Misteri Tendangan Bebas
Dua hari lalu, tendangan bebas kapten Persela Lamongan, Marcio Souza, ke gawang Pelita Jaya mengingatkan saya pada bintang Bologna dan Lazio, Giuseppe “Beppe” Signori. Mereka sama-sama hanya butuh selangkah untuk menendang bola. Bedanya, Souza pakai kaki kanan, sementara Beppe dengan kaki kidal.
Saya selalu takjub dengan gol dari tendangan bebas. Bola meluncur, melengkung dan melesat dengan kecepatan minimal 80 km per jam. Rasanya seperti magic.
Tendangan bebas memang sebuah misteri. Selama bertahun-tahun, para ahli fisika meneliti berbagai tendangan bebas dari kompetisi liga sampai piala dunia.
Tendangan bebas yang paling monumental dan menarik perhatian para ahli adalah punya Roberto Carlos. Terutama waktu Brasil lawan Prancis 3 Juni 1997 di Stade de France, Paris. Dari jarak 30 meter, bola eksekusi Carlos melewati pagar hidup pemain dan melengkung bak pisang. Hampir semua mata mengira bola akan keluar dan mengenai anak gawang, namun sepersekian detik justru berubah arah dan masuk ke gawang Fabien Barthez.
Para ahli kemudian mendapat kesimpulan. Gol Carlos terjadi karena unsur kombinasi arah angin, tekanan angin, gaya gravitasi yang terjadi di alur bola, jarak, kondisi lapangan dan bola itu sendiri. Andai dia disuruh menendang lagi dari jarak yang sama, belum tentu jadi gol.
Itu sebabnya, seorang fisikawan asal Inggris — Dr. Ken Bray — mendapat kesimpulan terbaru soal tendangan bebas masa kini. Menurutnya, para algojo pintar mengeksploitasi tidak pastinya gaya melayang dan kecepatan bola modern setelah ditendang. Makanya dia merekomendasi FIFA untuk membuat aturan baku aerodinamika bola pasca ditendang.
He argued that Fifa already dictates the size, weight and bounce of footballs used in competitive matches, but does not specify how the ball should behave when it is kicked. — The Telegraph
Tapi apa iya pemain yang jago tendangan bebas model Cristiano Ronaldo atau David Beckham sampai segitu tahu soal kekacauan arah bola setelah ditendang. Boleh jadi. Kadang pemain mengeluh soal bola yang sulit dikontrol, terutama jika mau dipakai di turnamen negara. Keluhannya selalu soal pantulan dan gaya melayang bola.
Berarti yang kasihan para kiper. Posisi mereka sangat fatal. Salah mengantisipasi bola, gawang bisa bobol. Masih bagus kalau cuma disemprot pelatih dan teman setim. Kecaman fans yang kadang kelewatan dan bikin frustrasi.
Tags: Tendangan bebas
September 10th, 2008 at 7:25 pm
nek bedane tendangan pisang dan tendangan pisang goreng, opo mas?
September 10th, 2008 at 8:11 pm
lek tak pikir, intuisi justru lebih dominan pada tingkat keberhasilan tendangan bebas, tapi tentu saja, intuisi yg terlatih dari si penendang.
September 10th, 2008 at 8:14 pm
tendangan pisang…??? Walah nek aku malah seneng tendangan “pisang” si tonggos Dinho Mas….
September 10th, 2008 at 9:15 pm
pemain kaya cr7 atau beckham kemungkinan besar nggak ngerti macem-macem parameter kaya gravitasi, kombinasi arah angin, etc
kalo banyak latihan dengan bola - pasti jadi hapal karakteristik bolanya.
practice makes perfect :d
September 10th, 2008 at 11:14 pm
pancene susah dadi kiper sam. makanya, sebelum dimarahi sama yang lain-lain, lebih dulu ngamuk-ngamuk sama pemain belakangnya. lihat aja gaya schmeichel atau kahn, setiap kali gawangnya nyaris bobol, pasti langsung nyemprot bek-nya, takut keduluan (maklum, pengalaman jadi kiper klub kampung)
@deny: kalau bolanya mendadak diganti, bisa kacau dong tendangannya. mungkin biar aerodynamic propertynya berubah, sebelum ditendang perlu dikencingi dulu
September 11th, 2008 at 1:48 am
loh… sampeyan yo ndelok liga indonesia juga toh…
wah podo sam… ayas yo tahil kemarin…hidup liga indonesia
September 11th, 2008 at 7:57 am
signori bukannya 2 langkah ya? kalo sepak pojoknya van basten gimana tendangan pisang tanduk kah?
September 11th, 2008 at 8:10 am
itu para ahli disuruh main bola aja biar ngrasain. ga cuma omong ajah. hahaha.
September 11th, 2008 at 8:13 am
pantes kalo di PS carlos ambil ancang-ancangnya jauh bgt
September 11th, 2008 at 8:38 am
menjadi misteri ya, Kang…
tapi saya suka kelegaan Roberto Carlos di detik-detik terakhir…
nah… plongg!!!
kalau musuhe misuh-misuh, mungkin, hihi
September 11th, 2008 at 11:11 am
saya pernah membaca penelitian ilmiah tentang tendangan bebas pisang ini.. entah dimana aku lupa… semacam majalah bola gitu deh…….. banyak pakar dan ahli fisika yang terlibat… wik ternyata sepakbola tidak melulu gasak sana gasak ini… ada perhitungannya.. wikiki,ikiki
September 11th, 2008 at 11:22 am
@Anang: bener…ini yang biasanya aku pake buat menangkal para pembenci bola bahwa main bola ga cuma 22 orang rebutan satu bola xixixi
September 11th, 2008 at 1:54 pm
Kalo prinsipnya Beckham seh… practice make prefect. Beckham kan latihannya pakai ban digantung di gawang gitu…
Katanya juga, Beckham dan Roberto Carlos ternyata jago matematika.
September 11th, 2008 at 1:55 pm
jadi kiper itu emang susah. selalu dirugikan karena peraturan banyak yang dibikin dgn tujuan menciptakan lebih banyak gol.
September 12th, 2008 at 8:37 am
saat ini mungkin msh Pirlo yg terbaik
September 12th, 2008 at 6:01 pm
Kupikir para kipper-pun akhirnya tak hanya gambling menduga-duga kemana bola akan mengarah. Kipper-pun akan mulai memperkirakan arah angin, tekanannya, jarak bola yang akan ditendang, etc deh. Hanya saja tatkala perhitungan-perhitungan di kepala kipper sedang berlangsung, bola sudah kadung duluan ditembakkan. Yach … kebobolan lagi deh!
September 13th, 2008 at 7:46 pm
Mgkin suatu kali nanti ada gol tendangan bebas akhirnya dianulir. Pdhal wasit sdh mensahkan. Gara2nya, stl diperiksa lewat tayangan ulang, bola itu ngobeng paska ditendang, dan ngobengnya tak sesuai dg aturan yg berlaku. Main bola jadinya makin susah. Kasihan PSSI.
September 14th, 2008 at 3:53 pm
ora ono bedane om .. podo enake
piis .. salam kenal