Old Crack
Seorang kawan yang penggemar berat Manchester United akhir-akhir ini sering uring-uringan.
“Saya lagi sebel sama Ryan Giggs, mas. Heran Ferguson kok masih masang dia padahal mainnya udah nggak bagus,” katanya.
Wajar bila Giggs menurun, meski nggak drastis. Umurnya nggak muda lagi. Ada kejenuhan permainan. Tapi kawan saya itu lupa ada satu faktor penting di balik Giggs; jam terbang.
Pemain seperti Giggs sering bikin pembeda di sebuah pertandingan. Entah gol atau assist. Pentingnya jam terbang diakui oleh Arsene Wenger, pelatih Arsenal. Karena nggak ada senioritas, baik umur maupun skuad, perjalanan timnya jadi turun naik musim ini. Kadang menang besar, tapi nggak jarang susah menang.
Pemain tua boleh jadi bakal tergantikan oleh pemain muda dalam hal skill. Tapi untuk segi pengalaman dan panutan, pemain muda harus mengakui. Akan lebih lengkap lagi kalau si pemain tua itu juga senior dalam keanggotaan skuad.
Itu sebabnya bek tengah Sami Hyppia nggak boleh pindah dari Liverpool. Senioritasnya di dalam skuad dibutuhkan untuk membina pemain muda walaupun skill-nya tidak.
Ada banyak contoh lain soal keberadaan pemain tua. Lihat di Barcelona, Real Madrid, AC Milan, Juventus, Inter Milan dan sebagainya. Ibarat keladi, makin tua justru makin dibutuhkan.
Tags: Manchester United, Ryan Giggs, Sami Hyppia, veteran
November 8th, 2008 at 1:23 am
Giggs jugalah yang akhirnya menyelamatkan MU dari kekalahan melawan Celtic. Fergie dan Giggs lebih tahu, kapan dia harus berhenti dan menyingkir dari persaingan di lapangan tengah MU.
November 8th, 2008 at 1:34 am
Young guns tanpa gaek one (halah) itu mirip anak TK tanpa gurunya.. Bisa-bisa ribut sendiri..
November 8th, 2008 at 4:37 am
Ryan Giggs, Ryan Giggs, running down the wing,
Ryan Giggs, Ryan Giggs, running down the wing,
Feared by the blues, loved by the reds,
Ryan Giggs, Ryan Giggs, Ryan Giggs….
November 8th, 2008 at 7:50 am
AC Milan mah bukan contoh, hampir semua pemainnya pemain gaek… tapi lagi bagus dia, di puncak klasemen…
November 8th, 2008 at 8:02 am
kira-kira bakal berapa lama lagi dia bisa bertahan, mas?
November 8th, 2008 at 8:35 am
AC Milan is VOC ( very Old Community) kekeke dan memperburuk citra liga italia sebagai liga pensiunan …fiyuh
November 8th, 2008 at 9:03 am
itu pippo kan juga udah tuwa yah mas? masih dipajang aja?
November 8th, 2008 at 10:55 am
tua tua keladi donk
November 8th, 2008 at 12:45 pm
MILAN ROCKS!!!!!
November 8th, 2008 at 5:54 pm
gitu ya kalau ngerti bola bisa banyak bercerita.
Apapun senjatanya, apapun bahan bolanya, kalau yang megang sudah tinggi jam terbangnya bisa jadi lebih lihai. bukan begitu?? ah sok tahu saya…
salam kenal ya
salam kreatif!!
November 9th, 2008 at 8:13 am
rosoneri jadi mbahroso, lha pemain milan tuwek tuwek tenan
ryan gigs mungkin sudah waktunya main untuk pelita jaya di LSI hehehe
November 9th, 2008 at 11:07 am
wah jam terbang itu penting banget juga rupanya
November 9th, 2008 at 5:06 pm
buat maskot…kadang maen gak ada pemain senior bikin keder…tapi kalo nongol, walaupun kontribusinya dikit…bikin adem
tapi masih mantab kok si giggs….disuruh maen diindon gimana om? xixixi…
November 9th, 2008 at 6:22 pm
mana ada pemain bola yang punya jam terbang? Itu pilot mas…

November 9th, 2008 at 7:58 pm
ya juga sih, tapi klo kaya AC Milan mah keterlaluan… meskipun aku MILANISTI sejati tapi agak minder juga ma Arsenal dan MU yang pemainnya muda2
November 9th, 2008 at 8:35 pm
Aura men, aura, makin tua Aura level nya makin tinggi, dan itu akan ngepek ke semua pemaen muda, caya deh, liat aja Jaenudin Jidat… waktu dikeluarin dari lapangan, beuh semua pemaenya jadi kacaw!!
November 11th, 2008 at 3:36 am
Buat apa pemain muda jika gak pernah juara, lebih baik pemain tua tapi sering juara.
Forza Rossoneri, the real Diavolo Rosso