*Awas!! Ini posting yang (mungkin) panjang…
Mencari sponsor untuk kegiatan tertentu susah-susah gampang dan gampang-gampang susah. Coba tanyakan pada account executive. Katanya sih jaringan dan pergaulan yang jadi kunci. “Eh, kantorlu sponsorin acara gue dong.” Sering banget dengar begitu, kan?
Untuk kegiatan model kompetisi sepakbola, seharusnya nggak sulit. Pertama, sepakbola adalah bidang populer di muka bumi ini. Penggemarnya bejibun. Kedua, untuk kasus di Indonesia, saya belum pernah menyaksikan stadion kosong melompong seperti di Malaysia atau Thailand jika sedang ada pertandingan. Yang seperti ini, harusnya makanan empuk para pengiklan.
Tapi bisa jadi sangat susah kalau mengingat manajemen kompetisi di sini amburadul. Nggak jelas spot mana saja yang bisa dimanfaatkan sponsor/pengiklan. Belum lagi keributan dan kotornya sepakbola kita. Lalu, juga bagaimana daya beli masyarakat sepakbola kita yang umumnya strata menengah ke bawah.
Taruhlah jika faktor-faktor di atas itu berada dalam kondisi normal, apa yang sebaiknya dilakukan untuk mendapatkan sponsor. Pertama, sudah jelas susun anggaran dulu. Jika menggunakan sistem kompetisi seperti sekarang, setiap klub minimal butuh anggaran sebesar Rp 15 miliar per musim kompetisi. Itu hitungan terkecil dan sangat hemat (misalnya dalam pos gaji pemain/staf pelatih). Kedua, tentukan sasaran dan target dalam mengikuti kompetisi. Apakah ingin jadi juara atau hanya mengincar posisi papan tengah.
Sponsor utama
Mungkin persentasenya bisa mencapai 60 dari total anggaran. Untuk sepakbola, sponsor utama sebaiknya datang dari produk makanan/minuman ringan, otomotif, obat generik, bir/rokok (jika memungkinkan), komunikasi, keuangan, atau produk kesehatan pria. Kenapa pria? tentu saja karena penggemar sepakbola kebanyakan kaum adam. Nggak lucu rasanya jika ada klub sepakbola bersponsor produk lipstick. Emangnya kita cowok apaan?
Karena cakupan dana sponsor utama sangat besar, tentu porsi hak-nya menjadi besar juga. Spot mana saja yang jadi hak-nya? Tentu di bagian depan kostum tim, tas skuad, jaket tim, billboard pinggir lapangan (kandang), papan skor, papan iklan daerah mixed zone dan jumpa pers (background), bagian-bagian tertentu di dalam dan luar stadion (saat ada pertandingan). Pendeknya, sponsor utama punya spot di seluruh bagian jualan klub, baik on field atau off field.
Sponsor Tehnik
Biasanya disebut apparel. Yang ini jelas cuma bisa didapat dari produk-produk alat olahraga seperti kostum, bola, sepatu, tas atau jaket. Jika bisa punya sponsor apparel, klub bakal menghemat dana untuk pos kostum dan tetek bengeknya. Lumayan lho, minimal untuk setahun kompetisi. Klub bakal dapat pasokan terus menerus.
Namun, produk yang kita dapat adalah konversi dari dana yang dikeluarkan sponsor. Perhitungan saya, takarannya sekitar 20 persen dari total anggaran yang dibutuhkan. Penempatan logo atau merek apparel bisa sama dengan sponsor utama, namun dalam porsi yang lebih sedikit. Yang terutama jelas ada di kostum (dan perlengkapan teknis lainnya), mixed zone dan jumpa pers.
Sponsor Pendukung
Karena sifatnya hanya pendukung, maka spot yang disediakan untuk mereka jelas lebih kecil. Katakan, klub sudah punya sponsor sebanyak 80 persen, maka hanya tinggal 20 persen yang tersisa. Maka alokasinya bisa sekitar 10-12 persen dan ini sudah cukup hanya dengan menjual spot di pinggir lapangan saat ada pertandingan. Syukur kalau bisa menjual untuk ditempatkan pada sisi lain kostum (misalnya di bawah nomor punggung atau di bagian lengan), tas, mixed zone atau jumpa pers.
Karena sifatnya itu pula, sponsor jenis ini boleh jadi nggak perlu spesifik. Mau produk makanan burung sekalipun, nggak ada masalah. Mau pasang sponsor produk kondom juga ok.
Sponsor pada dasarnya akan semakin senang jika coverage-nya meluas. Jadi buat klub, usahakan sesering mungkin bikin kegiatan yang mengundang liputan, baik cetak, elektronik atau internet. Sponsor menaruh dana ke klub itu ibarat iklan, jadi sebaiknya juga diperlakukan seperti iklan umumnya yang kerap muncul di publik.
Klub juga bisa mencetak newsletter atau buletin bulanan. Maksudnya sudah jelas. Pertama, iklan juga bisa dijual di sana dan komunikasi dengan penggemar berjalan mulus. Karena ini jaman internet, bolehlah klub membuat situs resmi atau juga blog. Ibaratnya, sediakan jalur Interaktif. Terakhir, jangan lupakan untuk mendirikan toko souvenir resmi. Jangan remehkan bisnis ini. Lihat sewaktu Piala Asia 2007, kios kostum replika resmi timnas Indonesia laris berat, padahal harganya mahal banget.
Nah, kalau sudah begitu, kelihatan mudah ya. Secara kasar memang mudah, tapi pelaksanaannya tidak semudah yang dikira. Katakanlah ini teorinya, prakteknya serahkan pada orang-orang pemasaran yang memang punya ilmu soal begituan. Jadi, buat tim-tim perserikatan Indonesia, buat apa ribut-ribut dana APBD yang musim depan bakal dilarang. Coba usaha sedikit cari sponsor dan bikin aturan main yang jelas, jangan amatiran.
Ingat, istilahnya sponsor! bukan donatur! Jaman begini mana ada yang mau buang duit miliaran sebagai donatur sepakbola?

Comments 28
“bersponsor produk lipstick. Emangnya kita cowok apaan?
”
lho mas hedi emg cowok aPaan??
Posted 23 Nov 2007 at 12:01 pm ¶*hihihih*
mbok sayah dicariin seponsor..
tapi, betewe, dengan kondisi persepakbolaan yang carut marut begituh, ada gitu target sponsor besar *catat : besar dan kuat dan waow* mau jadi beking?
Posted 23 Nov 2007 at 12:37 pm ¶sponsornya ga jauh2 dr r o k o k
Posted 23 Nov 2007 at 1:08 pm ¶wah..iki bakal calon menejer arema ki rek…ayo cak..tak dukung wis!
Posted 23 Nov 2007 at 1:20 pm ¶Kalo yang terbiasa dengan sponsor sponsoran gini bagus loh, aku pernah denger ada orang yang kawinan, semuanya sponsoran, keren kan
Posted 23 Nov 2007 at 1:38 pm ¶wes talah, POKOKE nek masalah sepak bola kuwi aku gak tertarik
Posted 23 Nov 2007 at 2:10 pm ¶/*lha terus lapo aku comment
Selamat untuk pekerjaan barunya sebagai direktur pemasaran… *loh?*
Posted 23 Nov 2007 at 3:24 pm ¶sponsor ideal sing koyo opo mas?
Posted 23 Nov 2007 at 3:27 pm ¶nek dot kom sampeyan ini jadi sponsor. pasti seru lho..
Posted 23 Nov 2007 at 3:34 pm ¶kenapa klub klub sepak bola susah cari sponsor? ya itu tadi selain manajemen klub yang belum bener bener profesiona, induk olahraga nya juga makin parah (PSSI) plus sering nya terjadi kerusuhan antar pendukung, selain itu bleum ada nya prestasi yang membanggakan, sperti juara champion asia
Posted 23 Nov 2007 at 5:06 pm ¶malah tim2 yg bisa bertanding di Asia Champions cup mestinya malah gampang nyari sponsor.. ya kan?
Posted 23 Nov 2007 at 8:25 pm ¶sapa yang mau nyponsori saya buwat pemilu 2009? hehehe…
Posted 23 Nov 2007 at 8:28 pm ¶jan panjang tenan.. sampeyan calon manajer ya cak? sip sip
Posted 23 Nov 2007 at 9:08 pm ¶Wahh… kok nggak ada kategori Sponsor APBD ya?
Posted 23 Nov 2007 at 9:34 pm ¶sampeyan aja yg nyari sponsor buat Arema.. udah cocok kok jadi manager pemasarannya
Posted 23 Nov 2007 at 10:40 pm ¶klub Indonesia manja smua!
Posted 23 Nov 2007 at 10:59 pm ¶suruh mereka baca tulisan mas Hedi… biar bisa usaha kreatif dikit nyari duit dan nggak nyusu terus sama APBD
sorry, gak baca sampe abis, sponsor itu keuntungannya darimana ? iklan ?
Posted 24 Nov 2007 at 1:42 am ¶@dian: kok keuntungannya dari mana, sih? kalo jadi sponsor kan otomatis nama produk mereka tercetak gede2 di kostum pemain. iklan paling ampuh.
salah opo salah, hed?
Posted 24 Nov 2007 at 7:52 am ¶Bentar lagi kan musim kampanye….coba aja dekati mereka-mereka
Posted 24 Nov 2007 at 12:56 pm ¶ada yang mau jadi sponsor bikin kaos cempluk ?? hehehehe..*ngacir*
Posted 24 Nov 2007 at 2:04 pm ¶he..he..he..iya di mlys sini memang suka kosong stadiun..padahal sponsor banyak…
baru rame kalo Indonesia ma myanmar yg maen…
itupun biasanya diakhiri kelahi antar penonton…
hmhmh…kisruh dunia sepak bola…
Posted 24 Nov 2007 at 3:46 pm ¶eh pernah baca ga kl ada tim sepakbola di luar sana yang sahamnya dibeli ama sebuah forum bola? jadi semua anggtoa forum ini sama2 nyumbang buat beli sahamnya tu klub sepakbloa…
Posted 24 Nov 2007 at 5:08 pm ¶Hedi, biasanya kalo klub itu presidennya/yg punya musti konglomerat, pokoknya pengusaha kelas atas banget….trus pemain2 populer juga bisa nolong klub untuk merchandising, tanda tgn kaos, bola, etc….Tp kalo ukuran indo ga tau yah…gua pikir selama ada banyak penggemar, kan ada potensi, cuma emang pengelolaan klub musti profesional dan berharap aja jangan ada korupsi…marketing itu pokoknya heboh deh di dunia sepak bola…liat aja si beckham itu kan duitnya terutama dari sponsor…dan bikin iklan ama istrinya…padahal doi di galaxy juga ga main banyak karena lesion.
Posted 24 Nov 2007 at 6:25 pm ¶Wah jadi panjang nih…
lha pengurus klub di Indonesia nggak ada yang pakar marketing, Hed, jadinya nggak tahu cara menjual klub mereka pada sponsor. Paling cuma ditongkrongi oleh orang-orang dekat bupati yang bisanya kongkalikong dengan DPRD nyadong APBD. Sepakbola sebagai olahraga paling populer mosok kalah sama basket dan voli yang mereka bisa hidup dari sponsor. Eh, bagus juga tuh, nyari sponsor dari capres 2009. kan keren kalau di kaos depannya ada tulisan megakarti for presiden lagi, atau coblos gus pur, atau vote jarwo kwat. ngomong-ngomong, kapan yo sponsor rokok dihapus dari bum olahraga Indonesia?
Posted 25 Nov 2007 at 5:32 am ¶perkelahian antar-supportter, perkelahian di dalam lapangan, kasus suap wasit, kasus suap pemain… adalah sedikit masalah yang menghambat sponsor masuk. bagaimanapun juga amburadulnya manajemen PSSI menakutkan sponsor karena mereka takut citra produk mereka nantinya akan rusak juga.
*ah, teori ya… *
Posted 26 Nov 2007 at 2:44 pm ¶Sam Hedi, monggo diterusno tulisane…
Posted 29 Nov 2007 at 5:13 pm ¶Lek kate dadi manager Arema nggih monggo.. hehehehe…
pak, cari sponsor buat blog bola gimana sih?
gue dah coba sana sini untuk www.bolanova.com ga bisa-bisa…
tolong dong, email ke adiwirasta[at]gmail.com yah jawabannya
Posted 18 Feb 2008 at 6:30 pm ¶satu saat nanti, saya mau buat klub sepakbola dengan merekrut/seleksi anak muda yg uda punya bakat, tinggal dipoles.
(hore, portugal 1 - 0 turki, gomes. barusan saat ngetik ini)
Tapi, semua pemain nya lokal n chinese. Pelatih yang berjiwa Ha ha ha… berbau ras ya. Biarlah … mari berpacu dengan aroma ras tapi tetap sportif.
Mulai dari kompetisi lokal menuju professional. Klub Tsubasa. Sponsor utama : www.pusatservice.com (blm jadi, lagi belajar buat pake joomla), n betfair.
PS. Sorry. Gak akan mengakui PSSI, kecuali bentukan baru dari konferensi klub.
Posted 08 Jun 2008 at 3:16 am ¶Trackbacks & Pingbacks 2
[…] Tapi apa nggak bisa berubah? Bisa dan itu hanya presiden yang turun langsung. Dia kan punya kuasa. Tapi apa mau presiden turun tangan? Pada akhirnya kayak benang kusut. Nggak ketahuan mana ujungnya. Mau masuk nggak bisa dan kalau didiamkan kok rasanya sayang padahal kita punya potensi. (Tamat) […]
Hypomania wellbutrin….
Smoking pot and taking wellbutrin. Find generic drug for wellbutrin. Wellbutrin side effects. Wellbutrin dosage. Wellbutrin in australia. Drug wellbutrin. Wellbutrin….
Post a Comment