RSS You're reading Singapura Antitesis article on sekadarblog

Singapura Antitesis

Masih yakin solusi terbaik demi prestasi timnas adalah naturalisasi? Gambar di atas bisa menjawab.

Sejak lama beberapa kawan saya selalu cemburu pada Singapura. “Mereka pakai pemain asing. Harusnya Indonesia juga gitu, biar bisa bersaing.”

Dalil kawan saya berlanjut dengan nama-nama pemain asing di Liga Indonesia yang sudah mendarah daging di sini. Pokoknya, sebagian dari mereka pantas berkostum merah Indonesia.

Tapi sudah lama pula saya nggak pernah terkesan dengan naturalisasi, termasuk Singapura. Yang dilakukan negeri pulau itu cuma untuk level Asia Tenggara. Itu pun tidak mendominasi dan gagal di AFF 2008.

Sekarang terbukti, Singapura nggak berkutik dari Iran. Itu baru level Asia, belum sampai Eropa atau Amerika Latin.

Kembali ke Indonesia, naturalisasi mungkin bisa efektif. Caranya? Ambil 20 pemain yang berkarir di Eropa, jangan dicampur pemain dari liga non Eropa atau Liga Indonesia. Mungkin ini bisa berhasil. Masih mungkin, karena belum ada bukti pengalaman.

Lalu pemain-pemain bagus, katakanlah memang layak, dari Liga Indonesia mau kemana? Kasihan mereka nggak punya muara jika pos timnas sudah diisi pemain impor. Lagi-lagi mentok dan ketemu masalah baru. :D

Kata kuncinya selalu kompetisi (yang bagus). Singapura gagal karena pemain impor mereka berkarir di liga lokal. Indonesia pun mengirim timnas yunior U-16 untuk ikut kompetisi U-17 di Uruguay. Entah kenapa duit miliaran itu nggak dipakai buat bikin kompetisi sejenis di sini.

Sebagian besar publik bola Indonesia memang sedang frustrasi karena timnas gagal terus. Dalam situasi begitu, pasti muncul ide-ide instan. Lumrah. Sayang, yang instan seringkali malah bikin penyakit.

Ϡ

20 Responses to “Singapura Antitesis”

  1. edy says:

    ide instan yg jadi solusi sesa(a)t malah jadi penyakit kronis di kemudian hari. emang maunya cepet selesai tanpa mikir ke depannya sih ya :D

  2. Dony Alfan says:

    Pemain2 Singapura cuman menang ganteng doang, wekekeke

  3. bangsari says:

    timnas mah ga bisa diarepin. mungkin ini kira-kira mirip dengan anekdot menunggu godot. ndak jelas kapan datangnya, dan lebih mendasar lagi, lebih ndak jelas lagi apa yang ditunggu.

  4. hni says:

    ngikutin gaya “sinciapo”? hhhaaiiyaaa…”ken no’ bi laahh” pak hed..::D

  5. arya says:

    ah singgepo tak bise lah. dont be like that laaaa

  6. nothing says:

    hahahaha… lha pemain asingnya singapura cen level asean kabeh..kelas liga indonesia
    *semoga indonesia ga niru singapura, kalo memang mau menaturalisasi ya kelas nya Kaka, CR7, Messi, atau kun aguero*

  7. pemain asingnya singapura ya sama dengan standarnya pemain asing di PSIS Sleman atau Deltrass kali ya…

  8. mas kopdang says:

    tim nas itu maju. Sanggup melibas Tim Nas Inggris, Belanda atau Spanyol sekalipun..

    masalahnya Presidennya gak cocok..

    mungkin ganti presiden, Tim Nas baru mau unjuk kekuatan yang sebenarnya..yah minimal setangahnya lah..

  9. mantan kyai says:

    tp biar gmana gimana kita kalah 2-0 bang hedi. berarti kalo kita lawan iran jadinya 8-0. komplit da

  10. Luigi says:

    kayaknya timnas memang perlu di kasih ‘singa’ biar lebih semangat lagi ngejar bola dan prestasinya :D

  11. omiyan says:

    mereka didukung oleh sarana yang lengkap juga kemauan dari para elit politik dalam mendukung kemajuan olah raga, dikita malah sibuk mikirin ada duitnya ga….hehehe

  12. ichanx says:

    hmm… indonesia? lah, ketua PSSI nya aja narapidana… gimana mo maju? hihi

  13. mbelGedez™ says:

    .
    Siyyyaaaalll….

    Link yang situh kasih virusnya sangat ganas.
    Dia bisa matiin Avast sampe ndak berkutik.
    Giliran sayah sikat balik pake Ansav, dia malah ngerusak semua sistem Winxp sampe breakdown.

    Tapi Link ituh kalo dibuka pake Linux aman-aman sajah.
    ( ya iyalah. wong programmya beda… )

    Situh harus bertanggung jawab atas perbuatan situh….
    :evil:

  14. masicang says:

    sebenarnya yang harus diperbaiki adalah sistem dan infrastruktur. bukan instan pemain secara langsung.

    kata temen. ronaldinho pun kalau main di stadion gelora bung karno pasti patah kaki. apalagi yang stadion daerah. hehehehe….

    apalagi sistem kompetisi yang berjalan. lah ketuanya saja dipenjara ngga mau mundur.

  15. Andre says:

    hmmm..saya ndak mudeng sama yang namanya sepak bola..*pusiingg*

  16. oon says:

    wah setuju…naturalisasi bukan solusi…
    bikin malu kalau langkah itu disetujui, kalah menang kan wajar…tapi kalau kalah terus? xixixi….

  17. Epat says:

    klo naturalisasine 1-2 pemain yang bener-bener berkualitas mungkin saya sieh masih setuju-setuju saja, untuk memompa prestasi. tapi ya ujung-ujungnya juga pada system musti tetep dibenahin. klo enggak meskipun sudah menaturalisasi yo bakalan tetep wae nggambus kekeke

    OOT: selamad themes anyare….manstab kang

  18. galihsatria says:

    Kata kuncinya satu: Kompetisi yang bagus!

  19. kyai slamet says:

    saya no komen pada postingnya, soalnya emang udah kompleks masalahnya.
    saya cuma mau komen pada komennya mbelgedez…
    SYOKOOOOR!!!

  20. agustri says:

    singapore memble
    indonesia lebih memble om. :)

Leave a Reply