Bersowan ke tempat lain sebagai tamu dalam pertandingan sepakbola adalah kegiatan penuh resiko. Tidak di arena tarkam, tidak juga di ajang profesional. Beresiko untuk tim dan juga suporter (jika ada).
Makanya Arsenal merasa perlu untuk memeringatkan suporternya dalam perjalanan ke Roma. Maklum, ibukota Italia itu gudang pencopet dan pencoleng. Plus, hooliganisme sedang musim di Italia. Suporter Manchester United pun pernah babak belur di sana.
Peringatan pun dilengkapi peta kota segala.

Yang dibuat Arsenal biasa dilakukan klub di Eropa, terutama Inggris. Tentu peringataan nggak cuma untuk menghindari suporter rival, tapi juga supaya tidak melakukan pancingan — apalagi malah sengaja untuk “perang” di rumah orang. Pasti berabe.
Soal resiko seperti itu, harusnya klub Indonesia aktif melakukannya. Bola Indonesia yang hobi rusuh malah lebih ngeri. Bahkan ketika tanding di kota A, justru keributan suporter B justru terjadi dengan rival dari kota C. Sebuah potret yang aneh, memang.
Beruntung, suporter di sini nggak selalu ikut kemana timnya main. Selain ongkosnya sama seperti orang liburan, stadion pun belum tentu cukup tempat untuk mereka. Jangan harap ada pemisahan tempat seperti di stadion Eropa. Kelebihan kapasitas dan saling gesek badan adalah praktek umum.
Tapi sekadar jaga-jaga, harusnya klub proaktif bikin woro-woro. Ini untuk menjaga hubungan baik dengan suporter. Siapa tahu, suporter merasa dihargai klub. Berikutnya, mereka akan berusaha santun demi nama baik klub di manapun bermain — baik kandang maupun tandang.
Bila klubnya bisa profesional, maka suporternya akan relatif begitu juga. Kaitan emosional seperti ini jamak di sepakbola.
Hmmm,
Pernah ngeliat penonton liga amerika latin, serem…..
harusnya dulu arema bikin seperti itu ya kang?
pokoknya mah hidup persib!!!!!!
)
wah tidak ada bonek ya mas di sana?
iya, apalagi sekarang google map sudah menampilkan peta detail Indonesia
lha wong pengurus bolanya make mesin potokopi saja belum tentu pernah, apa lagi kepikiran ngurusin peta (yang dari google map). huh!
ah di sini penegakan hukumnya gak jelas… jangan-jangan para suporter nyantai aja buat bikin rusuh, toh hukumannya bakal dibatalin lagi sama PSSI…
pembahasan liga champion ndi ki… inggris 3-0 italia
tifoso roma nekat tuh, masuk ke bis suporter arsenal sendirian, nyalain mercon, trus nusuk orang. ckckckck
semangat holigannya gak keluar yek
lha di sini dulu malah ada supporter yang spt “dibombong untuk berangkat seadanya dan terkesankan boleh semuanya di wilayah orang lain. itu kesan saya sih.
makasih hed. saya nggak ambil bal-balannya tapi moral cerita yang sering sampeyan sampaikan.
—
Mungkin polisi Indonesia perlu mencontoh cara ini untuk meminimalisasi kerusuhsan yang sering terjadi.
Gimana kalo lap bola didirikannya d sbelah kantor polisi aj?
Meski dikasih peta macam gitu, kalau pas di dalem stadion saling rusuh, ya sama aja bohong, Kang..