RSS You're reading Tangkap article on sekadarblog

Tangkap

Insiden penangkapan pemain oleh polisi di lapangan tempo hari itu harusnya normal. Namanya juga unsur kriminal. Tapi menjadi aneh karena polisi tak boleh beroperasi di lapangan.

Menurut aturan FIFA, hanya wasit yang berkuasa di atas lapangan saat pertandingan masih berlangsung. Tidak ada yang melebihi wasit. Tidak direktur klub, federasi atau bahkan presiden suatu negara sekalipun. Bila ada unforce majeur, wasit akan mengambil keputusan menghentikan pertandingan. Pasca itu, tanggung jawab diambil pihak terkait — termasuk polisi.

Dalam kasus keributan Nova Zaenal dengan Bernard Mamadon di Solo kemarin dulu, polisi jelas boleh menangkap. Tapi menjadi salah karena dilakukan saat pertandingan masih berjalan. Harusnya dilakukan saat pertandingan sudah berakhir.

Dari dulu, saya ingin ada pemain yang diproses hukum karena melakukan tindakan kriminal dalam pertandingan. Di liga yang sudah maju, membalas lemparan koin ke penonton pun bisa dipanggil ke polsek.

Bahkan sebagai alat terapi kejut, stadion di Eropa punya ruang tahanan. Yang masuk ke situ biasanya penonton mabuk golongan perusuh. Itu cuma tahanan sementara, setelah pertandingan baru diproses lebih serius.

“Di sini nggak bisa kayak gitu. Ini Indonesia, lu jangan lupa,” begitu kata kawan saya ketika mampir ke kantor tadi pagi.

Yang dia maksud, manual liga kita saja nggak beres. Dia mengutipnya. “Ada klausul gini. Bila ada pelanggaran disiplin, maka bisa pula ditangani oleh pihak berwajib.

“Itu kan multi tafsir banget. Dan repotnya, pihak berwajib sudah pasti polisi.”

Saya manggut-manggut.

Dia benar. Soal ketidakberesan itu, malaikat juga tahu.

Kasus di Solo cuma kebetulan karena betapa banyaknya perkelahian antar pemain di Indonesia ini. Bisakah kita hitung yang berakhir di pengadilan? Lagi-lagi malaikat akan ikut menjawab.

Sepakbola sebuah negara adalah cermin kehidupan suatu negara — walau belum tentu absolut.

Ϡ

20 Responses to “Tangkap”

  1. kw says:

    wah setiap pertandingan “tarkam” kok ribut ya.
    sebenernya mereka tuh mau berolah raga atau mau kick boxing siii
    eh kick boxing juga olah raga ya

    (* pengalamanku lebih unik mas

  2. haris says:

    totalitas pemain kita dlm bermain bola itu hebat ya? mpe berkelahi maennya! bener total! ha3.

    slm kenal

  3. arya says:

    tindakan polisi berlebihan dan melanggar aturan. tetapi mungkin hal kaya gini berguna buat ngajari pemain kita berdisplin.

  4. ciput says:

    memang aneh sepak bola kita, kekerasan nggak ada habis2nya

  5. mbelGedez™ says:

    .
    Weh,…
    Tumben ngomongin hukum.

    Meski masih ngembet ke urusan bal-balan….

    :mrgreen:

  6. snydez says:

    uhmm. kalo gue setuju polisi ngerangsek masuk lapangan untuk nangkepin pemaen yang membahayakan ribuan penonton (kalo terjadi tawuran masal, khan penonton juga korbannya)..
    kedua, gue pengen tau reaksi PSSI :D .. dari kemaren cuma minta penangguhan penahanan, gak ada reaksi yang lain :D

  7. hedi says:

    @Soni Snydez:

    Kalo soal setuju sih boleh, Son
    Masalahnya statuta FIFA tidak membolehkan, makanya wasit harus kompeten. Dia tahu rambu apakah pertandingan bakal rusuh atau tidak. Makanya wasit juga punya strategi 10 menit buat nerapin sanksi keras (kartu kuning atau merah) supaya permainan nggak brutal.

    Reaksi PSSI ya bisanya cuma itu. Karena manual liga mereka multi tafsir dan nggak kuat, mereka nggak berani berargumen karena nggak punya dasar. Kasus ini udah jadi pembicaraan di dunia lho (FIFA dan UEFA). Kasarnya, gimana tuh di Indonesia kok ada polisi masuk lapangan nangkep pemain…ruwet lah hahaha

  8. hedi says:

    @Mbelgedez:

    Lho di bola kan ada hukum juga, bos :P

  9. hedi says:

    @Haris:

    Saya suka komentar sampeyan ;)

  10. polisinya ngawur banget ya…mungkin analoginya seperti. polisi tidak oleh masuk kampus perguruan tinggi.

  11. imcw says:

    Kalau di Indonesia, polisi yang jaga pertandingan di pinggir lapangan ikut nonton bola alias menghadap ke lapangan. Kalau di eropa, polisinya menghadap penonton untuk tahu tindakan tindakan penonton selama pertandingan.

  12. Masenchipz says:

    pulisinya dah ngebet pengin nangkep kaliii… he..he..

  13. nothing says:

    polisi kurang kerjaan… hahahaha

  14. Itu adalah contoh polisi yang setia kepada tugas. Lihat tanda calon anarki, langsung bertindak. Masih untung polisinya nggak kasih tembakan peringatan dulu..

  15. Epat says:

    Tawur kok habit…. deuhkah

  16. dinoe says:

    Kadang-kadang menjunjung tugas itu memang berat, lam kenal dari singkep

  17. bangsari says:

    itulah sebabnya sepak bola indonesia menjadi multi hiburan

  18. Dony Alfan says:

    Inilah liga bandit, ketuanya aja pernah dibui gara2 jadi bandit kan? Haha

  19. Dony Alfan says:

    Ketuanya aja bandit :D

  20. kyai slamet says:

    bentar lagi cris john bakal ditangkep! lha mukulin orang seenaknya aja!
    :D

Leave a Reply