RSS You are home.

Blog cuma wadah

Sebagian ucapan populer sastrawan Pramoedya Ananta Toer adalah soal menulis. “Menulislah sedari SD, apapun yang ditulis sedari SD pasti jadi.” Atau “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Bagi saya, ucapan Pram bermakna dalam. Itu sebabnya dalam beberapa kesempatan kecil kelas blogging, saya selalu mengawalinya dengan “menulis.” Paman Tyo selalu mengatakan, “Semua orang (yang melek aksara dan literasi) bisa menulis.” Ngetik SMS, ngetwit, atau mungkin mencatat poin penting dalam bekerja. Soal apakah itu ditulis dengan tangan atau diketik, itu cuma soal teknis. (more…)

Ϡ

Timnas U19 pasca Myanmar*

Di negara manapun, timnas selalu punya dua efek. Dipuji saat unggul atau juara, dicaci ketika kalah. Begitu pula sambutannya. Ada yang membela, ada yang menghujat. Sungguh wajar dan lumrah.

Demikian pula yang terjadi ketika timnas Indonesia U19 gagal di Piala Asia U19 Myanmar 2014. Linimasa bergolak. Sebagian membela, sebagian mencela — lebih besar melayangkan serapah ke PSSI. Sekali lagi, wajar dan lumrah.

Orang bebas bicara apapun soal timnas. Dia seolah representasi kebangsaan dan negara. Tapi marah dan kecewa hanya karena timnas yunior gagal? Rasanya kok terlalu berlebihan. Mungkin karena kosmetik nasionalisme. Tentu saja PSSI boleh dijadikan kambing hitam karena ini bentuk kegagalan. Tapi ini juga bukan barang baru. Kapan PSSI pernah berhasil membentuk timnas berprestasi dalam dua dekade terakhir? (more…)

Ϡ

Menanti (lagi) tuah Garuda Jaya

Andai timnas Indonesia U19 ini kandidat capres, maka tren elektabilitasnya sempat menurun. Minimal tidak seramai ketika baru memastikan menjuarai Piala Asean U19 dan lolos ke Piala Asia U19.

Publik sempat bosan pada Evan Dimas dkk. Over publisitas biang keladinya. Tur Nusantara dua jilid dan pelatnas panjang nan tak efektif justru disambut sentimen negatif, setidaknya di Twitter. Tapi kini, jelang penampilan mereka di ajang sekompetitif Piala Asia, euforia publik perlahan kembali naik. (more…)

Ϡ

Menyerang sekaligus bertahan

Ketika gelandang sekaligus playmaker sekelas Juan Mata menjadi cadangan di Chelsea, khalayak dibuat bingung. Bagaimana mungkin pemain terbaik Chelsea pada musim 2012-13 justru berbalik menjadi benchwarmer di musim berikutnya.

Tentu saja penyebabnya adalah perubahan pelatih dari Rafa Benitez ke Jose Mourinho di awal musim 2013-14. Pergantian pelatih selalu berimbas negatif dan positif. Pemain inti era sebelumnya bisa berubah menjadi pemain cadangan, begitu pula sebaliknya. (more…)

Ϡ