RSS You're reading Tuan Rumah Piala Dunia article on sekadarblog

Tuan Rumah Piala Dunia

Menjadi tuan rumah Piala Dunia, masalahnya bukan mungkin atau tidak. Tapi butuh berapa lama untuk Indonesia mewujudkan fasilitasnya. Coba, sekarang kita lihat satu-satu, apa yang harus disiapkan untuk pesta itu.

Stadion, ini pekerjaan nomor satu. Menurut tabloid Bola, cuma ada 3 stadion kita mendekati layak. Tapi untuk bikin minimal 12 stadion, saya nggak ragu. Orang kita pasti bisa bangun stadion bintang 5 model Allianz Arena atau Old Trafford. Lengkap dengan fasilitas “wah” seperti ruang media dan kontrol elektronik, VIP, restoran, kamar ganti wasit dan pemain, serta ruang kesehatan.

Lapangan latihan, proses pembangunannya ibarat bikin stadion kecil. Piala Dunia butuh minimal 32 karena itulah jumlah tim peserta. Repotnya, tim peserta Piala Dunia selalu membuat markasnya ibarat benteng. Tertutup, tenang dan jauh dari polusi — entah suara atau udara — dan dijaga ketat. Setahu saya, tim akan memilih tempat di desa dan terpencil. Tentu, terpencil bukan berarti tertinggal. Fasilitas kehidupannya harus kelas kota. Umumnya, mereka menginap di sebuah puri atau bangunan kuno yang dijadikan hotel.

Transportasi. Buat Indonesia, ini pasti masalah besar. Urusan lalu lintas bukan cuma buat tim peserta atau pihak terkait, tapi juga penonton. Akses dan fasilitas harus tersedia dan lancar. Penonton, tim dan ofisial akan bertindak seperti kutu loncat. Keterlambatan jadwal penerbangan atau kereta bisa runyam urusan. Trefik kota juga tak boleh macet. Komuter diharapkan tanpa cacat.

Telekomunikasi. Yang ini, Indonesia pasti bisa. Internet, satelit dan insfrastruktur lain ada. Paling enggak, kita tinggal meningkatkan kualitasnya. Minimal, mutu telekomunikasi (internet) kita jauh lebih baik dari Fiji (hat tip: Mbilung). Sambungan seluler pun cincai.

Kesehatan, polusi dan sanitasi. Ini paling diperhatikan FIFA. Nggak main-main, terutama polusi. Kita tahu bagaimana tingkat polusi Indonesia. Pekerjaan rumah besarlah pokoknya.

Keamanan. Sewaktu Afrika Selatan ditunjuk jadi tuan rumah Piala Dunia 2010, ini masalah paling serius. Anda pasti tak mau hidup anda di negara orang berakhir konyol. Coba sesekali pergi ke Hanoi, rombongan pencopetnya nggak tahan. Situasi model itu nggak mungkin ditolerir di Piala Dunia.

Nah, itu enam faktor utama untuk jadi tuan rumah. Katakanlah, kita bisa bereskan itu semua. Apa yang dulu tak ada di sini, sekarang kita bungkus. Taruhlah, tak ada yang mustahil di dunia ini. Masalahnya, bisakah Indonesia mewujudkannya dalam waktu 13 tahun sementara inspeksi FIFA akan dimulai 2011?

Silahkan, saya butuh jawaban anda. :D

Ϡ

18 Responses to “Tuan Rumah Piala Dunia”

  1. gagahput3ra says:

    Kalo soal fasilitas dan prasyarat tuan rumah Piala Dunia, bikin stadion baru, dsb dalam 13 tahun pasti bisa, cuma mengubah mental SDM Indonesia supaya mau ngerawat dan gak cuma bikin aja dalam 13 tahun saya sih ragu :D

  2. KiMi says:

    Bukannya pesimis, tapi realistis aja… Kok sepertinya mustahil yah?

  3. nothing says:

    manteb.. endonesa jadi tuan rumah piala dunia..semoga malang ditunjuk jadi salah satu tuan rumah, dadi iso ndelok langsung tontonan sepakbola bermutu

  4. -GoenRock- says:

    13 tahun??? *membayangkan jakarta yang makin ruwet wet wet wet*

  5. Epat says:

    bersama kita bisa!
    hahaha…. iklan kampanye banged..
    eh tapi bukannya mimpi piala dunia itu juga dalam rangka kampanye 09? hihihi

  6. pitik says:

    ooo gitu ya??*manggut-manggut*

  7. bangsari says:

    merubah mental suatu bangsa itu paling tidak membutuhkan satu generasi, kata pram.

    jadi, ini proyek omong kosong. padune wis kadung isin si ketum itu…

  8. Raffaell says:

    Sebage rakyat yang ga tau apa apa, aku sih dukung dukung aja…. asal duitnya jelas dan hasilnya ada… ya ga

  9. Ndoro Seten says:

    ntar do tambah rame tawurane yo mas….

  10. pudakonline says:

    bisa-bisa kita tawuran lebih dulu
    karena masing-masing daerah bakal keroyokan mengajukan diri

  11. latree says:

    tuan rumah harus jadi peserta ngga?
    bisa ngga kita jadi peserta?

  12. Dony Alfan says:

    Oalah, dagelan tenan. Bahkan lebih lucu dari Srimulat :lol:

  13. Ndin says:

    yg penting mimpi dulu! :D

  14. Ramadhan says:

    Apakah Indonesia bisa membangun 12 stadion dengan fasilitas yang memadai?.Cukupkah biaya untuk pembangunan tersebut?Sedangkan di daerah sana masih banyak masyarakat yang masih dibawah garis kemiskinan

  15. NOPRI says:

    kenapa tidak mampu dulu aja penjajah pakai senapan kita malah pakai bambu runcing toh kita bisa merdeka. ayo semua DUKUNG. . .
    maukan nonton piala dunia dinegeri sendiri . . .

  16. […] Piala Dunia-nya sudah basi. Masalahnya, siapakah masyarakat sepakbola […]

  17. Yakin bisa mas, kalau kita mau…Stop Dreaming Start Action…

Leave a Reply