Mundur Kok Nggak Boleh…
Beberapa klub di Indonesia berniat mundur dari Copa Indonesia. Alasannya jelas, dana nggak cukup. Wong buat bayar gaji pemain dan bayar biaya perjalanan pun kembang kempis.
Kondisinya sudah mati enggan hidup ogah. Tidak bangkrut dan mundur dari Liga Super pun sudah bagus.
Mereka realistis. Kalau nggak mampu (bayar), ya nggak usah ngotot ikut tanding. Kali ini, saya harus angkat topi buat mereka. Itu keputusan logis pertama yang saya tahu dari pelaku sepakbola tanah air.
Tapi masalah (masih saja) ada di Badan Liga Indonesia (BLI) atau PSSI.
BLI mengancam klub yang akan mundur dari Copa Indonesia bakal kehilangan lisensi Liga Super. Artinya, musim depan mereka bisa dicoret dari Liga Super.
Copa itukan salah satu agenda kompetisi sepakbola yang sudah ditetapkan. Jika klub sudah berkomitmen untuk memajukan sepakbola nasional, maka jangan cederai komitmen tersebut. — Direktur BLI, Joko Driyono.
Komentar yang lucu.
Seharusnya BLI sadar bahwa klub sudah pasti akan kerepotan untuk tanding di dua ajang sekaligus per musim. Walaupun Copa memberi match fee untuk setiap kali main, klub tetap merasa tanding di sana tak sehat buat keuangan klub. Lagipula, agak mengherankan BLI nggak bikin konsensus siapa yang mau ikut Copa Indonesia sebelum bikin jadwal dan undian.
Mundur sebelum kompetisi dimulai adalah hal biasa. Lain urusan jika mundur dilakukan di tengah-tengah kompetisi. Ini bisa mengganggu hasil pertandingan yang sudah ada.
Klub sekelas Manchester United pun pernah meminta dispensasi untuk absen di ajang piala domestik. Walaupun bukan karena faktor uang, dispensasi tetap dipenuhi. Lalu kenapa klub Indonesia yang berusaha logis justru dilarang.
Ancaman pencabutan lisensi benar-benar menjadi cambuk mengerikan. Klub-klub yang berniat mundur akhirnya batal. Mereka jelas nggak mau kehilangan lisensi super itu.
Ucapan BLI soal memajukan sepakbola lokal dan komitmen justru salah alamat. Harusnya BLI yang dinilai mencederai komitmen. Klub mau bersikap profesional dan tertib administrasi kok nggak boleh.
Kita semua tahu sepakbola Indonesia abnormal. Tapi apa iya nggak bisa sekali saja berpikir logis. Jika sebaliknya, apa bedanya dengan orang sakit jiwa?
Tags: BLI, Copa Indonesia, Profesional
November 2nd, 2008 at 11:15 pm
Memajukan sepakbola Indonesia??
Ganti dulu ketua PSSI-nya!!
Goblok!!
*emosi*
November 2nd, 2008 at 11:55 pm
lho? emangnya ada orang yang masih waras di PSSI?
November 3rd, 2008 at 2:07 am
wah ketum PSSI nya aja koruptor gimana mau maju persepakbolaan Indonesia?
Terus kalau klub dan punya banyak utang terus bangkrut apa PSSI mau tanggung jawab?
November 3rd, 2008 at 4:15 am
uih copa indonesia? kedengeran ga banget
November 3rd, 2008 at 5:44 am
biyuh, justifikasine sampeyan tentang sakit jiwa itu lebih mengerikan kang kekeke
tapi saya setuju kok, soyo suwe klo di pikir-pikir memang para pejabat-pejabat bola indonesia itu kebacut kok.
November 3rd, 2008 at 6:51 am
Ah, sudah patah arang ama organisasi sepakbola Indonesia.
November 3rd, 2008 at 8:26 am
Saya kira, BLI mencoba bersikap profesional dan mendisiplinkan klub. Mungkin BLI takut kehilangan wibawa kalo mencla mencle dengan begitu mudahnya memberi izin mundur pada klub. Bisa-bisa, semuanya mundur deh..
November 3rd, 2008 at 10:26 am
tak perlu disalahkan,mas. saya kira sikap PSSI itu bisa dipahami. Satu klub mundur bisa bikin efek berantai. dan itu bisa merugikan banyak pihak juga. sponsor rugi (dan bisa2 tak mau lagi taun depan), prestise copa menurun, dll…
kalau alasannya tidak ada dana, ya dipikirkan bersama lah antara klub, PSSI, dan sponsor. masak saya yang mikir? hahahaha
November 3rd, 2008 at 1:13 pm
wow.. bener berarti kata riset, 1 dari 4 orang di indonesia sakit jiwa…

November 3rd, 2008 at 3:23 pm
hed…..kpnke jogja lagi..????
eh,mbok bahas arsenal ae..kekkeke
November 3rd, 2008 at 8:10 pm
sampeyan ga mbahas si hamilton, jawara baru F1??
November 4th, 2008 at 12:08 pm
jadi maksud sampeyan Copa Indonesia itu kompetisi antar-orang-gila, begitu? kebangetan bener ya, orang gila kok disuruh berkompetisi….
November 4th, 2008 at 9:55 pm
ngabisin APBD!
November 5th, 2008 at 5:54 pm
yah… gimana lagih, pemasukan cuma dari APBD, tiket dan sponsor kecil2an..
PSSInya juga ga mutu..
November 6th, 2008 at 2:27 pm
iya, lagian maen tandang keLN gak epektip…secara mindset wong endonesa kebanyakan…ke LN= sekalian jalan2 paling gak poto2 didepan obyek terkenal dinegeri sebrang…jadi konsentrasi tanding terpecah, akhirnya sekedar ngalah* deh
*mungkin :p
November 6th, 2008 at 10:59 pm
3 kata degh mas…
“Endenesea gete lew….”
November 7th, 2008 at 8:55 am
wah, saya dukung Mas Hedi jadi ketua PSSI
November 8th, 2008 at 10:25 am
emang PSSI mau nduitin???

November 15th, 2008 at 3:58 pm
[...] tentu juara, walaupun esensi kompetisi bukan cuma itu. Saya setuju pada klub-klub Indonesia yang enggan ikut Copa Indonesia karena anggaran cekak. Ini lebih [...]