&mdash February 2nd, 2009 {22}
Apa perlunya ada komisi disiplin jika hukuman yang sudah keluar justru mubazir. Ibarat pengadilan, orang yang sudah divonis tetap bisa jalan ke mana saja dengan bebas.
Tapi entah apakah Nurdin Halid itu mantan napi maka dia terbiasa cuek dengan aturan.
Kita paham dan pasrah bahwa PSSI itu bobrok. Seharusnya kita tak perlu heran dengan segala tindak tanduk aneh mereka.
Jadi, kalau Nurdin; membebaskan Christian Gonzalez dari hukuman setahun karena menganiaya lawan, membebaskan kiper muda Arema Malang karena menghajar wasit dan memberi remisi untuk manajer tim PSIS Semarang; mestinya kita sudah mahfum.
Pesannya sudah jelas. Silahkan buat apa saja di lapangan. Jangan hiraukan ancaman sanksi ini itu. Nanti semuanya akan beres atas nama hak prerogratif pak ketua.
Tapi pasti dengan catatan. Hari gini tak ada yang gratis. Anda pasti paham, dong.
Prestasi? Oooo nggak usah berpikir sampai ke sana. Sepakbola di sini nggak cari itu. Yang penting asal bisa menendang, memukul, menyundul, mencaci wasit dan makan kaki maka beres sudah.
Business as ussual. Sepakbola Indonesia tidak signifikan.
Lalu, model begini kok mau bikin Piala Dunia.
price list
menganiaya wasit : rp. 10 juta
menghajar lawan : rp. 9 juta
bebas melakukan kebrutalan: rp. 30 juta bisa dicicil
makan kaki? mentah2? hiiii.. pantesan brutal
jer basuki mowo beok tenan kie ..
Jadi, tanpa ada bola pun, kita bisa bermain di lapangan. Waton nendang, nggajul, nyaduk, nyampar. gak peduli kena kaki, perut, congor atau gundul lawan. Sekali-sekali mbok ya si Nurdin yang suruh main, terus ngerasain dipatahin kakinya, atau digajul congornya. Edan yo edan, nek mbok yo ojo nemen-nemen to Din, Din…
*masih mimpi ngitung untung dari mark-up 1 stadion kalau endonesia jadi kacungrumah piala dunia :p
lah.. ngendikane pak menteri opo toh kang?
hehehehhe… pasti sampeyan gemes banget ndelok tentang tingkah e PSSI.
Piala dunia? pengurus FIFA pasti tertawa.
saya juga heran, sebegitu kuasanya dia mengangkangi organisasi itu… luput sembur ancene kok
welha kapan berprestasinya kalo pada rusuh terus?
Wah, ampun dah, aku ma salut liat penonton di inggris, ngga pake high fence, dulu nya yang terkenal brutal, sekarang wuih… bisa ya berubah dalam waktu cepat
cen tuelek wong iku.
setelah tak amat-amati, perasaan banyak juga penjahat negeri ini yang berasal dari daerah yang sama dengan ybs ya?
@Pudakonline: menteri yo podo ae, mas
@Bangsari: stereotipe ga berlaku, Pul
bobrok yo brobok ning ojo kebangeten tho yo…yooo
main bola….sepak bola…..wasit….pemain…….
tendangan…kartu kuning…merah………..cadangan
pusingggggggggggggg
sayang ya sepak bola indonesia. ngono yo ngono tapi yo aja ngono
kasian ya pssi
nafsu besar, skill ga punya
(*mas dia di pacific place lantai 4
ya dimaklumi saja lah… jadi ketua pssi juga butuh makan wekekekeke
no comment ah..:)
kuesel (capek) bahas, yah seperti- seperti yang terdahulu yang terdahulu lah…ngene jare mau jadi tuan rumah piala dunia.
Sama seperti di Inggris, sepakbola Indonesia adalah sebuah industri mas, meskipun dalam “kacamata” yang sedikit berbeda hehehe…
ini awal dari olahraga baru, mengawinkan kekerasan dengan keterampilan.
Harusnya dulu Nurdin dipenjara di Nusakambangan
wah jan, agusss… aguss….