RSS You're reading Masyarakat Sepakbola article on sekadarblog

Masyarakat Sepakbola

Isu Piala Dunia-nya sudah basi. Masalahnya, siapakah masyarakat sepakbola Indonesia?

Tentu harusnya yang peduli pada sepakbola nasional. Juga bisa mereka yang rajin nonton liga lokal. Atau mereka yang gemar memenuhi stadion di seantero negeri. Kemungkinan juga komentator, hooligans, pedagang kaos replika. Jangan-jangan wartawan, polisi  dan pembuat spanduk pun termasuk yang peduli.

Tapi apakah mereka tergabung ke dalam MSBI, itu yang belum tentu. Nama MSBI pun saya baru tahu kali ini.

Yang jelas, isi spanduk dan isu Piala Dunia itu cuma komoditas politik (praktis). Sepakbola di Indonesia adalah politik praktis.

Mayoritas stadion adalah produk jaman Belanda. 90 persen tim peserta liga adalah hasil endorsement pemda. Orang-orang di PSSI juga partisan partai politik. Stadion baru yang dibangun di Indonesia juga selalu dalam rangka pilkada dan sejenisnya. Ini pengulangan metode cari massa oleh Belanda dulu.

Ini yang membuat sepakbola Indonesia nggak pernah (bisa) maju. Absurd dan tidak signifikan.

© foto: Epat 95

Ϡ

17 Responses to “Masyarakat Sepakbola”

  1. gagahput3ra says:

    Sepak bola di Indonesia hierarki organisasi dan gaya manajemennya masih peninggalan orde baru, yaitu fungsinya hanya sebagai distraksi politik, dan massa diperlakukan sebagai tidak lebih daripada boneka-boneka bersuara sama. Organisasinya? Cuma sekedar kendaraan semata.

    Harusnya itu banner dirubah jadi “Pilih Capres Yang Memperjuangkan Terwujudnya PSSI yang Demokratis, Perombakan hierarki organisasi PSSI, dan modernisasi infrastruktur sepak bola”.

    Tiga itu aja deh, dijamin kita jadi tuan rumah Piala Dunia. :(

  2. nothing says:

    hihihi, sampeyan nduwe kertu anggota ne sam???

  3. masnoer says:

    MSBI itu apa to mas saya kok baru denger maaf orang Gaptek

    anda senasib dengan saya ;)

  4. didut says:

    idem sama komen no 1 hihi~

  5. dian says:

    hehehe masyarakat sepakbola indonesia…..

    geli

  6. Epat says:

    jelas-jelas dol-able je, ya pasti terjual di negeri ini… apasieh yang enggak? hahaha

  7. pilih capres yang bener…..

    masa’ milih capres cuma karena dia bisa meng-gol-kan indonesia jadi tuan rumah piala dunia?.
    milih capres tuh yang bisa membahagiakan rakyat, dengan menjadikan rakyat bebas dari kebodohan dan kemiskinan. bukan karena tuh capres berjanji menjadikan i…

  8. bangsari says:

    saya rasa perlu dipatenkan istilah “Pateni wae Ketume”TM

  9. zee says:

    Halo mas, udah lama saya gak datang kesini… :) masih bahas bola ya. Saya gak ngikutin bola sih mas. Tp klo sepakbola Indonesia bisa maju, saya mau nonton dan mendukung. Mudah2an saja ada perkembangan …

  10. Ndoro Seten says:

    wah kalo apa-apa hanya demi prakmatisme yo terus kapan majune yo mas?

  11. Red Antares says:

    Lucu deh, sepakbolapun dipolitisasi. Demi suara apapun dilakukan. Tapi kupikir ada kesamaannya antara politisi dan pemain sepakbola. Sama-sama suka menyepak, yang satu menyepak bola dan lain menyepak lawan politiknya.

  12. Satrion says:

    Presiden / capres seharusnya tidak mementingkan Piala dunia di saat keadaan negeri seperti ini.
    Dan karena FIFA melarang pemerintahan turut campur dalam organisasi sepakbola, maka PSSI sendiri lah yang harus berbenah. lagian dah tua kok PSSI harusnya sudah matang ( atau perlu dibangun organisasi baru dengan semangat baru ? )

  13. mpokb says:

    apakah bung hedi mau daftar jadi anggota juga?

  14. Ch Ambong says:

    gue sih nga ngerti bola, tapi kalau PSSI korupsi dan tukang manipulasi itu gue tahu. Tapi, soal Pilih Capres … dan Piala Dunia 2022 di Indonesia gue sih dukung. Kalau kalaian baca Kompas halaman olahraga pada bulan April lalu, di kolom tersebut ada berita yang isinya Obama Menulis Surat ke Presiden FIFA agar negaranya di pilih kembali untuk menjadi tuan rumah PD 2018 atau 2022, kata Obama menjadi tuan rumah PD itu penting untuk meningkatkan kemajuan olahraga di negaranya. Dari berita soal surat Obama itu, gue mau mengatakan bahwa negara sebesar dan super power di dunia ja Presidennya mau tuh menulis surat ke FIFA, agar FIFA kembali menunjuk AS menjadi tuan rumah PD. Apa yang dilakukan Obama adalah tindakan politik, krn menghasilakan sebuah produk politik yaitu surat resmi dari seorang Presiden AS ke Presiden FIFA

  15. Ch Ambong says:

    jadi, menurut gue apa yang dilakukan oleh Masrakat Sepak Bola Indonesia (MSBI) itu, adalah tindkan yang tepat. Krn untuk menjadi tuan rumah PD harus berdasarkan keputusan Presiden selaku kepala negara. Nah, kalau soal prestasi itu soal PSSI selaku otoritas sepak bola Indonesia. Kalau dia nga sanggup ya bubarin aja atau orang-orangnya diganti. Gue pikir MSBI siap tuh untuk menggantikan peran dari PSSI yang selama in kerjanya nga beres, itu terbukti dari spanduk2 mereka yang saya baca di jalan, bahkan waktu saya pulang ke Bandung sabtu kemarin (9/5/09) di Bandungjuga ada tuh spanduk MSBI, TOP BGT deh MSBI, gue dukung kerja2 kalian. Btw, MSBI itu siapa ya ketuanya maupun sekjennya dan dimana bisa ketu mereka, gue mau wawancara untuk majalah kampus

  16. Bola says:

    padahal mentrinya olahraga gak kenal ama bola!!! gimana tuh? kayaknya semakin di awang2 aja cita cita jadi tuan rumah PD

  17. syamsu says:

    bagai manah ya biar indonesia bisa lebih baik dari negara lain…

Leave a Reply