Mencari Kenistaan

“PSIS itu mainnya jelek, kalah melulu dan sekarang malah dikerjai wasit.” - Manajer tim PSIS, Yoyok Sukawi, seusai laga melawan PSMS Medan kepada wartawan.
Lalu, dengan berusaha menghajar si wasit, apakah berarti PSIS akan membaik dan menang terus?
Apakah kemudian PSIS bakal mendapat sponsor berlimpah supaya paceklik dana bisa tertanggulangi?
Sebagian besar orang tahu jawabannya. Inilah contoh kecil terbaru dari kebobrokan sepakbola Indonesia (yang dulu pernah saya tulis berseri).
Percayalah, hanya kenistaan yang bisa direngkuh.
NB: Gambar di-copy dari memo.blogombal. Foto asli dimuat koran Kompas edisi 10 Oktober 2008 dan milik Kompas pula.
Tags: Liga Indonesia, PSIS Semarang, Ricuh
October 11th, 2008 at 7:35 am
yak, sepakbola jadi ajang tinju..
October 11th, 2008 at 10:45 am
Mantap! Tonyor-tonyoran terus kapan bal-balane
October 11th, 2008 at 11:01 am
itu yoyok kesambet?
October 11th, 2008 at 11:04 am
“PSIS itu mainnya jelek, kalah melulu dan sekarang malah dikerjai wasit.”
Jawab aja: “Lha manajernya kayak gitu sih”..
October 11th, 2008 at 11:42 am
Mungkin wasit Indonesia harus disiapkan kostum anti huru-hara, mungkin kostum besi atau celana dalamnya sekalian, dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan
October 11th, 2008 at 12:57 pm
wes jan toh yoh…kapan dewasane iku kang…
October 11th, 2008 at 2:01 pm
Apa boleh buwat.
Olah raga sepak bola da Indon basic latihannya adalah karate….
October 11th, 2008 at 5:44 pm
kalo gak gini persepakbolaan kita jadi gak seru
October 11th, 2008 at 8:18 pm
wes jian ngisin2 i tenan
October 11th, 2008 at 9:33 pm
ohh..psis…ohhh arema…ohh…(berikutnya siapa pak hed..?)
October 11th, 2008 at 11:34 pm
HE..HE… GAK SERU KALI YA KLO GAK ADA TINJU2ANNYA… HE..HE…
October 12th, 2008 at 12:48 am
padahal saya sempat salut dengan PSIS yang bisa bertahan dengan anggaran minim..
ah…ya wes lah..sepak balan indonesia pancen ngono kok..
October 12th, 2008 at 1:25 am
makanya itu, sampeyan mbok cepet-cepet aja jadi ketuane..
saya ndukung dengan doa wis..
October 12th, 2008 at 9:53 am
hajar aja bleh
October 12th, 2008 at 10:56 am
Huahahahaha, aku pernah liat di negara lain juga ada yang lebih brutal, jadi sante aja…
October 12th, 2008 at 7:51 pm
Benar benar deh. *ngurut dada dengan miris*
October 12th, 2008 at 8:18 pm
iki sopo yo sing ra nduwe isin ?
October 13th, 2008 at 2:29 am
Jangan-jangan apa yang terjadi lapangan bal-balan itu memang potret sosial kita. Bukankah di luar stadion orang juga terbiasa main hakim sendiri? Bukankah di luar stadion orang terbiasa melanggar hukum?
October 13th, 2008 at 6:01 am
aku punya usul mas, piye kalo semua media di indonesia kompak boikot berita liga indonesia?
October 13th, 2008 at 8:00 am
idem paman tyo ah
October 16th, 2008 at 8:56 am
liat bola apa tinju yach
pusing ama sepakbola indonesia ga maju2
October 20th, 2008 at 11:00 am
gambaran sosial kita??? kayaknya iya!
–makmum pakde tyo–
December 1st, 2008 at 3:58 am
[...] membayangkan jika insiden di Stamford Bridge itu terjadi di Indonesia. Wasit pulang dengan badan tanpa lebam sudah untung. Stadion tidak rusak diamuk massa penonton pun sudah bisa diartikan sepakbola kita [...]
December 19th, 2008 at 2:33 pm
[...] membayangkan jika insiden di Stamford Bridge itu terjadi di Indonesia. Wasit pulang dengan badan tanpa lebam sudah untung. Stadion tidak rusak diamuk massa penonton pun sudah bisa diartikan sepakbola kita [...]