Liga Indonesia rusuh lagi. Nggak perlu heran, itu sudah biasa. Ibarat jalanan Jakarta, kalau nggak macet malah bikin orang bertanya-tanya. Tapi gara-gara kerusuhan di Kediri kemarin, saya memang dibuat “susah”.
Apa pasal? Saya berasal dari Malang, tentu saya juga pendukung Arema Malang. Bahkan Arema adalah satu-satunya tim di dunia yang saya dukung. Bukan masalah primordialisme dan dukungan membabi buta, tapi karena semangat militansi bermainnya. Tapi saya juga kuli media berita. Beberapa kawan tanya ini itu, saya cuma jawab: “Kamu lihat sendiri, analisa sendiri dan bla…bla..bla…”
Sebagai orang dari Malang, saya bersimpati pada Aremania. Titik akumulasi melihat timnya dikerjai terus menerus tentu membuat emosi sudah seperti gunung Kelud yang siap meletus. Saya yakin teman-teman di Aremania legowo menerima dua gol pertama Arema dianulir karena proses handball dan offside.
Tapi, ketika gol ketiga Arema melalui sundulan Emile Mbamba dianulir lagi, pasti di kepala Aremania ada pikiran bahwa ini skenario. Beberapa orang non Malang yang nonton bareng saya semalam, plus bapak saya, pun setuju bahwa Mbamba berada dalam posisi onside. Tapi di pikiran mereka (yang awam) hanya menilai hakim garis dan wasit goblok. Tanpa ada pikiran ini direkayasa!
Namun sebagai orang media, saya jelas nggak setuju dengan tindakan Aremania, apapun alasannya. Banyak tim yang dirugikan wasit atau kalah di dunia ini, tapi banyak juga pendukungnya yang cuma ribut di mulut. Tidak anarkistis.
Suporter kita memang belum dewasa. Inggris pun harus “belajar” selama lima tahun (setelah kasus Tragedi Heysel) untuk menjadi dewasa dalam bersikap dan menerima apapun keputusan wasit serta hasil pertandingan.
Benarkah ada skenario? Saya percaya ada, cuma seperti kentut yang ada baunya, tapi nggak kelihatan wujudnya. Mau tahu desas desus di kalangan jurnalis waktu Copa Indonesia kemarin? Ramai jadi pembicaraan wartawan bahwa Sriwijaya FC dan Persija Jakarta disiapkan menjadi juara tahun ini. Entah apakah gelar juara Copa milik Sriwijaya adalah bagian dari skenario itu. Saya blank.
Tapi melihat kerusuhan kemarin, dua pertanyaan muncul di kepala saya dan anehnya saya tak bisa memberi jawaban.
1. BLI dan panpel beberapa kali memojokkan Arema dan Aremania dalam sesi jumpa pers. Ada kesan BLI dan panpel menciptakan stereotipe bahwa Aremania itu suporter anarkistis. Dan ini terjadi di lapangan. Suporter mana di Indonesia yang tahan melihat timnya dikerjai sepanjang pertandingan?
2. Aparat keamanan tak memadai. Kinerja panpel perlu dipertanyakan. Bagaimana suporter bisa didiamkan masuk ke lapangan. Apakah ini untuk menggenapkan stereotipe tadi?
Saya sudah sering menulis soal sepakbola kita dan dan inilah buahnya. Selama BLI a.k.a PSSI belum mau mengubah mental makelarnya, jangan harap sepakbola kita bakal damai, apalagi berbicara soal prestasi.
Tewur…tewur….tewur*
————————
* Bahasa balikan khas Malang, artinya ruwet

Comments 42
kadang lebih seru nonton kelainya dibanding nonton balbalannya
Posted 17 Jan 2008 at 9:36 am ¶rasanya terlalu banyak hal yang membuat skeptis di negara ini…
Posted 17 Jan 2008 at 10:15 am ¶ada baiknya melapor ke FIFA/AFC, tentu saja perlu data pendukung.
Posted 17 Jan 2008 at 10:25 am ¶siapa tau di tanggepin.
@Snydez: lapor? urusan ketua umum aja dilawan, apalagi yang kecil2. Tapi ada efeknya juga sih, AFC melarang klub kita ikut LCA tuh
Posted 17 Jan 2008 at 10:44 am ¶di koran ada gambar gede banget, asisten manajer Persiwa mengeluarkan pistol..buset.
Posted 17 Jan 2008 at 11:51 am ¶Lha ini ball ballan atau mafioso
tapi wingi nonton seru juga
Posted 17 Jan 2008 at 12:01 pm ¶variasine pertandingan bola Indonesia
enek rusuh2e
ah, begitu toh kejadiannya
Posted 17 Jan 2008 at 12:03 pm ¶saya semalem cuman pas kebetulan nonton pas bakar2annya aja, ga tau gmn mulanya
saya cukup kaget dan shock dgn hilangnya akal sehat aremania….ternyata dampak 3 gol dianulir, memancing emosi kera-kera ngalam…
indonesia berkabung kembali
Posted 17 Jan 2008 at 12:05 pm ¶Saya dulu supporter Arseto ya sekarang sih dukung Persis. Kesal memang liat team yang didukung dikerjain wasit. Emosi, ribut, tawur memang jawab semua, habis bila kepala sudah pusing dan mulut penuh busa ciu boro-boro saya mau mikir dewasa. Saya harus gimana bos…?
Posted 17 Jan 2008 at 12:11 pm ¶hanya bisa berharap..
Posted 17 Jan 2008 at 12:13 pm ¶NH mundur untuk menjaga marwah sepakbola Indonesia, bukan bertahan untuk menjaga marwah seperti alibi yang sering dilontarkannya..
kerusuhan suporter adalah bentuk skeptisme masyarakat sepakbola akibat bobroknya PSSI…
@Bolanova: dalam sikap suporter yg belum dewasa, masih bisakah berharap pada akal sehat?
Posted 17 Jan 2008 at 4:15 pm ¶@Balibul: cuma satu sikapnya Bul, ga usah nonton liga indonesia, koyok aku sing dukung dari jauh dan ala kadarnya aja….ngapain serius di bola Indonesia yg ga karuan bentuknya.
Ehh..PSIS ga ikut 8 besar kan? Kan? Jadi aman…
Posted 17 Jan 2008 at 4:42 pm ¶@Stey: mending ga ikut, ga capek buang duit dan tenaga buat kualitas sepakbola kayak gitu
Posted 17 Jan 2008 at 5:31 pm ¶mana yang lebih biasa mas? gelut di pinggir/dalam lapangan apa gelut di luar stadion?
Posted 17 Jan 2008 at 6:15 pm ¶lha disini seninya Sepakbola indonesia
Posted 17 Jan 2008 at 9:03 pm ¶beli tiket 1 bisa nonton sepakbola, tinju, karate, judo, pencak silat bahkan bisa ikut pesta BBQ
Arema kemarin benar2 ditelanjangi
saLam dr Malang
Posted 17 Jan 2008 at 10:51 pm ¶tuku tiket siji, entuk 2 suguhan: bal2an+tinju
Posted 17 Jan 2008 at 11:28 pm ¶Lha, mana seru kompetisi yang dijalankan bagai boneka itu…
Posted 18 Jan 2008 at 12:43 am ¶saya sedih… tapi mau dikata apa lagi… ya sudahlah, meskipun saya juga arema tapi ya enek gitu lihat kekerasan dan kerusuhannya, moga gak terjadi lagi
Posted 18 Jan 2008 at 1:28 am ¶Susah mas kalo dipaksa ga nonton, buat saya kecintaan saya sama bola dan fanatisme daerah itu no satu.
Yah kalo emang harus rusuh ya rusuh. Saya mendukung aremamania ngamuk, kalo perlu pssi sekalian, sel nya nurdin halid sekalian. Kalo ngamuk dan rusuh bisa motong generasi bejat di pssi .. buat saya kenapa enggak.
Karen banyak hal untuk menuju dewasa, dan susah. Hidup Rusuh !!! Kill them all PSSI !!!
Posted 18 Jan 2008 at 11:04 am ¶beritanya… aremania nggak boleh masuk stadion manapun diseluruh indonesia
Posted 18 Jan 2008 at 11:17 am ¶rusuh boleh biasa asal jangan jadi kebiasaan!!
salam
Posted 18 Jan 2008 at 12:51 pm ¶www.ultraskediri.com
kang!, kalo semua sudah umum, kenapa ndak ada yang sekalian di blejeti ya… biar boroknya mudhal, dan sepak bola enak dilihat.
Fair Play hanya slogan, semangat itu tinggal berapa gepok uang dimeja,
lah kan ndak ada putus-putuse kang!, kalo begini, ya ndak ada pertanyaan sampai kapan, jawabannya sudah jelas, sampek mati ngene terus kang!
Saya percaya, teman-teman Aremania hanyalah korban, seperti yang sampean tulis itu, skors 3 tahun, tentu merugikan, kenapa ndak bangkit sekalian dan tunjuk saja bagaimana kesewenangan pengurus bola negeri ini.
Aremania… bersabarlah! karena saya tahu persis siapa anda semua, dulu kalian tamu dikota kami, dan kami menyambutnya, demikian kunjungan balik kami ke Malang, engkau menjemput di Lawang dan mengawal kami, sesama supporter Bola, yang hanya pengen nonton Sepak Bola.
Posted 18 Jan 2008 at 3:11 pm ¶kan ada iklan begini…….
Posted 18 Jan 2008 at 3:34 pm ¶Gak ada
LoeRusuhya….
Gak Rameeeeeeee…….!!!
apa perlu para suporter bergabung memberikan somasi ke PSSI dengan tidak menghadiri pada setiap pertandingan ? kalo gak ada yg nonton merekakan rugi, trus bangkrut, abis itu bikin pengurus baru yg lebih bagus lagi.
.::he509x™::.
Posted 18 Jan 2008 at 4:16 pm ¶Inilah salah satu alasan saya males nonton pertandingan bola secara langsung…
Tapi kemarin pas ribut itu, saya sempat nonton bentar… kayaknya lebih seru ribut-ributnya ya? Kalau ada yang bilang kompetisinya panas, memang “panas” beneran.. lha ada api beneran di lapangan…
Posted 18 Jan 2008 at 4:34 pm ¶kan biar mirip hooligan-nya inggris.. hehehe
Posted 18 Jan 2008 at 5:25 pm ¶@Persikers: saya pikir siapapun tak akan berbuat rusuh jika tak ada penyebab luar biasa dan kebangetan. Suara protes yang umum dalam sepakbola adalah kerusuhan. Menyedihkan tapi faktanya begitu.
Posted 18 Jan 2008 at 7:41 pm ¶sudahlah apapun alasan anda, anda sudah salah membuat kerusuhan di stadion brawijaya kediri, dan yang saya herankan kenapa AREMANIA kok bisa begitu TOLOL dan BODOH sih, khan AREMANIA katanya fair play, tertib, kreatif, inovatif, dan sportif. mawas diri dong suporter AREMANIA jangan kuman diseberang terlihat tetapi singa didepan mata tak terlihat ???????????????????????????????????????????????
Posted 18 Jan 2008 at 9:21 pm ¶ayas aguj lasek tegnab sam.
Posted 19 Jan 2008 at 5:05 am ¶Pak, saya kemaren liat di stadion manahan yang persik sama “The jack” itu. Parah banget yang akhirnya wasit cuman memberi tambahan waktu sedikit, saya baru benar2 percaya soal kesemrawutan di persepakbolaan kita. Kalo macem gitu terus, mending ndak usah ada sepakbola aja……..:(
Posted 19 Jan 2008 at 7:20 am ¶makanya males ngikutin sepak bola indonesia, lebih seru kerusuhannya ketimbang maennya
Posted 19 Jan 2008 at 4:27 pm ¶makanya saya itu geli mas kalo suruh nonton bal-balan indonesia, opo meneh bal-ibul hehehehe *piiss mbul
*
Posted 19 Jan 2008 at 5:43 pm ¶ya mau bilang apa lagi kerusuhan yang terjadi udah ada dalam skenario PSSI, jadi ya biasa aja.
Posted 21 Jan 2008 at 7:17 am ¶Selama PSSI nya masih seperti itu, jangan harap deh liga indo bakal jadi lebih baik.
santet ae kang….
Posted 21 Jan 2008 at 10:00 am ¶wuah..saya susah kalo mo nonton bola.
tiap mo berniat langsung dilarang sama ortu, mo lewat stasion aza dilarang, ntar kenapa2.
lagian kalo nonton bola langsung..bisa2 saya dikira bola
Posted 21 Jan 2008 at 2:51 pm ¶*kabooooor*
huhuhuhu..
Posted 24 Jan 2008 at 9:09 am ¶gimana kalo bikin Liga Kerusuhan aja..
lebih seru kayaknya..
yang jelas, saya -sampai kapanpun- akan tetap mendukung Arema. yang namanya anarkis, kadang sekali kali emang perlu, agar kita nggak selamanya dikerjai hanya gara2 kita selalu bersikap manis…
Posted 25 Jan 2008 at 10:01 pm ¶@Chiw: lho umak kera ngalam, ta?
Posted 26 Jan 2008 at 3:09 am ¶Walaupun merasa berempati pada Aremania, karena tim kesayangan mereka dikerjain secara kasar, aku tetap kecewa pada tindakan suporter Arema itu. Rasa kecewaku terutama karena selama ini aku selalu merasa hormat dalam hati pada Aremania. Inilah satu-satunya suporter di Indonesia yang mendukung timnya dengan gabungan antusiasme, kegairahan dan fanatisme yang meluap, namun selalu sanggup mengendalikan diri.
Perilaku suporter sepkbola di Indonesia, menurutku, kait-mengkait dengan premanisme di PSSI dan budaya kekerasan di masyarakat. Klop!
salam kenal kawan. senang menemukan
blog yang spesialis tentang bola.
RM
Posted 26 Jan 2008 at 3:37 am ¶http://ayomerdeka.wordpress.com/
@Robert: thx, salam kenal juga bang. Soal kerusuhan aremania, saya sebenernya ga seneng, saya pikir semua orang (normal) ga bakal seneng. Tapi kalo liat gimana “sakitnya” iklim sepakbola kita, rasanya kerusuhan bisa jadi shock therapy, walau pada akhirnya bikin rugi orang banyak. Dan saya rasa ini akan jadi bahan pelajaran buat semua, sekali lagi semua yg terkait.
Posted 26 Jan 2008 at 4:59 am ¶Anarkisme suporter jangan dianggap biasa..
Prestasi NO, Rusuh Yes
kapan mau maju sepakbola Indonesia…
Posted 07 Feb 2008 at 1:37 pm ¶Trackbacks & Pingbacks 3
[…] Hmm, ini kah sebuah seri kebobrokan liga sepak bola negeri tercinta ?, weeeewwww, kalo iya tak akan pernah maju sepak bola kita. Pandangan seorang Aremania ini mungkin bisa membuka beberapa rahasia aji-ajian liga sepak bola indonesia. […]
[…] pranala lain:petisi online - dukung aremaSatukan Hati & Jiwa Demi AremaArema vs Persiwa malam ini berakhir kisruhSebuah tamparan untuk Badan Liga IndonesiaFair Play is being an expensive thingRusuh itu biasaLiga Super: 2 , 33 Gol Arema lawan Persiwa teranulis wasitAremania, kenapa anda?Aremania Teraniaya […]
Adderall amphetamine….
Adderall without a prescription. Adderall alcohol. Adderall. Adderall treatment for bulimia. Snort adderall xr….
Post a Comment