Saya prihatin melihat Bolanova mendapat perlakuan nggak enak dari visitor. Membicarakan sepakbola memang seperti berada di wilayah abu-abu. Artinya sedikit banyak orang mengerti soal itu. Apapun yang kita tulis bisa saja menuai komentar: “ah basi…itu sih udah banyak orang tahu.”
Tapi apakah kasus Bolanova itu membuktikan bahwa kita (pembaca blog) belum siap berdiskusi?
Saya sendiri berlangganan feed Bolanova. “Lho bukannya kamu udah paham soal bola?” Kata siapa? Nggak ada jaminan seseorang paham A-Z pada satu hal tertentu. Kalaupun ada, mungkin nggak banyak. Membaca blog bola lain justru membuat saya bisa dapat referensi dan sudut pandang lain, lepas apakah analisa di blog itu tidak bagus, tak baik atau nggak benar.
Di feed reader saya juga ada lebih dari 15 blog bola berbahasa asing. Selama saya mengunjungi blog-blog itu, belum pernah saya menemukan komentar yang bisa bikin sakit perut. Meski banyak komentator dengan nama aneh (dan tanpa link blog), tetap menulis komentar dengan rambu saling menghormati. Termasuk di posting yang rawan gesekan suporter sekalipun.
Tapi itulah dinamika ngeblog. Apapun yang sampeyan tulis, tentu ada peluang menerima umpan balik bagus dan buruk. Pertanyaannya, apakah sampeyan bisa menerima itu. Jadi buat mas Adi dan kawan-kawan di Bolanova, maju terus. Saya yakin masih banyak pengunjung yang senang membaca blog sampeyan. Tentu yang senang sepakbola.

Comments 9
bicara tentang komentator blog dan suporter bola jd inget gmn kefanatisan anak bangsa yg saling hujat pada kotak komen detikbola huahahaha.. bahasanya ajaib lucu dan aneh2 bikin perut terpingkal2 dan ngakak sendiri. hiburan ditengah stres melanda
Posted 07 May 2008 at 6:08 pm ¶hehehe…
thanks mas atas dukungannya…
Posted 07 May 2008 at 6:13 pm ¶kalo yg nyerang saya sih belom pernah, mas
Posted 07 May 2008 at 6:33 pm ¶mudah-mudahan jangan sampe
kalo pun sampe dapet ya tergantung isi komennya
saat mulai nulis dan memilih untuk membuka kolom komentar mestiny udah sadar dan siap dng segala jenis komen yg dateng
kalo ga tahan toh tinggal apus
satu yang disuguhkan, tapi persepsi orang bisa beda sam, mungkin fenomena itu yang terjadi di kebanyakan dari kita, dan bahkan tak kurang orang yang sok tahu, akhirnya merasa lebih dan selalu ingin tampil jadi wasit ditengah lapangan.
Posted 07 May 2008 at 7:45 pm ¶butuh kedewasaan untuk menerima perbedaan pendapat ya ?
Posted 08 May 2008 at 8:47 am ¶opo bleh? tawur nang endi iki ..
Posted 08 May 2008 at 10:16 am ¶saya kok malah nunggu “serangan” balik dari postingan2 saya. celakanya kok cuman baru dua. itupun tanpa link dan identitas. padahal saya sangat ingin berbincang dengannya.
atau karena postingannya terlalu personal ya ?
Posted 08 May 2008 at 12:24 pm ¶Mestinya berpendapat itu bebas ya. Pendapat yang pro & cons pun juga mestinya gak dilarang. Cuman koridor kesopanan mesti dijaga juga Sam. Pake ilmu padi aja Sam, semakin berisi semakin menunduk. Semakin kita banyak tahu, semakin kita sadar bahwa kita ternyata tak tahu banyak.
Posted 08 May 2008 at 2:36 pm ¶OOT:
link permalink nya aja.
Posted 09 May 2008 at 12:55 pm ¶kalo mau ngelink, sebaiknya jangan pake link trackback
soalnya gak semua blog ’sepinter’ wordrpess punya
Post a Comment