RSS You're reading Tur article on sekadarblog

Tur

Secara umum, kegiatan tur pasti buang duit, bukan masuk duit. Tapi untuk industri pertunjukan, agenda tur malah meningkatkan jumlah keuntungan.

Itu sebabnya klub sepakbola Eropa gencar bikin tur demi uang masuk. Tur musim panas atau tur pra-musim adalah istilah jamak. Urusan pemain nggak punya waktu panjang dengan keluarga, itu soal lain.

Kegiatan seperti ini sering dikritik kaum nasionalisme atau pembela negara ketiga. Penjajahan devisa katanya. Lho, masalahnya yang “dijajah” senang kok. Lihat saja bagaimana antusiasme orang Malaysia menyambut Manchester United.

Belum lagi dengan Indonesia. Pendukung MU di sini senang alang kepalang. Andai bom kuningan tak meledak, jadwal MU di Jakarta adalah yang terlama selama Tur Asia Timur Jauh; 5 hari!

Liverpool mengakui mereka cari uang dalam turnya ke Thailand dan Singapura. Tapi bukan cuma cari uang. Ada pula coaching clinic atau pertemuan Rafael Benitez dengan pelatih-pelatih Thailand dan Singapura.

Memang nggak terlalu sebanding antara acara off field yang klub buat dengan keuntungan komersil yang masuk. MU saja menerima Rp 19,1 miliar walaupun nggak jadi main di Senayan.

Batasnya memang menjadi tipis. Itulah keunikan industri hiburan. Klub sebagai perusahaan pasti cari laba. Keuntungan mungkin nggak instan, tapi berlangsung sejalan waktu lewat penjualan kostum replika dan merchandise lain.

Tim dan atlet juga (diwajibkan) punya tanggung jawab terhadap sponsor. Lihat pembalap Valentino Rossi yang harus rela bikin iklan di negara manapun selama Yamaha membutuhkan, termasuk bareng Komeng. Itu biasanya diatur dalam kontrak. Harus mau!

Begitu, kan?

Ϡ

11 Responses to “Tur”

  1. ely says:

    kemarin waktu kesebalasan nasional jerman sini bikin tur ke china etc, ada juga yg ngritik, buat apa , nggak ada manfaatnya, ternyata demi uang masuk to mas :)

  2. pudakonline says:

    Kegiatan seperti ini sering dikritik kaum nasionalisme atau pembela negara ketiga. Penjajahan devisa katanya. Lho, masalahnya yang “dijajah” senang kok. Lihat saja bagaimana antusiasme orang Malaysia menyambut Manchester United

    Wah… jika melihat sejarah, apalagi orang Indonesia kang!

  3. Jauhari says:

    Mari belajar dari Pengalaman kita… ataupun dari Pengalaman Musuh kita…

  4. pema says:

    Lets Educate!

  5. Nazieb says:

    Yah, mirip pedagang keliling lah, Sam..

    Daripada jualan di toko tapi ga ada pembeli yang dateng, ya samperin aja pembelinya.. :D

  6. Raffaell says:

    Cobak bapak yang jadi boss PSSI yak…. kekekekekek

  7. siais says:

    yah MU mudah2an g kapok deh….

  8. Ndoro Seten says:

    o gitu to critane….
    lha nek wisata blogger atau tour blogger lumayan ki mas, digratis pemda wonosobo

  9. odin says:

    tenyata e ternyata…aku klo tur pasti ngabisin duittt

  10. hedi says:

    @Nazieb: betul, namanya juga klub bola…ya harus jemput bola :P
    @Raffaell: wah enggak deh, bayarannya kecil hahaha
    @Ndoro Seten: makanya enak jadi blogger aja ya

Leave a Reply