Andai Indonesia Seperti Argentina

Sudah lama saya “iri” dengan orang Argentina. Untuk urusan sepakbola, pemain Argentina punya dua daerah rantau istimewa di Eropa — Spanyol dan Italia.

Mereka ke Spanyol, tak ada gagap budaya. Bahasanya sama. Jika nggak laku di sana, bisa hijrah ke Italia. Bahasa juga nggak jadi soal. Banyak orang Argentina bisa bahasa Italia. Lebih klop lagi, sepakbola Spanyol dan Italia tetap berbau latin — meski berbeda gaya.

Kedakatan historis membuat Spanyol dan Italia seperti berebut para argentinos. Italia adalah pendiri negara Argentina. Mirip seperti Inggris dengan Australia sebagai tempat buangan. Argentina kemudian dijajah Spanyol. Nggak heran banyak orang Argentina punya nama depan Spanyol tapi bermarga Italia. Pemain Argentina jadi gampang dapat paspor Spanyol atau Italia.

Bagaimana dengan prestasi mereka di La Liga atau Lega Calcio? Menurut yang saya ingat, pemain Argentina lebih sering sukses di Italia ketimbang di Spanyol. Di La Liga mungkin hanya Alfredo di Stefano atau Fernando Redondo dan sedikit lainnya. Tapi sebut Diego Maradona, Abel Balbo, Claudio Caniggia, Jose Chamot, Nestor Sensini, Hernan Crespo, Juan Sebastian Veron atau Gabriel Omar Batistuta. Inter Milan pun musim lalu punya tujuh pemain Argentina!

Mereka sukses dan menuai nama besar di negeri pizza itu. Yang terbaru adalah Mauro Zarate. Cuma jadi cadangan di Birmingham City, kemudian dibeli klub Timur Tengah, eh sekarang malah ngetop di Lazio walaupun cuma berstatus pemain pinjaman. Sejauh ini, Zarate sudah bikin enam gol dan jadi top scorer sementara Serie A.

Mestinya Indonesia bisa. Kita punya kedekatan historis dengan Belanda. Walaupun bukan historis yang bagus. Dulu banyak orang (termasuk pendiri bangsa) bisa leluasa pergi ke Belanda. Entah mengapa sekarang tidak. Minimal jadi pemain didikan di Ajax atau Feyenoord. Tapi memang jelas kualitas pemain kita masih jauh dari harapan. Irfan Bachim yang gemblengan sana pun sampai sekarang nggak muncul di Eredivisie. Andai kualitas ada, saya nggak tahu apa pemain kita kuat udara dingin. Pemain Argentina bisa enak di Eropa karena terbiasa dengan cuaca sub-tropis Amerika Latin yang punya musim dingin juga.

Saya jadi ingat kisah Rocky Putiray yang sempat mau dikontrak klub Prancis, Auxerre, lebih dari 10 tahun lalu. Dia diminta pergi ke sana untuk tes (formalitas). Pelatih Guy Roux sudah kepincut dengan Rocky waktu lihat dia main di Denpasar. Tapi dasar nasib tidak mengizinkan. Sewaktu dites Auxerre, Rocky seperti orang baru bisa main bola. Bukan apa-apa, waktunya nggak pas. Dia ke sana bulan Januari saat winter sedang menggila. “Boro-boro nendang, mas. Bisa lari aja udah bagus. Suhunya 10 derajat,” begitu kata si nyong ambon ini sewaktu pulang kepada wartawan.

Nasib memang nggak mendukung. Selain cuaca, andai Indonesia pernah dijajah Italia atau Spanyol. Mungkin kita bisa lihat pemain Indonesia jadi pemain inti di Serie A, bukan cuma Primavera atau bukan cuma jadi kiper cadangan ketiga seperti Kurnia Sandy di Sampdoria dulu. Realita sekarang justru banyak pemain Argentina yang cari duit dan nama di sini, di Liga Indonesia.

Tags: , , , ,

16 Responses to “Andai Indonesia Seperti Argentina”

  1. imcw Says:

    Ada satu hal yang membuat Indonesia mempunyai kelebihan dari negara itu yaitu Indonesia adalah satu satunya kepala PSSI-nya seorang kriminal dan memimpin PSSI dari penjara.

  2. aRuL Says:

    tapi kalo kita membandingkan dg argentina, Indonesia kayaknya kalah dalam hal persepakbolaan..karakter permainan yang membedakan, termasuk historis.

    btw kalo ita dijajah byk negara berarti kita ntar bisa maju dong.. hehehe :D

  3. Anang Says:

    mas denger2 dulu robby darwis malah mau dilirik juventus lho.. piye critane kuwi?

  4. nothing Says:

    hihihi..
    kabare rigan agachi sing mbiyen nang PSV pye mas?? aku kok ga tau krungu neh kabare

  5. iman brotoseno Says:

    Jadi ingat dulu Fandi Ahmad ketika dikontrak klub Groningen dari Belanda. fandi yang biasanya lincah ( apalagi pas main di Niac Mitra Surabaya yang suhunya 40 derajat ), jadi mengkeret di tanah londo yang angin utaranya membawa suhu ke titik 5 derajat. Ditambah ia selalu ketakutan kalau pas makan, alasannya ini halal nggak ?
    jadi repot khan….makan nggak cocok, suhu kedinginan
    Atau jangan jangan kita cocoknya main di liga arab kali ?..

  6. Moes Jum Says:

    wiss lahh gak perlu iri sama wong2 Argentina sana. Siapa tau Indonesahh itu memang gak pantes main tapi pantes jadi hooligan. Kualitas kekerasan dari hooligan Indonesahhh plus pemainnya kan gak kalah sama hooligan Eropa … hehehe

  7. mas kopdang Says:

    argentina dengan indonesia sebetulnya sama. Plus dengan suhu daerah selatan yang ndak terlalu ekstrim. Masalahnya orng Indonesia sudah terlanjurdi dididik jangan terlalu ngoyo, ambisi besar itu tidak baik, jangan rebut rejeki orang, dan pola pikir lainnya yang menjadikan urusan suhu aja belum bisa didamaikan.
    :P

  8. JalanSutera.comâ„¢ Says:

    Sam, membandingkan sepakbola Indonesia dengan sepakbola Argentina ibarat membandingkan bulutangkis Argentina dengan bulutangkis Indonesia. Sepakbola Argentina maju, sama seperti bulutangkis Indonesia. Bulutangkis Argentina jeblok, sama seperti sepakbola Indonesia.

    Kesimpulannya apa, Sam? Yah masing-masing orang punya talenta tersendiri, juga budaya dan nasib. Nampaknya keirian Anda tentang nasib sepakbola Indonesia sama dengan keirian seorang blogger dari Argentina yang menyesali nasib bulutangkis di negaranya yang gak maju-maju.

    Pisss ah….

  9. latree Says:

    susah dong kalo pemain Indonesia mau ke sana
    perbedaan cuaca terlalu nyiksa…

  10. abdee Says:

    menurutku masalah mental kok mas…

    bima sakti sukses di helsingborg.
    sayang orang2 PSSI menggodanya untuk main di liga indonesia….
    daripada jauh-jauh di swedia.

    payah tenann..

  11. nonadita Says:

    kalao orang Indonesia mau jajal negara2 Asia masih bisa lho kayaknya, Arab gitu.. Mungkin :mrgreen:

  12. anny Says:

    Sepakbola maniak ya? Lam kenal ya………

  13. jagoan seo Says:

    tiap negara dan penduduknya punya karakter sendiri-2. gak usah lah kita membadingkan terlalu jauh dengan argentina. Disamping memang jauh juga karakternya gak sama.

    yang pasti Indonesia indah, Indonesia hidup..ah Indonesiaku yang selalu menggoda untuk kembali disaat di negeri orang.

  14. escoret Says:

    wakakakka..10 derajat..????
    ga bisa bayangin suhu segitu….cocoknya buat bulan madullllll..kekekke
    aku smpe sana cuman kelonan.

  15. galih Says:

    Mungkin Belanda bukan penjajah yang baik seperti Inggris, Italia, atau Spanyol (emang ada penjajah yang baik?) :D

  16. bangsari Says:

    liputan kali ini sangat komplet. aku ra takon neh. :D

Leave a Reply