&mdash September 3rd, 2010 {2}
12 Juni 1998, pelatih Aime Jacquet menghabiskan waktu hampir 2 jam untuk bicara di depan skuad Prancis. Hari itu, Les Blues menjalani laga pertama Piala Dunia 1998 melawan Afrika Selatan.

Jacquet mengatakan kualitas skill pemainnya nggak kalah dengan Brasil. Di Eropa, mereka salah satu yang terbaik. Bahkan skuad 98 adalah generasi emas kedua Prancis. Ada maestro Zinedine Zidane, gelandang jangkar sekelas Didier Deschamps, pemain belakang bertenaga model Lilian Thuram, Marcel Desailly dan Laurent Blanc serta kiper eksentrik Fabien Barthez. (more…)
&mdash September 1st, 2010 {0}
Dua musim lalu, Girondins Bordeaux juara di Ligue 1 Prancis. Maka musim berikutnya, mereka berhak main di kompetisi paling glamor di dunia, Liga Champions. Pelatih (lama) Laurent Blanc mengantar timnya hingga perempat final.
Itu bukan prestasi buruk. Tapi konsekuensinya, Bordeaux gagal masuk tiga besar Ligue 1 musim itu. Merajai setengah musim di puncak klasemen, Bordeaux akhirnya terdampar di urutan ketujuh klasemen akhir. Jangankan tiket ke Champions, Liga Europa pun luput digenggam.
Nggak heran presiden Bordeaux, Jean Louis Triaud, yang ambisius (ya, seluruh presiden klub Prancis memang ambisius, meski kesannya nafsu besar tenaga kurang) menjadi kecewa.
Dia bilang, timnya kehabisan uang. Tak ada dana belanja. Itu sebabnya Yoann Gourcuff harus dilego ke Olympique Lyon. Semboyan bisnis klub Eropa: no Champions League, no (big) shopping. (more…)
&mdash August 30th, 2010 {5}
Agak mengejutkan ketika di baris waktu (timeline) Twitter saya muncul ocehan Wanda Hamidah dari hasil retweet (RT) seorang kawan.
Mantan model cantik yang menjadi anggota DPRD itu memuji dan bangga pada Arema Indonesia yang tidak menggunakan APBD. Twitnya juga menyinggung Persija Jakarta kenapa masih memakai APBD.

&mdash August 22nd, 2010 {7}
Beberapa tahun yang lalu, saya pernah menanyakan kesan bekas kiper Indonesia era 70-80-an, Yudo Hadiyanto, soal tim nasional jaman sekarang.
Pria yang sudah sangat sepuh itu memberi jawaban yang terkesan mencemooh yuniornya. “Payah. Semuanya mikirin ini,” katanya sambil menggosokkan ibu jari dengan empat jari di tangan kanannya.
Maksudnya, uang. Pendeknya, para pemain Indonesia jaman kini tak punya motivasi kebangsaan ketika dipanggil ke timnas. Tidak seperti para pemain seangkatannya. Jikapun ada pada pemain masa kini, mungkin kadarnya cuma pelengkap. (more…)