ADA PERKEMBANGAN PERSPEKTIF, MUNGKIN BARU.
Arsene Wenger meramal era pertandingan persahabatan lambat laun akan memudar. Maksudnya, nggak ada yang nonton karena penonton lebih suka pertandingan kompetitif (baca: resmi).
“I am scared that in the modern game, there is no room any more for friendly internationals - not because countries take our players, just because people will not be interested in that any more,” he said. “There is nothing at stake. People want to see competitive games. Maybe I am completely wrong but in the end you get people to travel and it is good as an experiment for a manager to work on things. But, is it in the long term feasible for people to travel and spend their money to watch this kind of game? I am not sure.” via WorldCup Blog.
Itu cuma pandangan Wenger seorang. Dia mungkin merasa sering dirugikan karena pemainnya sering pulang ke klub dengan kaki bengkak setelah membela negara. Saya pun tak suka laga friendly, tapi sebatas karena pertandingannya kurang serius.
Dan faktor itu kayaknya yang dilupakan Wenger, orang Prancis yang melatih Arsenal itu. Jadi, hiburan adalah faktor yang ditunggu. Soal hiburan itu kemudian terwujud atau enggak, lain soal. Jadi, nggak melulu soal kualitas seperti layaknya pertandingan resmi sekelas kompetisi klub.
Waktu Prancis mengalahkan Inggris kemarin, ada 78.500 penonton di Stade de France. Sekitar 60 ribu pasang mata juga ada di Emirates Stadium untuk nonton Pato memberi kemenangan pada Brasil atas Swedia. Itukah tanda-tanda partai persahabatan tidak diminati?
Puluhan ribu orang itu tentu berharap ada kejadian seru. Walaupun persahabatan, kadang muncul kejutan. Belum lagi kalau kedua tim sepakat bikin aksi brilian dan jangan ada tekel. Pesta banjir gol misalnya? Seperti pertandingan Austria lawan Belanda dengan skor 4-3.
Jadi, ramalan Wenger boleh jadi nggak akan terbukti. Tim nasional negara juga butuh laga ini buat melatih kekompakan. Nggak mungkin timnas hanya berkumpul sesaat dan kemudian langsung tampil di turnamen. Itu kalau sebuah tim ikut turnamen. Jika ada yang nggak ikut, kapan mainnya kalau bukan di laga persahabatan.
Lagi pula, timnas berbeda dengan klub. Di timnas, adrenalin kebangsaan “ikut andil”. Masyarakat berbondong-bondong datang ke stadion, minimal di kandangnya sendiri, untuk ikut melihat bendera negaranya berkibar gagah perkasa meski itu di laga persahabatan.
Atau masyarakat juga ingin nyanyi lagu kebangsaan ramai-ramai di dalam stadion sampai bikin merinding bulu kuduk. Seperti waktu Indonesia main di Piala Asia kemarin dulu. Timnas kita punya rapor jeblok, tapi pendukungnya tetap banyak. Senayan tetap penuh, bahkan yang tidak kebagian tiket sampai mengamuk.
Harapan, hiburan, kebanggaan, gengsi dan nasionalisme ada di belakang laga persahabatan. Itu yang membuatnya tak akan lekang oleh apapun.

Comments 23
ketika sepakbola menjadi ukuran nasionalisme
..
hasilnya sesa[a]t,
Posted 28 Mar 2008 at 1:09 pm ¶setelah 2*90 menit, abis itu entah kemana tu nasionalisme
eh sam, ulas tentang pssi donk, dari sisi sampeyan tentu saja
Posted 28 Mar 2008 at 1:42 pm ¶yo minimal masih ada rasa tersisa…
Posted 28 Mar 2008 at 1:46 pm ¶meski sekdar sport nasionalisme
Ya pokoknya bagaimanapun prestasi sepak bola negara kita yang kayak gini. Kita memang kudu terus mendukungnya. Kan lucu kalau misalnya ada sepakbola Indonesia VS Thailand trus kita malah ngejagoin Thailand
Posted 28 Mar 2008 at 2:06 pm ¶mestinya wenger ngeliat kompetisi di sini
Posted 28 Mar 2008 at 2:08 pm ¶mo pertandingan persahabatan ato bermusuhan, pemain lapangan selalu menyajikan pertarungan!
Yap, saya ingat kemarin waktu nonton piala Asia, suara saya sampai serak keluar Gelora Bung Karno.
Posted 28 Mar 2008 at 2:12 pm ¶agreed mr. wenger
Posted 28 Mar 2008 at 2:24 pm ¶yah laga friendly yang kemarin itu karena sebagai ajang uji coba .. bisa sebagai latihan .. tapi kalo wenger berpendapat lain yah monggo lawong bebas kok ..
seperti ngeblog aja
http://deconlabel.com/2008/02/22/purpose-of-blogging-buat-apa-sih-ngeblog/
Posted 28 Mar 2008 at 2:34 pm ¶ucapannya wenger terasa tendensius
Posted 28 Mar 2008 at 3:34 pm ¶mas, aku g mudeng.
Posted 28 Mar 2008 at 5:06 pm ¶setubuh sam. iya gara2 prenli gems itulah mgkn eyang wenger berkoar sinis karna pemainnya jd lumer pisiknya g bs kpake di liga.hekeke jdnya guner mlorot posisi 3. bgtu jg saya sbg gunernista, diamput arsenalku kok malih mlempem ki piye? apa perlu digoreng maneh ben ra ayem hekekeke… tp yg jelas prenli gem tetep perlu utk mgkur kdalaman taktik platih dan kompaknya pemain dilapangan, jd ndak hanya umung. dan nambah devisa wat yg puna stadion ama yg jual escincau dan kacang godog didlm+luar stadion. wkwkwk..
Posted 28 Mar 2008 at 10:51 pm ¶walaupun hanya persahabatan, tetep aja bisa memberikan hiburan
Posted 29 Mar 2008 at 9:08 am ¶Tadi Arsene sms…
Posted 29 Mar 2008 at 9:59 am ¶( sebagai perwakilan Arsenal di Indonesia )..
” Kami di Arsenal bukan klub, tapi team nasional..sebuah team nasional versi baru ..”
kapan maneh aremania iso kumpul neng lapangan lek gak pas wayah tanding bal balan. Aremania, tidak kemana - mana, ada dimana - mana
Posted 29 Mar 2008 at 11:09 am ¶jadi musuhan itu lebih laku daripada friendly :p
Posted 29 Mar 2008 at 3:15 pm ¶harapan saya adalah Indonesia bisa melawan team elit dunia, dan hasilnya adalah MENANG
Posted 29 Mar 2008 at 5:43 pm ¶ini kan mslh kepentingan klub vs kepentingan asosiasi sepakbola negara msg2x. Sbg pelatih klub tentu saja Wenger anti sama partai persahabatan yg wktnya ga tepat kyk gini. Lagian ga lucu bgt, wong di liga Inggris lagi seru2xnya bertarung hidup mati eh kudu distop semata2x buat pertandingan persahabatan. Msh untung maennya sama2x di eropa. Lah kalo persahabatan dgn benua laen (argentina atau brazil misalnya) dan maennya di sana,malah lebih gaswat lagi.
dlm hal ini gue dukung Wenger lah mskpun gue bukan fans Arsenal
Posted 29 Mar 2008 at 11:23 pm ¶YNWA
*numpang nggacor…
Wenger ngomong kayak begitu, karena kepentingannya, sebagai pelatih di liga Inggris, yang memang dirugikan akan ‘Friendly’ ini.
Kalau saya setuju aja, laga ‘friendly’ ini, dengan laga tersebut, banyak orang yang dapat kesempatan untuk melihat pemain bintang dari negara lain.
Posted 30 Mar 2008 at 9:02 am ¶Mungkin namanya yang harus diganti. Kalo namanya persahabatan kesannya emang cuma main-main. Aneh kalo sahabat bikin kaki bengkak bahkan patah.
Posted 31 Mar 2008 at 8:55 am ¶Ya udah diusulkan pertandingan persahabatan antar daerah, untuk memperkokoh opersatuan dan kesatuan, bubarkan liga!
Posted 31 Mar 2008 at 2:04 pm ¶hehe yg ini
setuju banget
Posted 01 Apr 2008 at 3:17 am ¶bah persahabatan . . bah kompetisi . . .
Posted 01 Apr 2008 at 7:47 am ¶AREMA is the best . . . .
Aremania never never never . . . die . .
Pokoknya MU deh…..
*halah malah gak nyambung*
Posted 03 Apr 2008 at 10:13 am ¶Post a Comment