Belum Berubah
Timnas Indonesia belum berubah. Sekali lagi, nggak kaget sih. Indonesia kalah itu biasa, bisa menang baru mengejutkan (dan bikin senang).
“Tapi kalahnya dari Myanmar,” kata seorang teman.
Kenapa enggak? Myanmar, dulu Burma, musuh bebuyutan Indonesia jaman 70-an. Era itu, Asia Tenggara cuma dikuasai Indonesia dan Burma. Baru mulai 90-an, Thailand merajai.
Artinya apa? Negara lain lari cepat, kita jalan santai.
Tehnik dan skill nggak ada masalah. Seperti di Piala Asia dulu. Stamina masih klasik. Hambatan lain; mental dan kecepatan berpikir.
Waktu lawan Ulsan Hyundai, kelihatan banget pemain kita bingung kalau dapat bola. Mau diapakan, mau dikirim ke mana dan sebagainya. Bingung sendiri. Selain itu, permainan Indonesia naif. Aliran bolanya gampang ditebak dan dipotong lawan.
Siapa yang bisa memperbaiki? Ya pemain itu sendiri dan pelatihnya di klub. Bukan pelatih timnas. Pemain setiap hari ada di klub, latihan juga di sana. Pelatih timnas cuma mengurus strategi main berdasarkan amunisi.
Tapi dengan kompetisi liga Indonesia yang amburadul, saya pesimistis. Pakai cara instan dengan naturalisasi? Wah saya nggak yakin itu cara bagus. Dan yang pasti, hasilnya tetap akan sama.
Tags: Asia Tenggara, Kalah, Myanmar, Timnas Indonesia
November 21st, 2008 at 8:53 pm
tadi sore sempat liat sedikit akhirnya (bukan karena mantengin dari awal hehe…) walah.. kayaknya orang indonesia lebih baik main bulutangkis aja dah..
November 21st, 2008 at 10:42 pm
Berubahnya nunggu Hedi jadi ketua PSSI nggantikan Nurdin Hashit
November 21st, 2008 at 10:56 pm
dah lama nggak nonton sepakbola Indonesia nih aku
November 22nd, 2008 at 12:20 am
setuju mas.. tanggung jawab klub
November 22nd, 2008 at 2:37 am
Hmmm… Gak tau harus komen apa?
November 22nd, 2008 at 3:12 am
hayoo…semua pemain latihan lagi dengan baik dan benar…
*sambil pegang pecut!*
November 22nd, 2008 at 4:40 am
Para pemain Indonesia speed dan stamina kalah jauh, menit 80 pemain Myanmar larinya masih kencang-kencang. Gile bener.
November 22nd, 2008 at 9:15 am
Kenapa mesti dilakukan yah……. Indonesia mah, stamina pemaen bolanya masih kalah ama stamina petani dikampung…
November 22nd, 2008 at 10:09 am
padahal sama-sama makan nasi… (moodnya lagi soal nasi setelah nulis ini)
November 22nd, 2008 at 11:36 am
Pelatih myanmar sopo sih kang ?
November 23rd, 2008 at 9:17 am
yah kayaknya yang perlu diperbaiki mental pemainnya dulu deh
November 23rd, 2008 at 10:53 am
itu yang saya suka kang dari pemain indonesia
kecepatan berpikirnya itu loh, sumprit! amit-amit!
November 23rd, 2008 at 11:25 am
PSSI pancen AFU!!
November 24th, 2008 at 9:18 am
merdeka games kalah sama myanmar,ini grand royal jg kalah ama myanmar. duite kurang paleng sam
November 24th, 2008 at 11:04 am
kemarin nonton Persebaya main
Pemain muda kita masi layak ditunggu perkembangannya
Kemarin sempat nonton Andik pemain 18 thun gocek bola?
November 24th, 2008 at 1:17 pm
Saya pikir timnas kita perlu mengkonsumsi lebih banyak Omega 3 biar konstruksi syaraf otaknya bisa match dg apa2 yg dilatihkan. But then again, jangan2 masalahnya adl karena kurang seringnya latihan untuk kondisi2 khusus. Artinya latihannya ndak dirancang, ya sekedar main tanpa menyengajakan munculnya skenario2 khusus.
hmm… tau’ah
November 25th, 2008 at 6:50 pm
ada satu lagi yang belum berubah: theme blog ini, Sam? Personal theme itu belum kelar, ya? Sorry, OOT…
November 26th, 2008 at 9:50 pm
gue koq ga begitu suka pake jalan naturalisasi ya. Kesannya kyk make legiun asing buat bawa nama bangsa. Beda mslh sih kalo mreka emang uda lama ngejalanin hidup di Indonesia.
koq jd inget caleg bali yg org bule itu ya
December 10th, 2008 at 12:29 pm
[...] senang jika timnas bisa menang (meski selalu ada catatan). Tapi hitung-hitungan atas kertas memang tidak menjanjikan. Saya juga tak mau kecewa sehingga saya tak perlu [...]
December 19th, 2008 at 2:31 pm
[...] senang jika timnas bisa menang (meski selalu ada catatan). Tapi hitung-hitungan atas kertas memang tidak menjanjikan. Saya juga tak mau kecewa sehingga saya tak perlu [...]