RSS You're reading Persija Jaya article on sekadarblog

Persija Jaya

…Persik Kediri bersiap merekrut tiga pemain baru setelah menerima kucuran dana APBD sekian miliar rupiah…

Kira-kira begitulah narasi siaran berita sport di tv beberapa hari lalu. Praktek yang sering kali bikin saya senyum kecut, sedih dan kesal. Bukan cuma Persik, tapi mayoritas klub plat merah lain.

Bayangkan, dana APBD dipakai untuk membeli dan menggaji pemain profesional! Andai dana miliaran itu untuk membangun kualitas sekolah atau puskesmas.

Tapi sementara ini, saya salut sama Persija Jakarta. Saya takjub mereka serius menjadi profesional melalui kompeni pengelola PT. Persija Jaya. Jangan lihat namanya yang mirip pengelola pasar inpres, PD Pasar Jaya. Mereka siap tanpa APBD dan sudah punya investor dengan dana Rp 30 miliar. Hebat!

Karena profesional, pasti ada hitungan untung dan rugi. Mereka akan bangun tim dengan pembinaan usia muda. Pemain dengan gaji ratusan juta bahkan miliar rupiah per tahun akan dibuang. Salah satunya Bambang Pamungkas.

Namun entah kenapa mereka menyewa pelatih dari Portugal. Biaya perekrutan pun konon mencapai setengah miliar rupiah, belum gajinya. Dan kocak bila dikasih target juara. Padahal dia pelatih asing yang belum ketahuan kualitasnya, akan berkarir di kompetisi Indonesia yang penuh dengan intrik dan punya jadwal yang tak jelas. Luar biasa aneh!

Tetapi biarlah itu urusan tehnik mereka. Sikap Persija untuk menjadi profesional harus dihargai.

Masalahnya, mereka akan bermain di Liga Super Indonesia. Pada akhirnya muara tetap berakhir di PSSI/BLI. Repotnya, belum ada perkembangan positif dari Senayan. Status quo. Satu contoh paling siginifikan adalah jadwal kompetisi. Kapan kick off Liga Super dimulai? Belum tahu. Padahal ini penting untuk perencanaan sebuah klub dan pelatih.

Saya cuma berharap, semoga sikap Persija Jaya tak mubazir. Bila klub profesional tapi pengelola liga masih tarkam, anda pasti tahu jawabannya. :D

Ϡ

18 Responses to “Persija Jaya”

  1. Tanpa mengecilkan sepak bola, saya bilang aja, rakyat bayar pajak daerah bukan buat kasih makan pemain bola. Salut buat Persija yang berani berdiri tanpa dukungan APBD..! Gitu dong, kalo mau maju!

  2. pudakonline says:

    kemarin dengar kabar sam, Arema bakal nyusul, dilepas Bentoel dan NO APBD.

    Sikap professional tanpa menggunakan uang rakyat itu yang patut dihargai, tapi berita seperti ini menjadi konyol jika masih bermuara dengan PSSI, itu intinya kang!

    Siapa yang mesti profesional lebih dulu, selayaknya adalah PSSI.

  3. Nazieb says:

    Wes, bubarkan ae tim-tim eks Perserikatan..
    :P

  4. adipati kademangan says:

    Kalau sudah mandiri, bakal ada perlawanan dari peserta jika ada pemaksaan-pemaksaan yang di luar nalar. “Lhah wong saya pake dana sendiri-ndiri kok, sampeyan ikut-ikutan ngatur ?!”

  5. oon says:

    bagus itu….mandiri…nanti pemain dikasih bayaran saham pt. nya :p

  6. Dian says:

    eh hed, kok enggaq hire guus hiddink aja ? :D pasti lbh mahal ya ?

    eh trus lanjutan MU kemaren gimana ? tiketnya dibalekin ya ?

  7. andi says:

    sungguh aneh, ketika ada klub yang siap kearah profesional eh penyelenggara kompetisinya malah bersikap ke-amatiran :(

  8. escoret says:

    saya ndak tahu jwbannya hed….
    liga indonesia terlalu males di liat….hahhahahaha

  9. ditunggu aksi chaiman baru persija

  10. Nyubi says:

    Saya penikmat bola.. Tapi paling males liat liga Indonesia, sekalinya nonton tv
    Persipura vs sriwijaya fc, lha rusuh! Padahal gaji pemain bola gede2 lho…
    Tapi kualitasnya dibawah standar pemain pro selayaknya :(

  11. aLe says:

    Pokoke Aremaaaaaa :P

  12. gothic_bless says:

    pertanyaaan nya adalah, emank kalo tanpa apbd, pemain akan dpt gaji yg cukup?
    bkn kah makin bikin pesepak bola makin malas, atau bahkan keluar karen honor tdk mencukupi…
    mungkin sebaiknya kita harus belajar dari negara” yg sepak bolanya sudah sukses, bagaimana kinerjanya, dan peraturan” nya…
    gk ada slhnya kita belajar dari yg lbh pintar untuk menjadi lebih pintar bukan?

  13. Moes Jum says:

    Lho sampeyan saiki dudu “Ongis Nade”???

  14. Luthfi says:

    iki wong malang koq mbahas persija

  15. romeo24 says:

    Buat pimpinan PT Persija Jaya yang baru,kami harap langkahnay jangan sembrono, tolong juga perhaatikan para pemain yang sangat loyal terhadap Persija selama ini, seperti Ismed Sofyan , Leo Saputra dll, jangan habis manis sepah dibuang. Cobalah bicara 4 mata dengan mereka tentang uang kontrak mereka musim ini, kami pikir mereka tuh udah terbukti loyalitasnya thd Persija, jangan sampai mereka disamber klub lain. Tentang rencana mau pakain 60% pemain muda, kami kurang setuju jika ini langsung diterapkan, mulai saja denagn 30% dulu, tahun II dinaikkan, sampai tahun V, batas akhir investor baru. Bagiamana mau jadi juara, denagn pemain senior aja, Persija babak belur, apalagi dengan pemain muda. Niat sih boleh saja, tetapi tolong Bapak2 tuh lihat kenyataan dan dengar juga suara para supporter dan grass root.

  16. hedi says:

    @Moes & Luthfi: babah….urusanku :P

  17. Menurut aturan, APBD tidak boleh mendanai klub sepakbola.
    Kalau Persik Kediri melakukan itu, namanya penyimpangan, siap-siap diperiksa polisi, kejaksaan, atau KPK..
    Bisa masuk penjara tuh …

Leave a Reply