RSS You are home.

Lagu Lama: Krisis Keuangan

Koran Tempo edisi Rabu (18/1/2012) menurunkan berita Persiba Balikpapan yang terancam tidak mampu menyelesaikan kompetisi. Penyebabnya, ketersediaan dana yang cekak. Untuk kompetisi musim ini, mereka mengaku cuma punya Rp 11M. Padahal yang dibutuhkan Rp 17M.

Dana untuk kompetisi menjadi kurang karena sumber dana satu-satunya, APBD, sudah dilarang dipakai mulai 2012 ini. Tapi ini memang cerita lama nan kusut dan tidak berkesudahan. Manajemen klub di Indonesia (jika memang sebagian besar bisa disebut klub) rasanya sungguh absurd. Tanpa sumber dana kuat yang jelas dan mungkin pula tanpa perhitungan matang, klub justru jor-joran beli pemain. Termasuk legiun asing. Misalnya, skuad Persiba. Ada 5 pemain asing di sana. Sudah barang tentu, bayarannya pun agak lebih mahal dari pemain lokal. Belum lagi fasilitas seperti mobil, rumah atau uang tiket pulang ke negara asal si pemain. Ironisnya, hanya 3 dari 5 pemain itu yang punya kualitas bagus; kapten Aldo Baretto, gelandang Shohei Matsunaga dan palang pintu Tomislav Labudovic. Sisanya, Kenji Adachihara dan Richard Caceres, cuma punya mutu rata-rata air. Mungkin Ahmad Sembiring masih lebih bagus dari keduanya. Persiba tidak sendirian. Banyak tim lain di Indonesia yang menerapkan kebijakan serupa. Yang penting asing, entah kualitasnya bagus atau tidak. Entah apa tujuannya. Sudah pasti, ini besar pasak dari pada tiang. Membebani keuangan klub hanya untuk posisi pemain yang sebenarnya masih bisa ditutup oleh pemain lokal dengan mutu tehnik setara atau justru lebih baik. Lalu, apa contigency plan dari Persiba untuk mengatasi ancaman kelangkaan dana? Sayangnya, tak ada. Sekum Persiba, Irfan Taufik, hanya berharap ada perusahaan besar atau dermawan yang sudi membantu Persiba. Nah, salah kaprah masih abadi. Dermawan? Membantu? Agak sulit mendapatkan pihak swasta yang mau melakukannya untuk klub yang katanya berlabel profesional. Andai ada, tentu saja, berlandaskan kesepakatan bawah tangan yang menguntungkan dan memuaskan kedua pihak. Pendekatan yang dipilih selalu dermawan atau bantuan dari pengusaha. Bukan dari sisi sponsorship yang mengikat kewajiban dan hak. Anda dapat apa dan saya dapat apa dalam sebuah MoU. Tapi, sekali lagi, ini memang klasik di Indonesia. Pengurus yang tidak kompeten dan tak punya kapabilitas adalah biasa. Belum lagi manual liga untuk urusan sponsorship yang konon membatasi ruang gerak klub sehingga kesulitan untuk mengoptimalkan spot-spot miliknya demi uang kas. Jika sudah demikian, akhirnya bisa ditebak. Tanpa solusi matang dan kesiapan mental hanya akan menimbulkan masalah bak efek bola salju. Semoga ini tidak terjadi. Tetapi terkait kapabilitas dan kompetensi, menjadi wajar bila pengurus selevel sekretaris umum pun hanya bisa berujar: "Banyak-banyak saja berdoa bagi seluruh masyarakat dan pengurus Persiba ini." Sungguh sebuah ungkapan absurd yang amat jarang ditemui dalam sepakbola (yang katanya) profesional.
Ϡ

Inter Milan: Menang Tanpa Playmaker

Tanpa Wesley Sneijder di posisi playmaker dan Diego Forlan di barisan penyerang starter, Inter Milan masih mampu mengatasi rival sekota, AC Milan, dengan skor 1-0.

La Beneamata melakukannya dengan skema defensif nan ortodoks, 4-4-2. Dari 11 starters yang diturunkan Claudio Ranieri hari Minggu lalu (15/1), hanya ada tiga pemain bernaluri menyerang. Mereka adalah Giampaolo Pazzini, Diego Milito dan Ricardo Alvarez. Sisanya, lebih ahli dalam menahan serangan lawan.  Sejatinya, Inter memang bukan tim dengan kredibilitas serangan yang dapat membuat pertahanan dan suporter lawan frustrasi. Inter bahkan pelopor permainan grendel Italia nan tersohor, Catenaccio, kala dibesut Helenio Herrera pada era 60-an. Di jaman Jose Mourinho (2008-2010) yang melahirkan 2 gelar Lo Scudetto, 1 Coppa Italia, 1 Super Italia dan 1 trofi Liga Champions, Inter tak pernah bermain aktif. Memang bukan defensif, namun memutuskan tidak bernafsu merebut bola dari lawan. Kembali ke 4-4-2 ala Ranieri. Skema dan starter yang sama menghasilkan lima gol tanpa balas ke gawang Parma di minggu sebelumnya. Hari Minggu, sempat ada kekhawatiran apakah Julio Cesar akan tampil prima. Nyatanya, kiper Brasil itu bermain seperti biasanya meski harus menerima suntikan pembunuh nyeri di punggungnya hanya dua jam sebelum bertanding. Dengan 4-4-2 flat dan tanpa playmaker, tentu saja Ranieri mengandalkan serangan lewat sayap. Alvarez siap sedia di kiri. Maicon atau Javier Zanetti senantiasa bergerak turun naik di kanan. Rasanya menjadi kebetulan, apakah keputusan The Thinker Man itu sengaja atau tidak, karena skema 4-3-1-2 ala Max Allegri di Milan sudah lama dinilai lemah dalam mengantisipasi serangan sayap. Awal serangan yang dibangun Inter ketika berhasil menguasai bola adalah dengan melalui Esteban Cambiasso. Pemain Argentina ini seakan menjadi pivot player. Bila mau dipaksakan, bisa juga disebut deep playmaker meski secara khusus tugasnya adalah menghancurkan serangan Milan di kesempatan pertama. Dia yang akan mengalirkan bola ke arah sayap atau bila harus mengulur tempo serangan maka akan bermain box to box dengan Pazzini. Milito akan menunggu di depan. Peran pivot yang dijalankan Cambiasso ini seperti mengulangi peran Sneijder, yang di partai ini baru main di pertengahan babak kedua, kala Inter mengalahkan Barcelona di final Liga Champions pada musim 2009-10. Gol tunggal kemenangan yang dicetak Milito seakan menjawab strategi Ranieri. Pemain Argentina ini memaksimalkan umpan silang Zanetti. Terus terang, gol memang tak lepas dari kesalahan Ignazio Abate yang luput mengantisipasi umpan Alvarez tersebut. Tapi yang namanya gol pasti berangkat dari kesalahan lawan, bukan? :D Secara keseluruhan, Derby della Madonnina lalu relatif seru. Kita bisa menyaksikan perbedaan yang nyata. Milan mendominasi permainan namun tak kunjung mendapat gol, sedangkan Inter bermain lebih efektif dengan menciptakan peluang lebih banyak. Dari laga ini, kita bisa melihat bagaimana sebuah tim yang fokus bertahan mampu mencuri gol kemenangan. Mungkin tidak mirip dengan formula Catenaccio. Justru lebih mirip seperti saat Chelsea ditangani Mourinho atau ketika Otto Rehaggel membawa Yunani jadi kampiun Euro 2004. Bermain dengan menanti momen yang tepat untuk memukul K.O lawan.
Ϡ

Ambien For Sale

Dalam kesempatan Boxing Day Ambien For Sale, Liga Inggris, dua tim besar bermain secara beruntun. Buy no prescription Ambien online, Kebetulan hasilnya berbeda.

Pertandingan pertama adalah ketika Chelsea ditahan 1-1 oleh sesama tim London barat, Ambien trusted pharmacy reviews, Ambien results, Fulham. Yang kedua adalah pesta lima gol berbalas nihil yang dilakukan Manchester United (MU) kepada Wigan Athletic, online buying Ambien hcl. Ambien dose,  

Kesimpulan dari hasil dua pertandingan tersebut adalah perbedaan proses closing down serangan di area 16 meter pertahanan lawan. Dan ini bukan soal Chelsea jelek atau MU bagus, Ambien For Sale. Atau apapun, is Ambien addictive. Ambien without a prescription, Ini situasional. Belum tentu pada pertandingan berikut akan demikian, about Ambien. Ambien from canada,


Tentu saja, semua tidak bisa digeneralisir, cheap Ambien no rx. Ambien For Sale, Terciptanya gol dipengaruhi oleh banyak faktor. Ambien pictures, Bisa jadi kiper lawan yang kurang sigap, kebugaran fisik, Ambien long term, Ambien over the counter, sistem permainan dan lain-lain. Kesempatan ditentukan oleh banyak hal; internal dan eksternal, order Ambien online overnight delivery no prescription. Japan, craiglist, ebay, overseas, paypal, Secara umum, Chelsea dan MU memiliki bangunan serangan yang hampir sama, Ambien for sale. Ambien canada, mexico, india, Padahal skema formasi mereka berbeda. Chelsea memakai pola 4-3-3 dan MU menggunakan 4-4-2 dengan kembangan 4-4-1-1 atau bahkan 4-3-2-1.  Keduanya gandrung memulai dari sayap, Ambien For Sale. Namun berbeda di proses akhir, fast shipping Ambien. Ambien no prescription, Chelsea lebih sering melepas umpan silang, MU lebih suka menusuk secara diagonal dari sayap, cheap Ambien. Buy cheap Ambien no rx,


Lebih jauh lagi, Chelsea dengan sistem serangan (yang terkesan) individual dan MU menggunakan sistem zonal yang bergerak seirama, Ambien blogs. Ambien alternatives, Chelsea, sejak jaman Carlo Ancelotti, get Ambien, Ambien mg, gemar memainkan ball possesion. Ambien For Sale, Mengalirkan bola dari kiri, ke tengah, ke kanan atau vertikal-diagonal secara berkala. Andre Villas Boas meneruskannya dengan sedikit perubahan di lini depan terkait skema 3 barisan depan, buy Ambien online cod. Order Ambien no prescription, Permainan Chelsea itu seakan mengurung lawan di daerahnya sendiri. Padahal lawan sejatinya sedang menumpuk 8 pemain di daerah pertahanan yang bisa membuat Chelsea frustrasi untuk menembus dari tengah, Ambien pharmacy. Ambien forum,


Alhasil, Chelsea bermain dengan skema 4-3-3 tetapi menggunakan closing down serangannya dengan umpan silang atau bola direct, buy Ambien without a prescription. Bagi Fulham, ini lebih mudah karena tinggal menerapkan zonal marking di pertahanan, Ambien For Sale. Online buy Ambien without a prescription, Sulit bagi para pemain Chelsea untuk melakukan penetrasi dengan bola guna mendekati gawang David Stockdale yang malam itu tampil bagus. Secara tidak langsung, after Ambien, Ambien street price, Chelsea didikte agar lebih sering mengangkat bola.

Satu lagi yang menjadi handycap Chelsea dalam menyelesaikan serangannya adalah jarak antar para pemainnya yang terlampau jauh, Ambien used for. Ambien maximum dosage, Seakan ada missing link. Ambien For Sale, Setiap tahap akhir serangan juga jarang memiliki bangunan yang konsisten.


Berbeda dengan yang tahap akhir serangan yang dilakukan MU. Atau bahkan dengan Arsenal yang ditahan 1-1 oleh 10 pemain Wolverhampton. Terlepas dari pertahanan Wigan yang menerapkan pola man to man marking, para pemain MU selalu berada dalam jarak yang terjaga. Situasi ini memungkinkan mereka untuk mengalirkan bola dengan relatif lancar.

Saat menyerang Wigan, peran Park-ji Sung cukup signifikan, Ambien For Sale. Dia aktif bergerak ketika kawannya menguasai bola. Pemain asal Korea Selatan ini dengan jeli mengisi tempat kosong yang ditinggalkan Javier Hernandez atau Dimitar Berbatov. Ada kesan para pemain MU melakukan rotasi posisi secara berkala. Gol pertama MU melalui Ji-Sung adalah berkat kejelian dia mengisi sebuah titik kosong di depan gawang sehingga bola silang rendah Nani bisa diselesaikannya.

Ambien For Sale, Tindakan Ji-Sung ini tidak dilakukan oleh Frank Lampard atau Juan Mata. Komentator ESPN, Steve McMahon, -- eks bek tengah Liverpool dan Everton -- mengatakan para pemain Chelsea terpaku menunggu bola atau pasif mencari ruang. "Hal terpenting saat menyerang adalah ketika anda bergerak tanpa bola," kata McMahon. Di musim lalu, Florent Malouda melakukannya. Dia selalu aktif bergerak. Padahal dia berposisi main sebagai winger.


Proses gol kedua dan ketiga oleh Berbatov sangat jelas menggambarkan bangunan serangan MU, Ambien For Sale. 5 pemain berada dalam satu garis yang relatif sejajar. Nani, Hernandez atau Ryan Giggs sering berjaga di sisi jauh. Posisi mereka kerap kali menguntungkan ketika ada bola rebound dari kiper lawan.


Saat mengalahkan Fulham dengan skor 5-0 pula pada pertandingan sebelumnya, bangunan serangan MU mirip dengan saat melawan Wigan. Sistem serangan yang dibangun Sir Alex Ferguson bisa jadi sudah dipahami para pemainnya. Alhasil, serangan mereka menjadi lebih cair dibanding Chelsea.

Setidaknya, dalam satu pertandingan di Boxing Day kemarin lusa.

Similar posts: Lormetazepam For Sale. Halazepam For Sale. Buy Strattera Without Prescription. Buy Ambien Without Prescription. Nitrazepam For Sale. Low dose Klonopin. Buy Serax without prescription. Serax no prescription. Buy Vardenafil without prescription. Fluconazole blogs.
Trackbacks from: Ambien For Sale. Ambien For Sale. Ambien For Sale. Ambien For Sale. Ambien For Sale. Ambien dose. Doses Ambien work. Generic Ambien. Ambien photos. Ambien gel, ointment, cream, pill, spray, continuous-release, extended-release.

Ϡ

Buy Xanax Without Prescription

Buy Xanax Without Prescription, Peraturan FIFA mengatakan tim nasional sebuah negara tidak boleh menjalankan pertandingan dengan klub asing, sekalipun dalam laga tak resmi. Tetapi larangan berlaku hanya untuk nama, Xanax no rx. Online Xanax without a prescription, Bukan anggota skuadnya.

Misalnya, buy Xanax no prescription, Xanax schedule, Indonesia. Boleh saja semua anggota skuad adalah pemain nasional, my Xanax experience. Tetapi nama yang digunakan tim tersebut adalah Indonesia Selection, Indonesia XI, Indonesian All Stars atau apapun selain Timnas, Buy Xanax Without Prescription. Is Xanax safe, Bulan lalu, Indonesia Selection -- yang berisi para pemain timnas dari level yunior dan senior -- tampil melawan Los Angeles Galaxy, buy cheap Xanax. Xanax dosage, 9 Januari 2012 nanti, mereka akan menghadapi PSV Eindhoven -- klub elite dari Belanda. 

Konon, cheap Xanax, Get Xanax, setelah PSV masih ada sejumlah tim asing yang antri untuk melakukan tur ke Indonesia. Apapun, Xanax for sale, Herbal Xanax, ini ada bagusnya untuk sepakbola tanah air. Apalagi, Xanax long term, No prescription Xanax online, kebanyakan dari kita sedang sibuk nonton serial sinetron rebutan permen ala PSSI yang episodenya tak berbatas itu.

Bertanding friendly Buy Xanax Without Prescription, dengan tim asing sungguh merupakan oase bagi pemain Indonesia yang jarang melawan tim-tim internasional. Bagus untuk menambah jam terbang pemain, Xanax australia, uk, us, usa. Xanax images, Memperkaya wahana tentang organisasi permainan. Meskipun laga itu hanya berlabel tidak resmi atau friendly, where to buy Xanax. Xanax results, Namun sayang, kesempatan itu dianggap sepele, Xanax no prescription. Untuk melawan PSV, Indonesia Selection akan diperkuat Andy Cole dan Safee Sali, Buy Xanax Without Prescription. Online buy Xanax without a prescription, Yang pertama adalah pemain kadaluwarsa. Masa edarnya sudah pudar, Xanax photos. Order Xanax online c.o.d, Yang kedua adalah pemain Malaysia. Masih ada kemungkinan gagal sih karena belum confirmed, Xanax price, coupon. Buy Xanax Without Prescription, Jadi, apanya yang Indonesia. Xanax dose, Bukan, ini bukan soal sauvinisme, Xanax treatment. Order Xanax online overnight delivery no prescription, Ini hanya tentang hak para pemain Indonesia untuk mendapatkan kesempatan bermain melawan tim asing. Banyak orang mengeluhkan minimnya jam terbang para pemain Indonesia, comprar en línea Xanax, comprar Xanax baratos. Buying Xanax online over the counter, Tetapi ketika ada kesempatan, hal itu justru dinafikan, Xanax price.

Promotor yang mendatangkan PSV adalah Saujana Media Sdn, Buy Xanax Without Prescription. Xanax from canada, Bhd asal Selangor, Malaysia, online buying Xanax hcl. What is Xanax, Mereka berkepentingan pada profit. Tapi apakah memainkan Andy Cole dan Safee Sali akan menjamin stadion penuh, Xanax recreational. Xanax trusted pharmacy reviews, Belum lagi harga tiket termurah yang katanya mencapai Rp 150 ribu. Buy Xanax Without Prescription, Saya tak tahu apakah promotor itu menguasai benar pasar sepakbola Indonesia. Euforia publik sepakbola dalam negeri sedang tinggi, after Xanax. Tapi tidak kepada pemain asing kadaluwarsa, apalagi pemain Malaysia. Akan lebih meyakinkan bila Indonesia Selection benar-benar diisi oleh pemain nasional. Itu lebih menjual dan lebih berguna pula bagi pemain kita. Lagi pula, tim yang akan tampil menggunakan nama Indonesia, Buy Xanax Without Prescription.

Keputusan memasukkan Andy Cole dan Safee ke dalam Indonesia Selection konon berasal dari S.T. Arasu, event director Saujana. Namun posisi tawar kita sebenarnya tinggi. Selain Indonesia Selection, PSV juga akan melawan Jakarta Selection (12 Januari 2012). Buy Xanax Without Prescription, Entah mengapa Cole dan Safee tidak dimasukkan ke tim Jakarta Selection saja.

Buat saya, kok itu lebih pas.

----

update:

Perkembangan di linimasa Twitter mengatakan Andy Cole dan Safee akan masuk ke Jakarta Selection. Kalau ini benar, tak masalah. Tapi kok berita-berita yang ada bisa berbeda-beda ya. Indonesia sekali. :D.

Similar posts: Buy Bromazepam Without Prescription. Mazindol For Sale. Buy Alprazolam Without Prescription. Prednisone For Sale. Buy Mazindol Without Prescription. Famvir dangers. Testosterone Anadoil canada, mexico, india. Zelnorm steet value. Buy no prescription Topamax online. Acyclovir description.
Trackbacks from: Buy Xanax Without Prescription. Buy Xanax Without Prescription. Buy Xanax Without Prescription. Buy Xanax Without Prescription. Buy Xanax Without Prescription. Buy generic Xanax. Get Xanax. Xanax duration. My Xanax experience. Where can i buy cheapest Xanax online.

Ϡ