&mdash May 7th, 2009 {24}
Pertandingan sepakbola kadang kala memang kejam. Bahkan bagi tim yang bermain sangat baik sekalipun. Itu yang disebut komentator ESPN waktu Chelsea didepak Barcelona tadi pagi.
Mungkin Kieran Gibbs bisa menyebut kakinya yang terpeleset adalah kekejaman karena membuka kekalahan 1-3 Arsenal dari Manchester United.
Pasti pendukung Chelsea juga menyebut wasit Tom Henning Ovrebo kejam karena berkali-kali tidak menggubris kemungkinan penalti.
Tapi boleh juga disebut bila kecaman dan umpatan para pemain Chelsea kepada Ovrebo disebut kejam oleh istri dan anak-anak wasit dari Norwegia itu.
Atau jangan-jangan tendangan keras Andres Iniesta ke gawang Petr Cech adalah hal paling kejam bagi Chelsea. Sebab itulah satu-satunya shot on goal dari Barcelona sepanjang 90 menit!
Sepakbola selalu menghadirkan drama, entah yang protagonis atau antagonis. Kisah tragis dari lapangan hijau sudah sering terdengar. Ketika sebuah tim menemui kegagalan, kesedihan bukan cuma milik pelatih dan pemain — tapi juga suporter.
Merekalah yang justru sering jadi bulan-bulanan (ejekan). Nggak heran orang menjadi sangat serius menganggap hasil pertandingan adalah ibarat hidup dan mati yang sesungguhnya.
Bahkan tetangga saya yang masih kelas satu SD pun berani mengatakan ingin bunuh diri jika Persija Jakarta kalah.
Tapi bila bunuh diri yang terjadi, itu bukan lagi terminologi kejam. Bila suporter Arsenal dari Kenya gantung diri hanya karena tim favoritnya kalah, itu adalah konyol!
Sepakbola mungkin penting (bagi sebagian orang). Mungkin punya kaitan emosional, primordialisme dan sejenisnya. Tapi sampai kapan pun, saya tak akan pernah mau menukar nyawa dengan sepakbola meski saya maniak terhadap permainan rebutan bola ini.
Masih banyak hal dalam hidup yang bisa diperjuangkan dan diurus. Ini cuma masalah logis atau tidak. Ya kan?
meskipun konyol, almarhum Suleiman Omondi membuktikan, The Herd itu ada. Tapi tetep itungane mati konyol sih. sepakbola memang kejump..
Negeri ini juga kejam kalo nekat kepingin jadi tuan rumah Piala Dunia. Ndak kesiyan sama PLN, apaa??
saya lebih suka melihat darikaca mata ‘ Sportif ‘..mau urusan wasit, patugulipat UEFA,..ya kalah ya kalah..menang ya menang.
Justru disini seninya,bagaimana unsur manusia yang bisa salah berperan dalam sebuah pertandingan.
* Next time better Arsenal !
sing kejam ki suporter sing ga nduwe aturan, contoh nya usai pertandingan GU-Persebaya Rabu (6/5) kemarin, kancaku diantemi suporter persebaya sampai ajur. kudu mlebu rumah sakit, hp di rampas juga.
asyu cen suporter telek
sepak bola, sebagaimana olahraga lain, saya sukai karena membakar adrenalin. membuat perasaan naik turun, tegang, penuh konsentrasi, sampai akhirnya kecewa atau bahagia. mungkin para penyuka bola (yang sebagian besar kaum hawa) juga gitu kali ya…
Kalau ada supporter Chelsea yang bunuh diri gara-gara kalah sama Barca tadi pagi, saya maklum Sam. Memang edian!!
Padahal tadi sudah mau tidur dengan pulas gara-gara yakin MU pasti juara Champions lagi. lha wong lawan Chelsea aja lho. Eladalah, kok ya jadinya lawan Barca.
Iyalah, konyol banget kalau sampe bunuh diri gara2 tim kesayangannya kalah. Masih ada hal2 yang lebih berharga diatas itu untuk dipertaruhkan nyawa
Saya pendukung MU, dan saya lega Barcelona yang menang tadi malam. Saya yakin MU bisa bermain disiplin seperti Chelsea dan meraih hasil maksimal seperti melawan Arsenal kemarin.
Ngeri aja membayangkan bagaimana MU bisa mengalahkan Chelsea kalau tim sekelas Barcelona saja dibuat bingung bagaimana cara melesakkan gol…
pokoknya bukan MU!
hahaha
Hyaaaa…..Chelsea kennnna deh
Setuju sama epat.
kalo namanya sudah hobi berat yaa gitu itu … kadang2 jadi kegilaan luar biasa sampe yang biasa aja disebut “kejem”
Man U memang matang tahun ini …lah usia 24 tahun aja udah veteran kekeke~
Sepakbola indonesia lebih keren lagi mas. Dibekali ilmu beladiri dan ilmu bacot alias banyak cocot. He..
yang kejam itu nonton rame2 ke stadion ga bayar karcis masuk
taruhanya yang kalah bunuh diri kali mas…
hidup MU! *ndak ngerti hrs komen apalagi*
sabar, kan cuma pertandingan yang jauh disana
kekalahan arsenal hanya pemicu, masalah hidupnya pasti terlalu berat, dia pikir…
mosok kejam cak . . . . .
nggik kene ae PSIS dibubarna walikotane . . .
gak oleh main karo kapoldane . . .
bubar kabeh ae wis . . . cek gak onok sing ketam . . .
yang kejam itu penonton yang brutalll
Nunggu MU main ke indonesia ^^
mungkin kenyamanan jadi faktor utama mas
hahahahahaha….
Cuma gara2 Arsenal kalah gantung diri,,,
Taruhan Rumah X tuh orang…..