Maradona

Siapa nggak kenal Maradona. Mungkin angkatan kelahiran 80-an cuma bisa nonton aksinya lewat Youtube!. Tapi mereka nggak akan protes soal cap Maradona sebagai legenda atau dewa bola dunia.

Sebentar lagi, dia bakal melatih Argentina. Bakal sesukses masanya bermain?

Belum tentu.

Bermain dan melatih adalah dua hal berbeda. Malah saya lihat seperti ada “pemisahan nasib”. Terkenal dan sukses sebagai pemain, tapi langganan dipecat sebagai pelatih.

Nggak ada jaminan pemain sukses akan jadi pelatih tokcer pula. Dalam ajang timnas, setahu saya cuma ada dua — Franz Beckenbauer (Jerman) dan Mario Zagallo (Brasil). Itu pun karena keduanya sudah lama berkarir di klub.

Yang lebih banyak justru kebalikannya. Sven-Goran Eriksson, Fabio Capello, Marcello Lippi, Jose Mourinho, Alex Ferguson, Arsene Wenger dan sebagainya adalah pelatih top yang malah nggak dikenal waktu masih jadi pemain.

Saya belum pernah melatih. Main pun nggak bisa. Tapi rasanya melatih tim punya dua kunci; ahli strategi dan ahli motivasi. Apakah Maradona sudah punya keduanya?

Strategi, saya nggak yakin. Dia cuma punya sedikit pengalaman melatih. Cuma dua klub dia latih dan itu pun hanya klub kecil dan nggak lebih dari enam bulan. Tanpa pengalaman di klub dan langsung menangani timnas, nasib di kursi pelatih tak akan melebihi Marco van Basten di Belanda. Tidak dipecat pun sudah bagus.

Maradona juga nggak pernah bersinar setelah gantung sepatu. Narkoba, alkohol dan obesitas malah sering jadi berita.

Tapi, nggak tertutup kemungkinan Maradona meraih sukses. Kualitas pemain Argentina nggak usah diragukan. Maradona dianggap dewa di Argentina. Pemain manapun pasti senang jika dilatih orang seperti dia. Minimal Sergio Aguero bakal sumringah. Maklum, pemain Atletico Madrid itu menantu Maradona.

Dia punya kharisma. Pemain akan mendengarkannya seolah mendengarkan sabda nabi — Marcello Lippi, pelatih Italia.

Tags: , , ,

11 Responses to “Maradona”

  1. edy Says:

    hmm apa nalurinya di sepakbola masih cukup mumpuni?
    kita liat aja nanti, kata penonton :D

  2. Anang Says:

    nama besar belum menjamin kehebatan dalam melatih…… tetep… mari kita nantikan aksi maradona…. semoga jangan seperti klub2 yang pernah dilatihnya yang akhirnya jeblok.. hehehe……..

  3. Nayantaka Says:

    kayaknya sih, nggak bakalan sukses … karena untuk mengatasi problem pribadi sendiri, dia tak mampu, sampai harus melarikan diri ke narkoba. tapi entahlah, siapa tahu ada kekuatan lain yang selama ini belum muncul dari dirinya

  4. Nazieb Says:

    Teknik yang pertama kali diajarkan: Tangan Tuhan.

    :mrgreen:

  5. zen Says:

    Santo Diegoooooooo…..

  6. iman brotoseno Says:

    nggak yakin maradona bisa..liat aja

  7. Epat Says:

    diajak nyabu kabeh gak yah ntar para pemaine kekeke yah semoga sukses lah dia

  8. Raffaell Says:

    Kasian argentina, bukan kasian maradona, hahaha

  9. bangsari Says:

    ngga bisa dibayangkan maradona dadi pelatih. mungkin metode yang dilakukan untuk menggalang kebersamaan tim: tiap malam ono acara dugem bersama. hahaha

  10. arya Says:

    memilih maradona sbg pelatih itu blunder

  11. JalanSutera.comâ„¢ Says:

    anggap saja sebagai motivator, penyemangat. perannya nggak lebih daripada kompor yang bertugas memanasi pemain. kekekekekkk…

Leave a Reply