RSS You're reading Stop Korupsi (di) Sepakbola! article on sekadarblog

Stop Korupsi (di) Sepakbola!

Soal permainan duit di (industri) sepakbola, bentuknya beraneka macam. Ada togel, suap, ngemplang duit tiket dan sebagainya. Kasusnya juga nggak terbatas di negeri miskin. Bahkan kasus yang mencengangkan lebih banyak terjadi di kelompok negara maju.

Italia, misalnya. Kasus suap wasit, pengaturan skor dan penggelapan pajak adalah kasus paling umum. Soal penipuan laporan keuangan supaya sebuah tim atau pemain tertentu nggak setor pajak ada di urutan teratas. Lucunya, kebanyakan dilakukan oleh kalangan the haves. Mungkin mereka takut miskin.

Di Inggris, manajer klub kong kali kong dengan agen dalam urusan jual beli pemain. Di Vietnam, puluhan pemain kena jaring razia judi polisi. Bahkan kapten timnya pun terlibat. Nggak heran timnas mereka sekarang jelek. China juga mirip. Itu sebabnya tim mereka anjlok.

Di Indonesia? Jelas jagonya menyelewengkan duit. Tim bola pakai dana APBD. Buat gaji pemain, pelatih, entertaining wasit. Semuanya tanpa laporan pertanggung jawaban. Duit sponsor pun dikantongin. Hutang nggak dibayar.

Hasilnya?

Sepakbola kita babak belur. Riuh dan banyak penonton, tapi nggak ada iklan masuk. Tanpa transparansi keuangan yang jelas, jangan harap itu produsen dan sponsor mau ikut pesta.

Korupsi dalam bentuk apapun jelas merugikan. Semua teori bakal mentah. Mungkin untung buat sebagian orang, tapi pasti buntung untuk sebagian yang lebih banyak.

Hari anti korupsi, 9 Desember.

Ϡ

19 Responses to “Stop Korupsi (di) Sepakbola!”

  1. aad says:

    justru karena korupsi itu bikin bal2an indonesia jadi seru… he32x…

  2. Mereka itu sadar nggak sih kalau sedang ramai-ramai merusak lahan nafkah mereka sendiri?

  3. edy says:

    untung buat sebagian orang, tapi lebih banyak yg dirugikan

  4. nothing says:

    mas., indonesia keok ki lawan singapura… :D

  5. Epat says:

    apa perlu ada semacam KPK untuk urusan sepakbola ya kang?

  6. bangsari says:

    hidup endonesah…

  7. bewe says:

    Saya usul, Ketua Umum PSSI diganti Utut Adiyanto saja. Supaya PSSI memulai dikelola dengan otak bukan dengan otot.

  8. kw says:

    keren nya indonesia… koruptornya di diemin :)

  9. latree says:

    berarti di mana2 ada aja yang namanya korupsi…

  10. Dedi says:

    gw setuju ga pake dana apbd. mending dana apbd buat pembangunan kompetisi lokal yang berjenjang, buat sekolah sepakbola, kejuaraan tingkat bawah dsb. kalo masalah korupsinya sih.. umm.. err.. yaa… ah pusing mas.

  11. Berantas korupsi di sepak bola. berantas korupsi di bidang apa pun!

  12. Kyai slamet says:

    Siapa dulu bos-nya?

  13. stop juga mafia di sepakbola! paling parah adalah mafia koruptor yang sudah menguasai badan sepakbola nasional! penjahat! jangan harap prestasi naik selama ada penjahat yang jadi pengurus!

  14. s. ikbal says:

    lihat dialog komentar di sini http://www.benss.co.cc/tentang-benss/76-riwayat-pekerjaan , bgmn nggak korupsi kalau sdh begini

  15. rezco says:

    Tteman saya bilang, Vietnam bisa lolos ke final Piala AFF, lantaran gak ada orang kyk Nurdin Halid, Nugraha Besoes dan Andi Tabusala di PSSI-nya mereka.

  16. chiw says:

    Di Indonesia? Jelas jagonya menyelewengkan duit. Tim bola pakai dana APBD. Buat gaji pemain, pelatih, entertaining wasit. Semuanya tanpa laporan pertanggung jawaban. Duit sponsor pun dikantongin. Hutang nggak dibayar.

    alhamdulillah, setidaknya, klub kebanggaan saya : AREMA sejak dahulu kala telah menjadi klub yang profesional, yang tak menetek pada APBD.

    Salam satu jiwa!

  17. -tikabanget- says:

    emang sepakbola di endonesa ada yang bisa dipecaya?

  18. zaldi says:

    saya sangat mendukung kalau dana apbd tdk digunakan utk klub2 bola indonesia yg norak itu. liga super dibubarkan juga bagus. kan msh bisa nonton sepakbola indah di liga inggris, itali, atau spanyol.

Leave a Reply