ketika sepakbola bikin penasaran

© Jerome38@Flickr

© Jerome38@Flickr -- Schalke Melawan Rasisme

Klub Jerman, Schalke 04, sedang dihajar protes (keluhan?) dari umat muslim di Jerman. Kebetulan kota industri Gelsenkirchen, kota di mana Schalke berada, punya masyarakat muslim yang sangat besar di Jerman — mayoritas berdarah Turki dan juga suporter Schalke.

Umat muslim setempat protes karena ada penggalan lagu kebangsaan Schalke yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW. Awalnya, saya mau ambil keseluruhan lagunya di web resmi Schalke, tapi sudah dihilangkan. Padahal kemarin masih bisa saya lihat tapi tak sempat saya salin. Tak apalah, saya dapat penggalannya dari web forum muslim Jerman.

Mohammed war ein Prophet
Der vom Fußballspielen nichts versteht
Doch aus all der schönen Farbenpracht
Hat er sich das Blau und Weiße ausgedacht

Terjemahan bebasnya kira-kira begini:

Muhammad adalah seorang Nabi*
Beliau tak mengerti sepakbola
Tapi Beliau selalu mengenakan warna biru dan putih
Itulah warna Schalke

Lagu ini sebenarnya pernah diprotes tahun 1997, tapi saya kurang tahu akhir kasusnya. Namun untuk yang sekarang, Schalke mengundang intelektual dan ahli muslim di Jerman untuk memeriksa apakah lagu itu bernada menghina. Sampai saya buat tulisan ini, belum ada perkembangan atau tanggapan terbaru.

Saya tak tahu apakah itu berkesan menghina atau sebaliknya. Tapi sebaiknya Schalke lebih bijak dengan tidak menggunakan perandaian Nabi Muhammad. Sekiranya membutuhkan simbol pembanding yang diakui eksistensinya oleh seluruh (umat) dunia, saya pikir masih ada dan mungkin banyak yang bisa dipilih.

Dan dari gelagat yang saya baca di web Schalke, kemungkinan lagu itu akan direvisi. Sebab lagu itu sudah pernah 2-3 kali direvisi sejak diciptakan tahun 1935. Selain itu, fans Schalke dikenal salah satu fans humanis di Jerman. Mereka aktif melawan rasisme dan Nazi.

Bagaimana menurut anda?

*Maaf bila ada kesalahan penulisan, mohon dikoreksi.

§284 · August 7, 2009 · Liga Jerman · Tags: , , , , , , , · [Print]

15 Comments to “Schalke Menghina Muslim?”

  1. frozzy says:

    hmh…provokatif memang. pantesan aja kalau dianggap menghina. kenapa ga pake perumpamaan doraemon aja ? toh sama2 pake warna biru dan putih ? hehehehehe….

  2. masoglek says:

    Yang mengherankan kok mereka bisa tau kalo Nabi Muhammad memakai pakaian biru dan putih. Lha saya aja yang orang ISlam ndak tau

  3. nothing says:

    hihihi, kok yo iso ae nyiptaken lagu kaya begitu

  4. Kalau secar teknis memang tidak. Namun Manusia Terbaik , seharusnya hanya boleh dikaitan dengan fakta…

    sebelum branding dan nama mereka hancur , ada baiknya schalke meng-minta maaf sedalam dalamnya. Dan menerima konsekuensinya

  5. kombor says:

    Itukah wujud kebebasan berpikir dan berekspresi. Nggak mikirin perasaan orang lain.

  6. -tikabanget- says:

    aku bingung e mas..
    menghina ndak ya..
    kalo dari kalimatnya sih biasa aja.
    tapi kok ya make perumpamaan Nabi..

    piye ya..
    menghina ndak ya..

  7. -GoenRock- says:

    Errr… dari mana mereka tahu kalau Nabi Muhammad pake pakaian biru putih? :roll:

  8. gum says:

    mungkin memang bukan bermaksud menghina. tapi tetap saja, seperti sampeyan bilang kang, masih banyak perumpamaan lain yang bisa dipakai.

  9. mas kopdang says:

    paling ngguyon…

  10. ceznez says:

    wah.. gak seru klo ada yg suka maen hina2an ya om… ^_^

  11. dian says:

    menurut aku sih tuh grup malah bangga bahwa nabi muhammad memakai tuh warna. berarti warnanya keren banget soale nabi muhammad juga keren :D

    eh tp emang nabi muhammad demen biru putih ya?

  12. diditjogja says:

    ohh..saya yakin, lagu itu akan direvisi dan tdk ada gejolak yang berarti di kota itu (Gelsenkirchen)…
    *emang Indonesia*

  13. mpokb says:

    bagian “nggak mengerti sepakbola” dan pakai baju “biru putih” itu nggak masuk akal, kalau nggak mau disebut menghina. sepakbola muncul tahun berapa coba, hehe… ah, maunya bercanda sambil merebut simpati, malah terpeleset..

  14. Agus Suhanto says:

    nuhun o atas tulisannya yang bermanfaat… kenalkan saya Agus Suhanto

Leave a Reply