&mdash September 4th, 2008 {14}
Soal berapa dan untuk siapa?*
Manchester City menggaet Robinho dari Real Madrid dengan bandrol hampir 40 juta euro (32,5 pounds). Pemain Brasil itu jadi pemain termahal di bursa transfer musim panas ini. Apapun, itu biasa dalam trayek jual beli pemain.
Duit sudah pasti masuk ke kas Madrid. Apakah dibayar tunai? Ini yang belum tentu. Bisa juga City bayar 30-50 persen di muka, sisanya dicicil dalam berapa termin ke depan. Mirip dengan kreditan rumah. Tapi dalam kasus City, saya yakin pasti tunai. Maklum, mereka sekarang adalah “The New Chelsea“. Lalu apakah Robinho dapat bagian? Umumnya, si pemain cuma dapat ucapan “semoga anda sukses di klub baru.” Nah, soal beginian tergantung klausul kontraknya waktu di Madrid (klub lama). Dan biasanya, bersifat pribadi nan rahasia. Cuma yang berkepentingan yang (perlu) tahu. Jika fans atau media atau bahkan blogger merasa penting, itu kesia-siaan belaka.
Transfer pemain bola selalu melalui dua tahap. Pertama, kesepakatan antar klub. Harga 40 juta euro tadi adalah antar klub. Yang kedua, antara si pemain dengan klub barunya. Istilah resminya, personal terms — yang isinya paket gaji, bonus dan paket non finansial — dan dibungkus kontrak. Dua proses ini harus positif. Nggak bisa cuma satu saja yang berlaku. Andai Robinho nggak setuju dengan paket remunerasi dari City, ya dia nggak bakalan pindah alias batal walaupun kedua klub sudah sepakat.
Bagaimana dengan agen? Betul, mereka ada di balik jual beli pemain. Dia yang mengurus semuanya. Seluk beluknya bisa dilihat di film Jerry Maguire. Tapi profesi agen sering dicap miring.
Agen sering mengeluarkan berita bahwa pemainnya sedang dilirik klub A, B atau C. Bahkan dia melengkapinya dengan bandrol. Maksudnya supaya klub-klub peminat bersaing menaikkan tawaran. Semakin tinggi bandrol yang bakal disetujui, semakin besar pula komisinya. Maklum, itu memang domain agen. Agen juga sering curang. Mereka nggak jarang main belakang. Pini Zahavi, agen tenar dari Israel, pernah dapat komisi sampai 3 juta pounds. Padahal pemainnya cuma dibeli 7,5 juta pounds. Berarti komisinya nyaris 50 persen. Itulah enaknya profesi agen. Dia bisa dapat komisi dari klub dan juga pemain. Berapa besarnya nggak ada standar. Semua bergantung pada kesepakatan.
Beda dengan di Amerika. Agen pemain cuma dapat persenan 10-15. Lebih dari itu, penjara menanti. Sebab semua atlit pro di Amerika menggunakan pembatasan gaji (salary cap). Jadi nggak mungkin kasus Zahavi terjadi di sana. Lalu bagaimana dengan di Indonesia. Anda tahu, negeri kita punya keunikan. Semuanya serba bawah tangan. Mungkin jika bisa Tuhan-pun tak tahu. Yang beda mungkin soal pengertian kontrak. Di Eropa, uang kontrak bisa termasuk gaji atau bisa juga ada hitungan tersendiri untuk gaji. Sebagian besar kasus, si pemain dapat uang kontrak tapi juga dapat paket gaji dan bonus lagi. Istilahnya dapat dobel.
Di Indonesia, uang kontrak berarti uang gajinya. Misalnya, uang kontrak Bambang Pamungkas dari Persija yang sebesar Rp 1 miliar lebih per tahun berarti besaran gajinya setahun. Masalahnya, apakah pemain Indonesia pantas dibayar segitu dan dari uang yang mayoritas pake dana ABD. Terus terang, ini bagian yang sulit.
*Semoga menjawab pertanyaan Mas Puji.
weih baru tau bepe segitu bayarane kang…
kerjane latihan latihan ae dibayar sak milyar setaun. gapleki
eh seru tuh kalo dibikin film dokumenternya … satu milyar ya … hmmm *dipakai buat apa aja ya duit segitu*
kirain nilai transfer itu ‘harga beli’ antar klub aja, pemain cuman ngliatin aja, ternyata dia dapet juga ya
Sam, terima kasih atas jawabannya. Kalo ini jawaban ujian, nilainya adalah A++ . Mantabbb….
transfer pemain bisa liwat ATM ndak kang?
di AS gaji dibatasi, tapi kalo endorsement segudang.. gakpapa juga sih.. paling IRS yg nguber2, seperti di sini orang pajak kejar setoran NPWP
btw, layoutnya bung hedi baru yak..
oh gitu ya…
Kalau tidak salah, rekor termahal untuk gaji pemain lokal itu Budi Sudarsono dari Persik kemudian disusul Ismed Sofyan ya?
“Sebab semua atlit pro di Amerika menggunakan pembatasan gaji (salary cap). ”
- Iya, pake salary cap, tapi batasannya juga gede banget!
Pemain kelas teri di NBA bisa senilai pemain menengah di BPL.
Contohnya? cari sendiri aja, hehehe….
Manteb!! this is what i’ve been looking for..
Kalo soal APBD itu memang susah Sam, seperti simalakama. Sponsor tentu akan mikir-mikir kalau disuruh mendanai tim-tim gurem.
Mendingan nyeponsorin sayah….
***opo hubungane…***
Gak pengin mbahas lebih lanjut sepak terjang Al Fahim dan ADUG-nya, yang katanya punya duit ribuan triliun? Kira-kira siapa lagi ya, yang akan nyusul Robinho ke Man City?
maaf jika isi pesan berikut mengganggu aktivitas kamu.. aku cuma mau kasih tau aja, ada sebuah situs social bookmarking yang berisi kumpulan berita-berita menarik yang paling update diseluruh indonesia,dan memang situs ini berbasis bahasa indonesia… klo nggak keberatan tolong cek situs ini yah.. semoga bermanfaat..
>>> http://www.lintasberita.com
coba di share aja semua tulisan km di situs itu ,mudah2an bisa membantu naikkan traffic blog ini ,keep up the good post ok.. btw.. ever thought bout adding lintasberita’s widget?? cek disini aja yah
>>> http://www.lintasberita.com/tools.php
thanks…. sory klo keliatannya spamming.. but seriously… im just helping you out here…