Bahasa Sepakbola
Striker Roman Pavlyuchenko di Tottenham Hotspur harus cepat-cepat bisa bahasa Inggris jika nggak mau kena hukum pelatih Juande Ramos. Pelatih nggak mau dengar alasan Pavlyuchenko tampil jelek karena belum mengerti bahasa Inggris.
Rafael Benitez juga selalu berbahasa Inggris saat tim Liverpool sedang berkumpul. Dia nggak pernah mau membuat session sendiri untuk pemain sesama Spanyol. Lalu jika mereka belum paham bahasa Inggris? ” Itu urusan mereka dan artinya segeralah selesaikan kelas bahasa,” ujar Benitez beberapa tahun lalu.
Untuk pemain, bahasa isyarat bisa jadi alat komunikasi di lapangan. Jika itu mentok, bahasa tarzan menjadi jalan keluar. Bagaimana bentuk bahasa tarzan, saya sendiri nggak tahu. Pemain-pemain dari Afrika dan Amerika Latin di Indonesia pasti paham soal dua bahasa itu sewaktu belum bisa bahasa Indonesia.
Tapi buat pelatih, kesatuan bahasa menjadi penting. Akan lebih penting lagi bagi tim Inggris. Klub dari negeri Ratu Elizabeth itu biasa berkumpul bersama sehari sebelum tanding. Apapun yang mereka lakukan, sang pelatih harus bicara dalam bahasa Inggris. Siapa yang tak paham, silahkan tanggung sendiri. Mencoba bicara dalam bahasa pemain satu per satu hanya akan menghabiskan waktu dan pesan secara tim justru tak sampai. Hasilnya, tidak kalah pun sudah bagus.
Coba anda lihat link video berikut.
Tags: Bahasa, Juande Ramos, Liga Inggris, Pavlyuchenko, Rafa Benitez
September 25th, 2008 at 7:01 pm
harus kursus bahasa english ala EF tu mas… hehehehe…
September 25th, 2008 at 10:14 pm
bagaimana klub menyewakan penerjemah kayak sidang2 internasional itu? tiap pemain (asing) memakai headset. :))
September 26th, 2008 at 1:13 am
mas, aku ga iso ndelok videone, kompiku ga iso, di banned manajer IT..
mbok aku diceritani isi videone…
September 26th, 2008 at 7:49 am
OOT: mas, kirain bakal nulis jg soal Ronny Pattinasarani…hhehehe
September 26th, 2008 at 10:16 am
pake TransTool sajah, ditanggung makin bingun. kekekekekk…
September 26th, 2008 at 11:13 am
harusnya ngertinya cuma. .. GOL!!
September 26th, 2008 at 1:05 pm
saya masih bingung, kok ada pemain yang ngga bisa bahasa pelatihnya tapi tetep ngerti instruksinya.
kok aneh ya?
September 26th, 2008 at 5:36 pm
Eh, bukannya sepakbola itu sendiri adalah bahasa paling mendunia, Mas?

September 26th, 2008 at 11:11 pm
hahaha aneh2 saja. maen di epl belum bisa bhs inggris
September 26th, 2008 at 11:48 pm
kok repot…
11 pemail di lapangan sangu kamus wae…
hahahaha
September 27th, 2008 at 2:40 am
bahasa terbaik adalah bahasa saling memaafkan..

mbok yao si Chenko minata maaf dan memberikan sepiring opor ayam plus ketupat buat si ramos..
inget lho Ramos Juande..bukan Ramos Horta…!
September 27th, 2008 at 6:42 pm
Bisa banyak bahasa pasti ndak ada ruginya. Tapi, kadang-kadang susah bisanya…. Hehehe
September 28th, 2008 at 12:37 pm
OOT, mas’e, suwun buat ucapan puasanya ya. ini libur lebaran bahasa sepakbolanya kayak gimana?
met liburan ya mas (kalo ada libur, hehe). mohon maap lair batin.
September 28th, 2008 at 5:25 pm
berarti repot banget kalo maen di liga russia ya. Bahasa susah, hurup2xnya apalagi
September 28th, 2008 at 11:01 pm
Kalau pemain asing yang dilatih oleh pelatih PSS Sleman gimana ya..
* kok underestimate ya h ehe
September 29th, 2008 at 4:03 am
Saya kira bahasa tarzan adalah bahasa yg paling universal. Saya sering pakai bahasa ini kalo ngomong dg ekspatriat di kantor.
September 29th, 2008 at 12:34 pm
klik linknya dulu ah
October 1st, 2008 at 8:05 pm
[...] Pelatih Juande Ramos juga punya sedikit salah. Dalam sepakbola ada aturan tak tertulis. “Jangan pernah memainkan tim yang isinya 50 persen lebih pemain baru.” Alasannya, kekompakan butuh waktu. Ramos justru menurunkan semua pemain barunya sebagai pemain inti. Lebih gawat lagi, sebagian besar dari mereka belum lancar bahasa Inggris. [...]
October 3rd, 2008 at 11:00 am
eh aku dari dulu penasarab. para pelatih kalo dikirim ke negara laen, kayak si hiddink yg selalu keliling. pake bhs apa yak ? orang russia atau korea khan gak bisa inggris ?
October 3rd, 2008 at 11:01 am
td aku komen, kok ilang yak…
testing