RSS You're reading Menang dan Kalah Sama article on sekadarblog

Menang dan Kalah Sama

Suporter bola itu memang susah ditebak. Apa yang bisa bikin mereka senang gembira dan berlaku bak anak mami? Jawabannya nggak pasti.

Jika tim kalah, suporter mengamuk sudah biasa. Apabila suporternya adem ayem malah banyak orang heran. “Tumben, kok nggak ada kerusuhan?”

Bila tim menang, ya nggak ada kepastian juga suporternya bakal pulang dengan damai. Walaupun tentu lebih sering aman-aman saja, kecuali suporter mabuk yang résé dan ngoceh nggak karuan.

Hari Sabtu ada dua insiden unik soal suporter.

Di Jayapura, suporter Persiwa Wamena mengamuk karena timnya kalah dari Persipura Jayapura. Mereka bentrok dengan polisi.

Sementara di Inggris sana, suporter Sunderland masuk ke lapangan dan melempari tim Newcastle United serta menyerang polisi. Padahal timnya menang!

Mungkin benar kata para sosiolog massa. Suporter itu selalu punya agenda sendiri begitu masuk ke stadion. Tentu yang utama adalah menang, tapi menang++. Untuk kasus di dua tempat beda itu, ya menang segalanya yang dicari.

Mereka nggak mau lagi kalah dari Newcastle, sudah delapan tahun mereka merasakan. Orang Wamena ogah lagi takluk dari Jayapura. Jangan cuma di sepakbola, tapi semuanya — dari A sampai Z. Tuntas.

Tentu itu nggak baik. Tapi inilah bumbu sepakbola. Ini yang bikin penasaran. ;)

Urusan suporter kadang bikin susah klub. Mereka rusuh, klub pasti didenda dan dilarang main di kandang atau tanpa penonton. Serba salah. Suporter dibutuhkan buat membakar semangat tim. Tapi kalau berulah, tim juga yang susah. Ya, kan?

Ϡ

12 Responses to “Menang dan Kalah Sama”

  1. BAKAAAAARRRR………….!!!!

    HAJAAAAAARR……………….!!!

    ***kabouuuuur….*** :mrgreen:

  2. Anang says:

    kayak wanita aja susah dimengerti

  3. Kyai slamet says:

    Bingung kang? Banyak teori yang berusaha menjelaskan. Kalo psikologi ini sudah pada ranah psikologi massa. Massa itu irasional, emosional, impulsif, agresif dan impulsif.
    Tapi kenapa massa blogger pas malem sabtu adem-adem saja. Kan gak ada pemicunya?
    Ah, namanya juga teori :d
    **asyem, komenku kok tumben serius**

  4. galih says:

    Tapi uniknya kenapa stadion di inggris sangat dekat dengan penonton ya? Tanpa pagar pembatas pengaman?

  5. awi says:

    jadi serba salah ya kalo berurusan dengan suporter ini, kalo kalah trus nyerang yg menang, masuk akal kali. tapi kalo udah menang trus masih nyerang yg kalah kayaknya kasian gitu. tp yg jelas tawuran suporter tdk hanya terjadi disini, di luar negeri juga sama

  6. mas kopdang says:

    makanya tiket dibuat mahal sekalian.

  7. kenny says:

    ya itulah salah penyebab sepak bola tetep popular, banyak nilai tambahannya…tambahan huru hara :D

  8. Epat says:

    mungkin kedepan akan ada profesi baru untuk psikolog, khusus untuk menghandle para suporter hehehe

  9. nico says:

    iyo kang bener. kadang dilema juga..

  10. snydez says:

    sunderland sama newcastle united itu tetanggaan, cuma dipisah sungai.
    jadi bisa dibilang itu udah kaya’ derby, apalagi satu underdog, satu nyaris tenar. underdog menang, euforiaaa!

  11. bangsari says:

    kalo manut aturan berandalan kampungku, ndak penting menang apa kalah. yang penting, kalo ada banyak orang berarti ajang untuk pamer aji, pamer kekuatan. biasane sekalian ajang golek pacar. halah.

  12. Tigis says:

    hehe mgkin rasanya bisa lebih puas kuadrat kalo pas menang mreka jg skalian menghajar supporter yg kalah :mrgreen:

Leave a Reply