&mdash August 19th, 2009 {27}
Kebanyakan orang Indonesia memang doyan pakai istilah asing. Coba kita simak contoh-contohnya.
Untungnya Liga Super Indonesia tidak dibuat Indonesian Super League.
Menggunakan istilah asing (mungkin) tak salah. Tapi akan jauh lebih baik pakai bahasa sendiri. Minimal, identitas menjadi jelas.
Coba lihat di tempat yang maju. Lega Calcio (Italia), Bundesliga Fußball (Jerman), Copa del Rey (Piala Spanyol) atau DFB Pokal (Piala Jerman).
Saya takut kalau pakai istilah asing malah kita menjadi asing di dalam lingkungan sendiri. Lebih runyam lagi, kompetisi kita juga belum menjual. Jadi untuk apa kita pakai istilah asing?
[...Indonesian Super League...] sudah sering disebutkan kok… bahkan pembawa acara lebih suka memakai ISL dibanding LSI
untuk gengsi ketumnya cak…
@Arham: betul! tapi dari BLI aslinya ISL
@Bangsari: makan tuh gengsi =)
iyo Cak! koyo ditonton wong luar negri wae…Salam Kenal!
semoga blog ini terbaca para petinggi bola di indonesia ya. amin.
@guntur: salam kenal kembali, mas.
Biar di bilang negara yang gawul geto loh, soalnya pake istilah yang ke-enggres-enggeresan..
… meski kompetisinya ajah masih kacau..
sedikit menyimpang..
begitu juga dengan indonesia united, hehehe
indonesia bersatu sebenarnya keren, wis ben lah,
aku bakal nduwe kawosnya.
Gimana klo nama team sam!, banyak juga yang menjelma pake embel-embel united dibelakang nama team mereka, hehehehe…
meniru nama dulu kang, soal kualitas dipikir kemudian…..
@Nothing: beda kepentingan, yu…IndonesiaUnite adalah misi untuk disuarakan ke luar Indonesia. Kalo nama produk kan ga harus pake nama asing.
@Pudak: nama tim ga masalah, tapi juga ada baiknya pake bahasa sendiri. ini ada urusannya dgn ciri khas
#zam Hedi | hihihi, iya sih. tapi cen kebiasaan ki endonesa, sok ngingris
padahal football wes diterjemahkan dg bagus jadi “sepakbola”
hmm.. pengen niru yang udah mapan, tapi cuma sekedar kulitnya doang
males apa susah nyari padanan basa endonesia kali om?…
yang jelas sih…mungkin karena klamaan dijajah jadi dipikirnya basa bule itu lebih keren :p
iku gara2 pito ngajari boso linggis…
berkunjung…..
hahahha..makain mendunia..itu kata esbeye…
ah..mbuhlah….
Lho kan emang ini latahnya lidah kita mas? Merasa keren kalo setiap nama di-inggriskan. Coba lihat, nama Hotel Pinggiran Kali tentu tidak menjual jika dibandingkan dengan Riverside Hotel & Resort. Btw, adalagi satu kompetisi yang sekarang pakai nama inggris: Indonesian Basketball League yang dulu adalah Kobatama
@Fahmi: petinggi bola ga akan ngaruh baca ini, aku ngarepnya mereka yg bakal jadi petinggi selanjutnya yg belajar
@Galih: Betul, di luar sepakbola banyak banget. IBL salah satunya, tapi itu divisi baru perbasi; IBL (pro murni), Kobatama (semi-pro).
yang penting nama jadi keren dulu, pemain kan bisa impor meski semuanya impor dari afrika. dengan nama yang kemlinggis nantinya team akan terisi 8 asing dan 3 lokal.
Lebih runyam lagi, kompetisi kita juga belum menjual. Jadi untuk apa kita pakai istilah asing? –> hihihihihi, nampol abis, berasa ditampar bacanya. terjadi tidak hanya di dunia olahraga kok, di bidang kehidupan yang lain juga sama. kemarin, kantor saya mengadakan acara tahunan dengan tajuk : freaky friday. hehehehe, selain biar lebih familiar dengan lidah bos2 yang bule, juga biar kedengerannya keren… *skalian ngaku aja*
Kalau itu sepertinya cuma masalah penamaan biar maksudnya mudah dipahami orang asing. Ya istilahnya menarik minat orang asing lah….
gak papalah..itung2xlatihan bhs enggeres. lha orang kita sendiri juga sering ngancurin bahasa. contoohnya : “secara “yg tidak dipakai pada tempatnya.dan banyak lagi bahasa gaul baru yg aku gak ngerti.
@ Nahdhi: Dalil sampeyan nggak salah, tapi liga yang sudah maju tetap pakai bahasa lokal mereka dan tetap laris jadi industri tontotan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Sekali lagi hanya soal pilihan dan identitas asli akan jauh lebih baik.
@Frozzy: beda kasus, kantor sampeyan banyak ekspatriat, ya ga masalah
Indonesia itu masih suka setengah-setengah, gak pede. makanya masih suka nyampur bahasa Indo sama asing, biar keliatan keren mungkin
Saya pikir itu tidak masalah. kenapa hal sekecil ini harus anda bahas.Apakah itu ISL atau LSI, Copa Indonesia atau Piala Indonesia, itu kan sama saja. Kenapa harus anda kaitkan dengan kompetisi kita belum menjual.Toh terlepas dari kekurangan yang ada,faktanya kompetisi kita terbaik ke 8 di asia, itulah sebabnya kita bisa meri ngirim 2 wakil di liga champion asia. Bahkan perkembangan sepakbola disini jauh lebih baik ketimbang negara asia tenggara lain.kenapa komentar anda selalu menjatuhkan dan mencaricari kelemahan sepakbola indonesia. Sepakbola Indonesia tidak akan maju kalau selalu diisi dengan komentar yang menjatuhkan sepakbola Indonesia itu sendiri.Bagaimana mau maju kalau pendukungnya saja sudah pesimis duluan.no offense terima kasih