Bayern Muenchen, klub paling sukses di Jerman, boleh remuk redam di Piala UEFA. Tapi hari Sabtu ini, mereka bisa juara Bundesliga bila para pesaingnya gagal menang.
Prediksi saya, Bayern bakal juara, entah Sabtu, Minggu atau di akhir musim. Karena mereka lebih konsisten dari pada pesaingnya. Konsistensi permainan adalah kunci agar bisa berprestasi di sebuah kompetisi.
Dari 6 liga utama Eropa (versi saya), tadinya cuma dua — Prancis dan Belanda — yang sulit diprediksi. Tapi sekarang bertambah jadi tiga karena Jerman bergabung.
Membuat prediksi per partai setiap minggu di Liga Prancis dan Belanda sangat sulit. Konsistensi tim berantakan. Suatu pekan, tim A dari papan bawah menang besar di kandang tim B dari papan tengah. Tapi minggu besok, begitu main di kandang sendiri, si B malah kalah besar dari tim di bawahnya. Polanya sangat acak.
Musim ini, Jerman begitu. Bremen, Schalke, dan Hamburg SV sebagai pesaing Bayern justru belang bonteng. Diprediksi menang lawan tim lemah, malah seri. Diprediksi kalah/seri dari tim seimbang, justru menang.
Kalau kita lihat tim-tim juara liga di satu musim selalu polanya jelas. Misalnya, tak terkalahkan di 7, 10, 11, 12 partai dan seterusnya baru kemudian menemui kekalahan. Bukan baru sekali-dua kali menang lalu besok kalah dan kemudian menang lagi.
Saya nggak tahu apa yang bikin klub seperti Bremen, Bordeaux, Nancy, Roma sulit menjaga konsistensi permainan supaya bisa memberi tekanan lebih besar pada kandidat juara. Saya bukan pelatih dan juga bukan pengamat jitu. Barangkali sampeyan yang punya jawabannya.

Comments 18
Nuwun sewu, saya hanya tertarik EPL
Posted 03 May 2008 at 5:45 am ¶karna liganya ketat… lho kok roma masuk? capaian mereka kan lumayan
Posted 03 May 2008 at 5:45 am ¶Indonesia mungkin saja tidak konsisten, selalu kalah besar, ndak dikandang sendiri nggka dikandang lawan, duh!
Posted 03 May 2008 at 8:26 am ¶Indonesia kapan majunyaaaaa (teriak)
Posted 03 May 2008 at 11:40 am ¶Bukannya juara Belanda malah mudah diprediksi mas? kalau nggak PSV ya Ajax. udah gitu doang dari dulu.
Posted 03 May 2008 at 1:15 pm ¶saya juga ndak tau kenapa, padahal klo kekuatan lebih imbang, media juga lebih senang ya..
Posted 03 May 2008 at 3:15 pm ¶Munchen habis kalah 4-0, kasian..
Posted 03 May 2008 at 5:40 pm ¶bsok ntar keren, inter vs milan..
munich menang juga percuma…masa dipecundangi 4-0 sama pasukan advokat?
Posted 04 May 2008 at 2:14 am ¶demam panggung kali …
Posted 04 May 2008 at 8:32 am ¶**wakakakkakakakaka**
gak salah mah kalo bayern jadi bundes liga, selama ini kan memang ditakuti, salute ama pelatihnya malah, pemain pemain keluaran bayern pasti pindah ke klub klub besar..
Posted 04 May 2008 at 8:46 am ¶Begitulah Bola…
Posted 04 May 2008 at 9:24 am ¶Tapi kasihan loh ..ditendang sana sini he he
Salam Kenal
Viva Sepakbola…jangan lupa meliput Euro 2008 ya Mas
Posted 04 May 2008 at 9:26 am ¶Bayern Muenchen emang OK
Posted 04 May 2008 at 9:28 am ¶gua ngga ngerti bolaaaaa!!!!!
Posted 04 May 2008 at 11:41 am ¶kayaknya sampeyan pernah mengulas kalo sekarang klub-klub itu kebanyakan pertandingan, baik yang tim ato membela negara diluar yang jadi model iklan, acara-acara sosialita dll, gimana mau konsisten kalo tenaganya diperah habis-habisan, pemain bola juga manusia
Posted 05 May 2008 at 7:58 am ¶Gak suka liga jermannnnnnnn
Viva MU
road to double winner
Posted 06 May 2008 at 7:19 am ¶Kegagalan mreka di kancah eropa musim ini bisa jadi justru akan membuat tawaran berbuncah-buncah utk beberapa pemain level Eropanya. Ribery, Lucio, Luca Toni, bisa jadi akan berpindah liga musim depan.
Posted 06 May 2008 at 5:03 pm ¶berapa kali bayern muenchen juara bundes liga?
Posted 26 May 2008 at 3:47 pm ¶Trackbacks & Pingbacks 1
[…] Konsistensi permainan itu penting. Sudah banyak pelatih yang ngomong soal ini. “Kami kurang konsisten. Dalam permainan tingkat tinggi, konsistensi akan jadi penentu,” begitu kata herr Thomas Schaaf, manschaaftrainer Werder Bremen, sewaktu ditanya kegagalan bersaing dengan Bayern di Bundesliga. […]
Post a Comment