Degradasi

Dalam sebuah kompetisi liga, bukan turnamen, selalu ada dua sasaran utama. Mencari satu tim juara dan menentukan dua atau tiga atau empat tim degradasi. Mana yang lebih seru untuk disaksikan? Sama-sama menarik. Tapi secara pribadi, saya lebih senang persaingan menghindari turun ke divisi bawah.

Kompetisi di jalur juara sebenarnya nggak terlalu ketat jika dibandingkan degradasi. Kadang di tengah atau nyaris di ujung jalan, sebuah tim sudah merasa pesimistis. Ibarat naik jalan tanjakan, susah payah banget. Akhirnya justru mengukur diri, jika tak mau disebut berpasrah diri. Untung-untungan saja dan ada juga doa jelek — berharap kandidat utama terpeleset kulit pisang.

Tapi persaingan menghindari degradasi lebih asyik. Analoginya mirip bagaimana bertahan hidup. Segala daya dan upaya dikerahkan. Kadang saya melihat semangatnya lebih besar ketimbang mengejar gelar juara. Perjalanan mencari selamat dari degradasi sama rasanya seperti berjalan di atas tanjakan cinta gunung Semeru. Jalannya kecil dan di kiri-kanan adalah jurang yang sangat dalam.

Perang keluar dari zona degradasi cuma dibedakan sedikit poin, biasanya maksimal cuma 5-7 poin dan akan makin sengit begitu kompetisi tinggal sedikit laga sisa. Buat mereka yang berhasil selamat, wow…sambutan fans mirip seperti keluar sebagai juara. Salah satu contoh serunya adalah waktu West Bromwich Albion selamat dari degradasi Liga Premier Inggris dua tahun lalu. Seluruh fans tumpah ruah ke lapangan. Berpesta.

Dan itulah muara dari esensi sebuah kompetisi. Penempaan mental dan semangat berjuang. Jika degradasi ditiadakan seperti Liga Indonesia pernah bikin, lebih baik nggak usah tanding. Salaman saja di atas lapangan lalu balik lagi ke kamar ganti dan pulang.

Comments 19

  1. Raffaell wrote:

    itu tuh, bahasa degradasi suka aku pake dalam kehidupan sehari hari, biasanya sih ngomong, mana si A, wah degradasi dia kl gak datang… ehehehe

    Posted 29 Apr 2008 at 1:15 am
  2. Anang wrote:

    wah kalimat di paragrap trakir nendang banget mas hed… wahahaha.. *g bhenti ngikik* apa yg ada di benak petinggi pssi kala menghapus dgrdsi y…

    Posted 29 Apr 2008 at 7:44 am
  3. Jari Jari Ampuh wrote:

    Kadang kadang lucu juga, kayak BlackBurn Rovers pernah jadi juara Liga Inggris tapi pernah degradasi ke divisi 1…

    Posted 29 Apr 2008 at 7:46 am
  4. bangsari wrote:

    liga kita memang aneh. sudah aneh, rusuh pula.

    Posted 29 Apr 2008 at 7:48 am
  5. ayahshiva wrote:

    emang liga kita liga yang paling aneh

    Posted 29 Apr 2008 at 8:44 am
  6. iway wrote:

    dari situ kelihatan kan bahwa garis hidup ada grafiknya, setuju ama mas iman, dulu saya penggemar blackburn rovers (karena namanya keren dan seragamnya juga keren), ga nyangka bisa tenggelam kayak shearer

    Posted 29 Apr 2008 at 9:32 am
  7. mikow wrote:

    liga kita tidak aneh ah, pengurusnya yg aneh

    Posted 29 Apr 2008 at 11:02 am
  8. -tikabanget- wrote:

    loh?
    katanya degradasi klub dah ditentukan bahkan sebelum liga dimulai?

    Posted 29 Apr 2008 at 1:34 pm
  9. nothing wrote:

    ayo mas, sama sama membangun sepakbola indonesia agar gak aneh dan ga rusuh

    Posted 29 Apr 2008 at 4:26 pm
  10. Totok Sugianto wrote:

    @tika: yang ditentukan dulu sebelum liga dimulai itu juaranya tik hehehe.. bukan begitu sam? :P

    bener…

    Posted 30 Apr 2008 at 12:35 am
  11. latree wrote:

    aaaa…. aku ngga terlalu ngerti bola. tapi kl harus ke divisi di bawahnya kayanya ya eman-eman.
    mempaertahankan emang lebih sulit dari pada mencapainya, ya toh?

    Posted 30 Apr 2008 at 5:12 am
  12. Mas Kopdang wrote:

    Hahahahaha…
    salaman terus pulang?
    itu mau tanding apa kondangan pernikahan?
    :lol:

    Posted 30 Apr 2008 at 7:44 am
  13. ebeSS wrote:

    lha kok mikir degradasi se sam . . .
    ketua umume iku lho . . . genah gak mari2.. :P

    Posted 30 Apr 2008 at 7:46 am
  14. Okta Sihotang wrote:

    masa degrasi adalah masa paling merugikan..
    intinya bersaing sehat

    Posted 30 Apr 2008 at 9:52 pm
  15. Joanne wrote:

    Saya setuju itu untuk melatih mental!!

    Posted 30 Apr 2008 at 10:27 pm
  16. Wazeen wrote:

    mempertahankan eksistensi, mungkin seperti itulah pertarungan di zona degradasi, sedangkan pertarungan di zona juara berarti mempertahankan dominasi. btw ditunggu review-nya tentang all english final di Liga Champion mas…

    Posted 01 May 2008 at 9:41 am
  17. dadan wrote:

    paragraph terakhir :
    bukannya memupuk mental juara, tapi mental takut kalah yang tumbuh :D
    Padahal kan olah raga adalah salah satu sarana membangun karakter bangsa…

    Posted 01 May 2008 at 1:34 pm
  18. pudakonline wrote:

    Jika degradasi ditiadakan seperti Liga Indonesia pernah bikin, lebih baik nggak usah tanding. Salaman saja di atas lapangan lalu balik lagi ke kamar ganti dan pulang.

    Bikinan Indonesai memang khas sam!

    Posted 02 May 2008 at 7:53 am
  19. mayssari wrote:

    Pokoke Chelsea menang Mas…… :)

    Posted 02 May 2008 at 12:31 pm

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *