktober 2013Pekan pertama di Jogjakarta sudah selesai. PSS Sleman, Persiba Bantul, dan Tim Pra PON DIY dilumat. Secara permainan tak banyak berubah. Bahkan cetak biru ideologi sepak bola coach Indra makin jelas.

Satu hal yang meningkat adalah kemampuan para pemain membangun zona setiap bola bergerak. Sekilas, lebih baik dari tahun lalu. Ketika melawan PSS (3/2) dan Persiba (5/2), rotasi posisi pemain berjalan nyaris sempurna. Akibatnya, setiap pemain memegang bola selalu ditemani kawan. Bukan ditinggal kawan. (more…)

Ϡ

Menulislah seakan (semua) pembaca belum tahu*

Sebelum 2009, penulis daring sepakbola – baik blog atau esai di media – di Indonesia masih sedikit. Jumlahnya mungkin tidak sampai 10 jari. Berkat era jejaring sosial, kini jumlahnya semakin banyak. Tak hanya soal jumlah, tapi genre tulisannya pun semakin beragam. Mulai dari sejarah sepakbola hingga analisa taktik yang njelimet. Namun di tengah kabar gembira itu, ada beberapa hal yang rasanya masih agak mengganjal.

Penulis sepakbola daring saat ini punya kemampuan berpendapat dan analisis yang komprehensif. Mengagumkan. Tapi hal itu tak dibarengi cara bertutur yang baik. Tidak disertai cara menulis yang sesuai kaidah. Ini bukan soal salah atau benar. Tak ada hukum itu dalam dunia menulis, kecuali Anda bekerja di sebuah media atau sedang menulis skripsi. Tapi tulisan yang baik akan membuat pembaca relatif nyaman.

Sejatinya, tulisan dibuat untuk segala kalangan pembaca. Dalam tulisan sepakbola, Anda harus menganggap semua pembaca belum tahu. Bila ada pembaca yang justru sudah tahu, itu perkara lain lagi. Itu sebabnya atribusi menjadi penting.

Coba simak pembuka dua tulisan yang belum lama saya temukan. Kira-kira begini pembukanya:

“Ronaldo akhirnya berhasil menyisihkan pesaing beratnya Messi, untuk meraih Ballon d’Or 2013.”

“Seedorf kembali ke klub lamanya, AC Milan. Dia menggantikan Allegri yang sudah dipecat.”

Dua contoh kalimat pembuka di atas itu bagus dan benar secara fakta. Tapi menjadi aneh bila pembacanya tak tahu nama-nama yang disebutkan di sana. Anda mungkin saja akan menjelaskan siapa Ronaldo dan siapa Messi di kalimat berikutnya. Tapi untuk pembaca yang belum tahu, ini akan menganggu di awal. Atribusi singkat harus disertakan sejak penyebutan pertama.  (more…)

Ϡ

3 template Chelsea membungkam Man City

Saat pelatih Jose Mourinho menangani Inter Milan pada kurun 2008-2010, ia sempat bertemu Barcelona empat kali dalam semusim di Liga Champions 2009/10. Hasilnya; Inter dua kali kalah, sekali imbang, dan sekali menang dari sang juara bertahan. Tapi pada akhirnya, La Beneamatta justru menjuarai kompetisi antar klub paling elite di Eropa tersebut di akhir musim.

Dari empat pertemuan itu, yang jadi perbincangan di kalangan pundit dan jurnalis kala itu adalah pertemuan keduanya dalam semifinal leg 1 di Giuseppe Meazza, Milan, 20 April 2010. Inter menang 3-1. Tentu saja ini hasil mengejutkan karena dalam dua pertemuan di babak grup, Barca yang masih dilatih Pep Guardiola meraih imbang 0-0 dan menang 2-0.

Seperti biasa, pundit dan jurnalis lebih menilik apa rahasia Mourinho — ketimbang berbalik tanya apa yang salah dengan Barca. Salah satu rahasia terungkap dari mulut Mourinho langsung. Orang Portugal nan kontroversial ini bilang dia memilih strategi semi-defensif. Maksudnya, timnya tidak total bertahan seperti halnya Yunani di Euro 2004. Tapi para pemain diminta tidak terlalu aktif mengejar dan merebut bola.

“Sebab, bila Anda melakukan itu maka Anda akan mudah kehilangan posisi. Ketika itu terjadi maka lawan akan memanfaatkannya dan kami menghadapi Barcelona yang ahli melakukan itu,” kata Mourinho ketika itu.  (more…)

Ϡ