Trafficking bukan cuma wanita atau anak-anak, tapi juga ada di sepakbola. Kasusnya kebanyakan dari Afrika dan melibatkan agen-agen kelas teri nan ilegal.
Modusnya, pemain dari perkampungan kumuh dan miskin di Afrika dibawa ke Eropa dengan iming-iming akan seperti Michael Essien dan Didier Drogba. Pokoknya, demi duit bermeter-meter dan kualitas hidup yang lebih baik.
Untuk berangkat ke Eropa, tentu nggak gratis. Apalagi beberapa negara Afrika kesulitan visa untuk ke Eropa. Akhirnya agen bikin janji-janji surga. Akhirnya segala duit itu diserahkan kepada agen dan si (calon) pemain tinggal duduk manis di pesawat.
Akhirnya, tipu! Dia dikadalin dengan alasan pintu transfer pemain sudah ditutup sehingga agen nggak bisa menjual pemain ke klub. Singkat cerita, agen menghilang. Si orang Afrika luntang lantung, nggak punya duit, nggak bisa pulang dan harus kucing-kucingan dengan polisi (razia).
Masih untung dia nggak kecantol bandar kokain atau bikin kriminal lain. Dalam kondisi nggak punya duit dan kepepet, apapun bisa terjadi. Atau bisa juga dia kemudian dibantu sesama orang Afrika untuk main di negara ketiga, seperti Indonesia. Meski di sini nggak sedikit juga yang akhirnya menganggur.
Lihat video soal perdagangan gelap pemain sepakbola di sini

Comments 16
dimana-mana namanya agent memang begitu. Sama kayak calo. Tp ini tugas dr pemerintah msg2x utk menetapkan regulasi tentang ketenagakerjaan di negaranya. Agent musti terdaftar. Kalau ga terdaftar otomatis ga ada perlindungan hukum dan ga boleh beroperasi. Selebihnya kembali kepada si manusianya sendiri utk ga gampang digoblok2xin ama agent2x ini.
(jd inget pilem keren Jerry Maguire. Great agent !)
Posted 23 Apr 2008 at 5:45 pm ¶Wah koq nasibnya mirip ama pahlawan-pahlawan valas kita ya.
Posted 23 Apr 2008 at 5:46 pm ¶trafficking-traffickingan iku pancen bisnis menggiurkan kok. Makanya banyak calo yg masuk ke dunia seperti itu. Sayang mereka tidak kreatif, hanya menjual anak2, wanita, dan pemain bola.
Posted 23 Apr 2008 at 5:48 pm ¶Di Indonesia sebenarnya ada peluang untuk trafficking koruptor. SDK (Sumber Daya Koruptor) kita kan banyak. Bisa dijual dan dipekerjakan ke negara lain…
wah, tak pikir cuma kita negara yang paling kacau. jebul masih ada juga yang sejenis indonesia di belahan bumi lainnya. heran. elek kok diconto.
Posted 23 Apr 2008 at 5:50 pm ¶kasian mereka, di manfaatkan.
Posted 23 Apr 2008 at 6:06 pm ¶begitulah ketika uang menancap di mimpi kaum papa nestapa.. apapun dijalani demi menggapai angan jadi drobga2 selanjutnya..
Posted 23 Apr 2008 at 8:59 pm ¶uang! itulah alasan kenapa hal itu bisa terjadi
Posted 23 Apr 2008 at 10:36 pm ¶Terjadi juga sama banyak orang kita, baik yang berpendidikan maupun enggak, di negara gurun gak jelas ini
Posted 24 Apr 2008 at 2:03 am ¶huhuhu nasib para perempuan koq siyal banget yah… emang ayam dijualin?
Posted 24 Apr 2008 at 2:12 pm ¶:(
Seorang mucikari kepada National Geographic: “Is it a crime to sell women? They sell footballers, don’t they?”
Jadi, menjual pemain bola itu nggak ada bedanya dengan memasarkan PSK…
*ngacir….*
Posted 24 Apr 2008 at 6:29 pm ¶bukannya mereka juga expatriat sam!
Posted 24 Apr 2008 at 6:50 pm ¶he, duit bermeter-meter? di mn?? *ijo*
Posted 25 Apr 2008 at 2:37 pm ¶yah… nasibnya jadi wayang ya tergantung dalang.. mirip2 lah sama karyawan swasta yg tergantung juragan
Posted 25 Apr 2008 at 5:29 pm ¶Kasihan yaa..
Posted 26 Apr 2008 at 12:19 am ¶Memang hrs hati2..
Dan perlu diingat, tidak ada yg instan di dunia ini.
Tapi sampeyan bukan calo toh mas hedi?
Posted 26 Apr 2008 at 11:57 am ¶mengambil kayu di kalimantan juga trafficking lho
Posted 27 Apr 2008 at 6:02 pm ¶Post a Comment