Archive for October, 2008

AFC Seperti PBB

Thursday, October 23rd, 2008

Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) berencana pindah kantor dari Kuala Lumpur, Malaysia. Lokasi baru belum ditentukan. AFC masih menunggu usulan dari negara anggota.

Syarat untuk jadi tuan rumah markas baru AFC cukup berat. Ada tiga syarat utama: sanggup memberi hutang tanpa bunga, bebas pakai stadion di negara tersebut dan minta disediakan status diplomatik buat pejabat terasnya. Yang pasti, mustahil AFC memilih Jakarta. Dua syarat utama nggak mungkin disanggupi Indonesia. (more…)

Sirkus

Thursday, October 16th, 2008

Secara umum, sirkus menyenangkan buat banyak orang. Tapi untuk pelatih timnas Inggris, Fabio Capello, dan pemainnya, Rio Ferdinand, sebaliknya.

Tentu bukan sirkus dengan badut berhidung merah, berambut warna warni dan baju gombrong. Tapi WAGS-lah yang disebut gerombolan sirkus, termasuk juga pasangan pemainnya masing-masing. Kata lain, para istri, pacar atau tunangan pemain membuat timnas Inggris seperti barisan badut sirkus. (more…)

Misteri Frank Lampard

Sunday, October 12th, 2008

Gelandang kawakan Frank Lampard bingung kenapa duetnya dengan rekan sejawat yang nggak kalah hebatnya, Steven Gerrard, jika main di timnas Inggris nggak bisa sebagus di level klub.

Bahkan Lampard dan sebagian media massa (Inggris) menyebutnya misteri.

Lampard adalah gelandang paling tajam di Liga Inggris untuk sementara ini. Aksinya bersama Chelsea nggak perlu diragukan lagi. Sedangkan Gerrard apa lagi, dia kapten dan “roh” Liverpool. Bila Gerrard absen, Liverpool lebih sering keok. Bahkan suporter pembenci Liverpool pun sering bercanda: “Patahin tuh kakinya Gerrard.” Maksudnya sudah jelas. (more…)

Mencari Kenistaan

Saturday, October 11th, 2008

“PSIS itu mainnya jelek, kalah melulu dan sekarang malah dikerjai wasit.” - Manajer tim PSIS, Yoyok Sukawi, seusai laga melawan PSMS Medan kepada wartawan.

Lalu, dengan berusaha menghajar si wasit, apakah berarti PSIS akan membaik dan menang terus?

Apakah kemudian PSIS bakal mendapat sponsor berlimpah supaya paceklik dana bisa tertanggulangi?

Sebagian besar orang tahu jawabannya. Inilah contoh kecil terbaru dari kebobrokan sepakbola Indonesia (yang dulu pernah saya tulis berseri).

Percayalah, hanya kenistaan yang bisa direngkuh.

NB: Gambar di-copy dari memo.blogombal. Foto asli dimuat koran Kompas edisi 10 Oktober 2008 dan milik Kompas pula.

Who’s Got The Bribes?

Sunday, October 5th, 2008

There are claims that Zenit St. Petersburg’s UEFA CUP Trophy was bought. The claim was from Russian mafioso. Dont think about club management nor any related side did some disgraceful thing here. Not even the coach nor the players.

The newspaper ABC said Gennadios Petrov, head of a powerful Russian underworld gang, and one of his cohorts said they used between 20 and 40 million euros to “buy” the semi-final and the final, according to a telephone conversation intercepted by Spanish police.

Since the report came out, European authorities have been working to investigate that. Let’s keep that way. (more…)