&mdash February 17th, 2009 {20}
Insiden penangkapan pemain oleh polisi di lapangan tempo hari itu harusnya normal. Namanya juga unsur kriminal. Tapi menjadi aneh karena polisi tak boleh beroperasi di lapangan.
Menurut aturan FIFA, hanya wasit yang berkuasa di atas lapangan saat pertandingan masih berlangsung. Tidak ada yang melebihi wasit. Tidak direktur klub, federasi atau bahkan presiden suatu negara sekalipun. Bila ada unforce majeur, wasit akan mengambil keputusan menghentikan pertandingan. Pasca itu, tanggung jawab diambil pihak terkait — termasuk polisi.
Dalam kasus keributan Nova Zaenal dengan Bernard Mamadon di Solo kemarin dulu, polisi jelas boleh menangkap. Tapi menjadi salah karena dilakukan saat pertandingan masih berjalan. Harusnya dilakukan saat pertandingan sudah berakhir.
Dari dulu, saya ingin ada pemain yang diproses hukum karena melakukan tindakan kriminal dalam pertandingan. Di liga yang sudah maju, membalas lemparan koin ke penonton pun bisa dipanggil ke polsek.
Bahkan sebagai alat terapi kejut, stadion di Eropa punya ruang tahanan. Yang masuk ke situ biasanya penonton mabuk golongan perusuh. Itu cuma tahanan sementara, setelah pertandingan baru diproses lebih serius.
“Di sini nggak bisa kayak gitu. Ini Indonesia, lu jangan lupa,” begitu kata kawan saya ketika mampir ke kantor tadi pagi.
Yang dia maksud, manual liga kita saja nggak beres. Dia mengutipnya. “Ada klausul gini. Bila ada pelanggaran disiplin, maka bisa pula ditangani oleh pihak berwajib.
“Itu kan multi tafsir banget. Dan repotnya, pihak berwajib sudah pasti polisi.”
Saya manggut-manggut.
Dia benar. Soal ketidakberesan itu, malaikat juga tahu.
Kasus di Solo cuma kebetulan karena betapa banyaknya perkelahian antar pemain di Indonesia ini. Bisakah kita hitung yang berakhir di pengadilan? Lagi-lagi malaikat akan ikut menjawab.
Sepakbola sebuah negara adalah cermin kehidupan suatu negara — walau belum tentu absolut.
wah setiap pertandingan “tarkam” kok ribut ya.
sebenernya mereka tuh mau berolah raga atau mau kick boxing siii
eh kick boxing juga olah raga ya
(* pengalamanku lebih unik mas
totalitas pemain kita dlm bermain bola itu hebat ya? mpe berkelahi maennya! bener total! ha3.
slm kenal
tindakan polisi berlebihan dan melanggar aturan. tetapi mungkin hal kaya gini berguna buat ngajari pemain kita berdisplin.
memang aneh sepak bola kita, kekerasan nggak ada habis2nya
.
Weh,…
Tumben ngomongin hukum.
Meski masih ngembet ke urusan bal-balan….
uhmm. kalo gue setuju polisi ngerangsek masuk lapangan untuk nangkepin pemaen yang membahayakan ribuan penonton (kalo terjadi tawuran masal, khan penonton juga korbannya)..
.. dari kemaren cuma minta penangguhan penahanan, gak ada reaksi yang lain
kedua, gue pengen tau reaksi PSSI
@Soni Snydez:
Kalo soal setuju sih boleh, Son
Masalahnya statuta FIFA tidak membolehkan, makanya wasit harus kompeten. Dia tahu rambu apakah pertandingan bakal rusuh atau tidak. Makanya wasit juga punya strategi 10 menit buat nerapin sanksi keras (kartu kuning atau merah) supaya permainan nggak brutal.
Reaksi PSSI ya bisanya cuma itu. Karena manual liga mereka multi tafsir dan nggak kuat, mereka nggak berani berargumen karena nggak punya dasar. Kasus ini udah jadi pembicaraan di dunia lho (FIFA dan UEFA). Kasarnya, gimana tuh di Indonesia kok ada polisi masuk lapangan nangkep pemain…ruwet lah hahaha
@Mbelgedez:
Lho di bola kan ada hukum juga, bos
@Haris:
Saya suka komentar sampeyan
polisinya ngawur banget ya…mungkin analoginya seperti. polisi tidak oleh masuk kampus perguruan tinggi.
Kalau di Indonesia, polisi yang jaga pertandingan di pinggir lapangan ikut nonton bola alias menghadap ke lapangan. Kalau di eropa, polisinya menghadap penonton untuk tahu tindakan tindakan penonton selama pertandingan.
pulisinya dah ngebet pengin nangkep kaliii… he..he..
polisi kurang kerjaan… hahahaha
Itu adalah contoh polisi yang setia kepada tugas. Lihat tanda calon anarki, langsung bertindak. Masih untung polisinya nggak kasih tembakan peringatan dulu..
Tawur kok habit…. deuhkah
Kadang-kadang menjunjung tugas itu memang berat, lam kenal dari singkep
itulah sebabnya sepak bola indonesia menjadi multi hiburan
Inilah liga bandit, ketuanya aja pernah dibui gara2 jadi bandit kan? Haha
Ketuanya aja bandit
bentar lagi cris john bakal ditangkep! lha mukulin orang seenaknya aja!