&mdash September 3rd, 2008
Liga Inggris memang sedang jaya-jayanya. Pemain top dunia mondar mandir main di sana. Pelatih tenar nggak mau kalah. Orang-orang super kaya belum tobat memborong saham-saham klub Inggris. Harga hak siar tv mencatat rekor tertinggi.
Yang teranyar, Liga Inggris punya rekor baru transfer pemain. Menurut kantor akuntan dan investasi Deloitte, nilainya sekitar 500 juta pounds. Ini terbesar di dunia.
Yang istimewa, Inggris melakukannya di saat ekonomi dunia sedang resesi. Padahal bola Inggris sempat diramal bakal kena efek. Ternyata tidak. Industri showbiz bola mereka dinilai terlalu kuat untuk dihantam resesi. Jelas, saat orang lebih senang menahan pengeluaran yang nggak perlu…eh mereka malah jor-joran beli pemain asing. Dengan harga mahal pula.
Akibatnya, orang nggak tahan untuk absen nonton Liga Inggris yang iklim kompetisinya teratur, bersih dan bagus. Kalau sudah begitu, banyak pemirsa banyak untung. Selain hak siar, merchandise pernik klub laris bak kacang goreng. Roda ekonominya bergulir terus. Enak sekali.
Andai hal itu terjadi di Liga Indonesia…
ya mas itu akan terjadi di liga indonesia, pasti! tapi setelah liga lokal negara2 di dunia mengalaminya.
transfer 500 juta pounds itu utang atau cash and carry?
Kalau utang, siap2 aja mengalami nasib kayak Liga Italia.
Liga Indonesia punya potensi, wong pertandingan basket IBL dan DBL(Deteksi) aja yang kurang banyak peminatnya bisa ramai.
Yang diperlukan cuman rebranding bahwa sepakbola Indonesia itu keren dan nggak rusuh. Nggak perlu teknik tinggi dan enak ditonton pertandingannya(wong IBL aja pemainnya masih cemen dibandingkan negara lain tapi laku), cukup yang penonton ngerasa aman dan nyaman dengan stadion, suasana, pengamanan yang memadai, dll.
Tapi.. kalo kata pamanku, sepakbola Indonesia, kalo nggak rusuh nggak ada yang ditonton. Asal jangan penontonnya yang rusuh. Cukup pemain saja.
hore berbatov ke MU (joget_numa_numa)
Karena hak siar yang melangit itu lah makanya di Indonesia tidak bisa menikmati lagi dengan gratis.
kalo manajemen PSSInya msh seperti skrg sih yah siap-siap aja ketinggalan jauh dr negara berkembang yg laen
perbaikan itu seperti kata pepatah alon-alon asal kelakon…
tapi kok yoh wes alon gak kelakon-kelakon …..repot deh
kalo nilai transfer pemain mungkin bisa lah kalo cuman segitu (seribu kembali 500 kan), tapi kalo ga mutu sama rusuh mah teteup aja jalan terus
……Andai hal itu terjadi di Liga Indonesia…….
Mimpi aja enggak pak Hed…
pecah rekornya gara-gara transfer last minute berbatov dan robinho ya?
bener bung Hedi, usaha yg dirintis di awal era 90-an dgn tekad mendatangkan pemain internasional sebanyak2xnya ke inggris skrg menuai hasil. Malah efek negatifnya pemain lokal yg terpinggirkan. Itu ongkos utk sebuah kualitas dan gegap gempita kompetisi sepakbola
Sam, aku mau nanya. Uang transfer itu masuk ke mana sih? Ke klub? Ke pemain? Berapa persen yang ke klub? Berapa persen yang ke pemain? Calonya dapat berapa persen? Dijawab ya Sam.
siapa itu, hed 500 jt poundsterling ? duh, mau klik linknya, mata udah berat. abis buka
kok susah ya di sini, main sportif aja….
Di sini mentalnya masih belum bisnis. Orang-orang belum terbiasa menjalankan kompetisi dan klub sebagai sebuah industri sepakbola, jadi yaaa… masih susah… hehehehe
* skeptis terus mah kalao soal liga indonesia
Di Indonesia bisa kok, Sam..
Alihkan saja dana APBD seluruh daerah 100% untuk sepakbola..
Pasti banyak pemain bintang berdatangan ke Liga Indonesia yang (katanya) Super itu..
Btw itu deloitte perusahaan SAP consulting ?
Yang fenomenal adalah rencana dari pemilik baru machester city, yang siap mengucurkan dana 450 juta poundsterling untuk membangun dream team nya, abramovic kalah jauh tuh.
Dan perang sudah dimulai dengan dibajaknya robinho dari madrid yang sebelumnya diuber-uber chelsea.
komentarku kok ilang???