&mdash May 16th, 2012 {0}
Ketika raja minyak Roman Abramovich menggelontorkan dana lebih dari 100 juta euro dalam waktu singkat untuk mendatangkan pemain level atas ke Chelsea, seketika orang punya pandangan baru terhadap (kompetisi) sepakbola profesional.
Membeli gelar, uang tak bisa membeli gelar dan sebagainya. Muncul pula premis yang sebenarnya tak berdasar. “Pantes aja dia juara, belanjanya gede-gedean sih.” “Udah keluarin duit banyak ga juara juga. Payah! Gelar ga bisa dibeli, bos.”
Kini, perdebatan yang sama muncul kembali. Manchester City yang baru saja menjuarai Liga Primer Inggris dituding melakukannya dengan kekuatan uang. Padahal, menjadi juara bukan hanya tentang uang. (more…)
&mdash March 1st, 2012 {2}
Akhirnya tim nasional Indonesia menuai kekalahan terbesar dalam sejarahnya. Bahrain menghajar 10 gol tanpa mampu dibalas satu pun oleh pasukan Aji Santoso di kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia kemarin (29/2).
Tidak perlu malu dengan hasil itu. Pun tidak perlu disesali. Apalagi sampai menjadikan wasit Andre El Hadad sebagai kambing hitam, terlepas pengadil dari Lebanon itu memang punya rekam jejak yang sangat buruk. Kita harus bisa menerima kekalahan dengan hati lapang.
Indonesia tampil dengan sederet pemain minim jam terbang internasional. Tetapi jam terbang para pemain senior sekelas Bambang Pamungkas atau Firman Utina pun tidak terlalu berbeda secara signifikan dengan para yuniornya. (more…)
&mdash February 1st, 2012 {6}
Kelihatan sekali MLS dipersiapkan/dilakukan dengan matang dan penuh perhitungan. Parameternya adalah sebelum mengikuti kompetisi (calon pemilik klub) dan saat sudah berada di dalam kompetisi (pembatasan gaji pemain/salary cap dan sistem draft untuk pemain rookie).
Seolah-olah yang dibuat oleh MLS adalah memperbaiki sistem terbuka (mekanisme pasar) ala Eropa. Walaupun UEFA saat ini punya Financial Fair Play, tetapi MLS sudah sejak awal melakukannya. MLS meminimalisir kekacauan yang mungkin timbul. (more…)
&mdash January 31st, 2012 {0}
Dalam sport, Amerika Serikat (AS) adalah anomali. Ada kesan pula agak arogan. Mereka senang membuat segalanya berbeda dari tempat lain. Rugby dimodifikasi jadi American Football, softball diubah jadi baseball, dan sebagainya. Pokoknya harus beda.
Begitu juga di sepakbolanya.
Untuk mengikuti Major League Soccer (MLS) — kompetisi profesional di AS, Anda sebagai (calon) pemilik klub harus mengantongi franchise. (more…)