&mdash October 23rd, 2008 {14}
Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) berencana pindah kantor dari Kuala Lumpur, Malaysia. Lokasi baru belum ditentukan. AFC masih menunggu usulan dari negara anggota.
Syarat untuk jadi tuan rumah markas baru AFC cukup berat. Ada tiga syarat utama: sanggup memberi hutang tanpa bunga, bebas pakai stadion di negara tersebut dan minta disediakan status diplomatik buat pejabat terasnya. Yang pasti, mustahil AFC memilih Jakarta. Dua syarat utama nggak mungkin disanggupi Indonesia.
Waktu Malaysia dengar syarat ini, mereka langsung rela melepas AFC cari kantor baru di luar Kuala Lumpur. Malaysia heran kenapa AFC menganggap dirinya seperti PBB.
Ini “hebatnya” AFC. Prestasi benua belum seberapa, permintaan sudah aneh-aneh. Saya nggak tahu apakah pejabat utama FIFA atau UEFA juga punya status diplomatik. Rasa-rasanya tidak.
Soal lokasi baru, saya lebih suka di negara netral atau daerah yang sepi konflik. Jepang, Cina atau Korea Selatan lebih aman. Repotnya, Asia nggak punya negara netral seperti Swiss di mana FIFA dan UEFA berkantor.
Tapi media Asia merasa syarat di atas itu cuma akal-akalan Mohamed Bin Hammam, bos AFC. Dia pasti mau memindahkan kantor ke Timur Tengah. Uang bejibun, stadion mentereng tinggal bangun dan pemerintahnya pasti siap memberi status diplomatik. Saya pikir AFC akan pilih ke Uni Emirat Arab. Entah Dubai atau Abu Dhabi. Mungkin juga pindah ke negaranya Hammam, Qatar.
Gonjang ganjing kantor baru ini berbau tidak profesional. Bukannya mematangkan sistem dan visi kompetisi supaya bisa bersaing dengan benua lain, AFC justru ribut-ribut soal kantor. Tapi semoga saja kantor baru meningkatkan profesionalisme AFC. Siapa tahu sepakbola Indonesia bisa ketularan.
kok jd mirip pssi…
pindah ga pindah mana bukti prestasi?
kenapa tidak di australia aja? sekalian semakin anehnya kekeke
lho, lebih tepatnya AFC koq kaya’ PSSI
..
ini bukti, bahwa PSSI sudah menjajah AFC. hahaha
Indonesia mbok nawarin..jadi kalau ada tawuran bola, AFC sekaligus menjadi pemerhati sepak bola unik negeri ini
saya pas baca berita ini di kompas juga semi heran dan takjub..
`kok iso??`
hehehe,,, pikiran pertamaku langsung menuju ke PSSI. Mirip
OOT. Udah lama gak ketemu mas hedi
gitu yah… gak di sini pa di sana sama ajah…
kayaknya Brunei bisa di jadikan alternatif kantor, negara kaya..:-)
biar sepakbolanya semakin maju..
saya sepakat kalo AFC berkantor di Indonesia. Taruh aja di nusa kambangan. bagus itu
adda adda sazza bah! *pake logat medan*
Cipinang aja!