&mdash January 20th, 2009
Akhirnya dia batal ke Manchester City. Sudah diduga banyak orang sih. Pertama, Kaka terlalu cinta Milan. Kedua, City bukan klub yang punya peluang jadi raja kompetisi.
Saya senang deal batal. Bukan apa-apa. Iming-iming 100 juta euro itu sepertinya akan merusak sepakbola. Memang ini kacamata bisnis di mana uang berbicara. Tetapi sepakbola adalah bisnis yang unik.
Seperti dibilang oleh mantan pelatih Inggris, Graham Taylor. Ada passion dalam sepakbola. Yang tidak melulu soal ketenaran, keuntungan atau kehebatan lainnya. Mungkin perlu, tapi tidak serta merta dan tidak absolut.
Faktor-faktor seperti ini yang nggak dimiliki oleh para pemodal. Orang-orang borjuis itu masuk ke lapangan hijau dengan buntalan uang di punggungnya. Mereka tidak kenal bagaimana budaya (industri) sepakbola dibangun dan berkembang.
Mereka (mungkin) sukses di bisnis lain berkat modal besar. Tapi di sepakbola belum tentu. Andai iya, hasilnya tidak datang dalam waktu kilat.
Apa yang dibuat Dietmar Hopp mungkin lebih bermakna. Pengusaha software komputer terbesar di Eropa itu datang ke Hoffenheim dengan dana besar. Tapi dia tetap membumi. Dia pasang kebijakan berbasis pembinaan lewat perekrutan pemain muda dan peningkatan fasilitas latihan. Dia tahu benar, keuntungan di sepakbola harus dibangun dari dasar.
Boleh maklum sih, karena Hopp adalah mantan pemain (yang jadi orang kaya).
Tapi jangan-jangan dalam kasus City ini nggak ada kamus mencari keuntungan. Sheikh Arab yang punya pabrik duit itu justru cuma mau senang-senang. Ibarat orang banyak duit, tentu bisa main apa saja dengan bebas. Pokonya bersenang-senang. Foya-foya.
Atau seperti dibilang Zen, jangan-jangan orang Arab itu mau menertawakan dunia. Dia mau mengejutkan suasana sepakbola, terutama Inggris dan Italia, sampai kebakaran jenggot. Dia mau tunjukkan bukti tidak terpengaruh krisis keuangan. Di belakang, dia ketawa ngakak.
Jika iya, waduh!
Yup. betul sekali.
Tapi bagaimana kalau penawarannya dinaikkan jadi dua kali lipat?
ooop ssss maoney lagi ya. . hemm mmm
ya benar…gak semua bisa dibeli dengan uang…
pengin juga sih ngliat kaka ini merumput diliga enggris….tapi jangan diMC lah
That’s Why I love This Club
“This is not a football club, this is not an industry of football.
This is just a big happy family who loves football so much,”
Forza Milan!
kaka maen nang arema wae
*mikir timnas wae sing maennya elek polll, meski tetap salut bisa jaga gawang ga kebobolan selama 90 menit
saya padahal berharap transaksinya sukse… dan liat apa yg terjadi dgn citizen..
mungkin madrid akan segera menggantikan City untuk ngebid kaka dengan angka yang sama
maap mas, ndak ngerti blas aku
wah akhirnya prediksiku salah. Gosipnya Kaka malah pengen ke Real Madrid akhir kompetisi ini.
Tetap kalau saya jadi Kaka pindah me MC habis itu berlabuh di Arsenal..he he
herannya, si orang arab itu kok ya ndak mau invest di endonesia saja. maksudnya, kalo untuk bersenang-senang atau lucu-lucuan, bukankah sepak bola (eh, kompetisi) kita adalah rajanya?
lho, kata p Hedi kemaren, kaka tetep di SLANK…???!!! *grin*
aku pikir dia bakal pindah ke klub laen di spanyol akhir musim ini..Milan butuh duit keknya dan belakangnya milan itu loh (doh)
Ane pikir ente pade munapik sama ane punya fulus…
biar ane alihin aja deh fulus ane buat bikin sepakbola endonessya jadi mabrur..!
Jangankan kaka,
ade,om, tante, budhe, pakde ane bawa deh…!
inilah saat di mana kesetiaan dan penghargaan lebih bermakna ketimbang duit. salut deh sama kaka. berharap CR7 bisa mengikuti jejak dia.
Hehehe…. Zen telah menulisnya dengan sangat apik soal ini!
tapi cerita ini akan beda, andai saja kaka itu seorang Indonesia
Saya pikir, beckham & sheva mungkin punya andil. Beckham pernah bilang kalo di manchester itu cuman ada satu alias MU doang. Dan dari sheva mungkin, cerita kegagalan il-tsar di chelski.