RSS You're reading Bonek Argentina article on sekadarblog

Bonek Argentina

Suporter di mana saja relatif sama. Di Inggris pun ada yang brengsek. Yang beda cuma level rusuhnya. Di Indonesia ada istilah bonek, penonton modal dengkul. Demikian pula di Argentina.

Kepolisian setempat mengatakan, para bonek itu mencegat bus di pinggir barat Kota Buenos Aires pada Kamis (13/11). Dengan bersenjatakan pisau, para bonek mengancam para penumpang dan bahkan merampas harta mereka. – Kompas

Itu terjadi di pertandingan divisi dua. Sangat jarang kerusuhan terjadi di divisi satu atau utama. Kalau pun ada, itu terjadi di negara berkembang. Makanya di Indonesia biasa terjadi kerusuhan penonton karena walaupun pakai istilah Liga Super, kualitasnya masih divisi dua atau bahkan divisi tiga.

Di sini kasta tertinggi, di kompetisi yang maju kasta bawah. Dan yang lebih pasti, kerusuhan penonton bukan tradisi. :D

Ϡ

11 Responses to “Bonek Argentina”

  1. edy says:

    kalo di sini yag aktif terlibat rusuh ga cuman pemain, mas
    tapi semua orang berusaha ikut serta termasuk pemain yg nguber-nguber wasit

  2. Epat says:

    biasa bal-balan gae kelopo asale hihihihih jadi inget iklan itu :D

  3. Anang says:

    saya bonek suroboyo sam

  4. Sesy says:

    oot ya mas, cm mau tanya dirimu ikut penutupan acara seribu bukunya bhi g? gmn acaranya? thn ini ikut acara pb 2008g?

  5. ario saja says:

    weee tuh bukan bonek lagi tapi kriminal !!! huff kang anang nesu!!!

  6. kyai slamet says:

    lha pemainnya aja juga masih suka mukul :D
    hmmm.. kok lucu ya kalimat yang dijadikan pembelaan. “kasihan anak istri mereka. mereka ini hidupnya dari bola”
    serius, masak sih mereka pemain sepak bola profesional? saya gak yakin. kalau pesepak bola profesional mestinya tingkah lakunya gak kayak gitu dong. masih banyak kok pekerjaan lain yang lebih mulia daripada bermain sepak bola sambil mukuli wasit.
    lho, ini ngomong suporter kok saya malah komen pemain ya?
    heheheheh

  7. dnial says:

    Selama masih ada orang yang berusaha melampiaskan frustasinya lewat kekerasan dalam sepakbola, sepertinya kerusuhan itu nggak bakal selesai.

    Coba lihat basket yang penontonnya anak muda yang biasanya ekonominya baik dan tidak frustasi dalam hidup, kan lebih damai suporternya.

    Apa harga tiket di stadion harus dimahalkan dan dibuat eksklusif dulu sebelum kerusuhan selesai?

  8. escoret says:

    aku pas mau ke bali..pernah naik kereta…
    dan di stasiun surabaya….di kerumuni bonek2 kyk di argentina itu…

    ga parah2 bgt seh..cuman minta rokok….

    tetep…itu namanya menganggu.

    *siap2 nyalon ketua pSSI*

  9. mas kopdang says:

    duh..
    bola sepak kalau cuma buat rusuh dan sekadar dalih dalam meminjam “seragam kriminalitas” mending dibubarkan saja..

    semuanya ditraining jadi atlet bulutangkis..
    penongtonnya pasti seneng, karena ada kans untuk menang..

    :lol:

  10. aryf says:

    kopi dangdung melempar shuttelcock..
    balas dilempar koin oleh `blogba`..blog bola

    *fiuu..untung g di bales lempar pake bola*

  11. Wongbagoes says:

    gak papa bro, sepka bola rusuh….

    sekalian latihan beladiri…. :mrgreen:

Leave a Reply