RSS You're reading Dari Pahlawan Hingga Pesakitan article on sekadarblog

Dari Pahlawan Hingga Pesakitan

© Getty Images

Emmanuel Adebayor sedang menjadi pahlawan baru Manchester City. Sudah empat gol yang dicetaknya sejak dibeli dari Arsenal sebelum kompetisi berjalan.

Dia mengklaim sambutan di Manchester adalah resep jitunya. Kebetulan orang Togo ini merasa tak dihargai fans selama tiga tahun di Arsenal. Simak apa kata Adebayor soal fans Arsenal.

“What is good at City is the fans. They love you. Arsenal have a lot of fans who are not fans,” Adebayor said. “Arsenal have fans from America and Jamaica. Today they are Arsenal fans, tomorrow they will be Liverpool fans, after tomorrow they will be Manchester United fans.

“If you boo your player every weekend, I am very sorry, you are not true fans. It hurt me a lot. That was the most difficult moment of my career.”

Jelas. Adebayor punya “dendam” terhadap fans Arsenal. Akibatnya, dia tampil kesetanan dan mengantar City menang 4-2 atas Arsenal kemarin malam.

Dia ikut mencetak satu gol. Selepas itu, dia berlari ke ujung seberang lapangan dan menjatuhkan diri di depan sekelompok fans Arsenal.

Sudah pasti. Siapapun tahu itulah provokasi paling pahit dan mengundang emosi. Beruntung fans Arsenal hanya menyambutnya dengan sumpah serapah plus bonus barang kecil seperti kacang, permen dan kertas. Andai itu terjadi di Indonesia? Saya tak berani membayangkan. :D

Dari wasit, Adebayor mendapat hadiah kartu kuning. Dan saya yakin hadiah belum akan berhenti. Berdasarkan pengalaman, provokasi seperti ini dibenci komisi disiplin Liga Inggris. Tak hanya wasit, pemain juga harus menjaga suasana pertandingan. Lha ini kok Adebayor malah memprovokasi suporter lawan.

Rasa-rasanya Adebayor bakal kena skorsing. Bisa satu, dua atau tiga laga sekaligus. Jika itu terjadi dan Carlos Tevez masih cedera, runyam urusan buat City. Sebab pekan depan (20 September), mereka perang sekota dengan Manchester United!

Fans Arsenal memang terus mencemooh Adebayor sepanjang laga di City of Manchester Stadium kemarin. Itu hal yang biasa. Memang itu mainan suporter. Psywar adalah bumbu sepakbola. Tapi seorang pemenang dan pahlawan sejati tak akan runtuh hanya karena psywar, bagaimanapun kualitas provokasinya.

Dalam kompetisi profesional, mereka yang bereaksi terhadap provokasi justru kerap mendapat hukuman lebih keras. Adebayor tahu itu, tapi dia rela mengambil resiko. Dia membalas air tuba dengan air tuba. Sungguh bukan tindakan bijaksana, meski manusiawi.

Ϡ

14 Responses to “Dari Pahlawan Hingga Pesakitan”

  1. aRdho says:

    sangat setuju dengan line yang terakhir. tidak bijaksana, namun sangat manusiawi.

    meskipun agak bingung, kenapa mesti sampai harus diskorsing. karena toh tidak ada kontak fisik. pyswar bales psyway. bukannya kasusnya sama dengan pemain yg merayakan gol dengan mengarahkan kupingnya ke arah penonton lawan? berbeda dengan kasus Cantona, misalnya.
    :D

    Mengarahkan kuping ke penonton ndak dianggep provokasi karena (biasanya) ditujukan utk suporter timnya sendiri supaya menganggapnya hero. Tapi yg dibuat Adebayor dalam praktek sering bikin penonton jadi rusuh, itu yang diantisipasi penyelenggara kompetisi.

    Tapi selalu ada pro kontrak di balik keputusan komisi disiplin sih. Dari kasus sama, bisa kena hukum, bisa juga enggak. :D — hedi

  2. nothing says:

    saya kangen liga indonesia


    liga yang juaranya bisa dipesan? :P — hedi

  3. teguh saja says:

    Lumrah Adebayor..ngedan koyo ngono, telung tahun ning Arsenal sing nggaji yo dudu fans the gunners, ra nduiti kok ngece..sopo sing ra serik

  4. zen says:

    jero tenan kalimat penutupmu, dab. te-o-pe wis an.

  5. Ariw says:

    fans sakit hati sejak flirtingannya dengan Milan..
    tapi bayor setidaknya tak membual, [..]when they pay me like Henry I will play like Henry[..].

  6. zam says:

    +1 nendang banget!

  7. galihsatria says:

    Tidak bijaksana, tapi manusiawi. Kalau di Indonesia, dah ancur-ancuran tuh pasti he he he


    pasti lah :D — hedi

  8. bangsari says:

    jadi, kenapa adebayor dulu disia-siakan arsenal? maksudnya, sejauh mana perlakuan disia-siakan itu?

    —-
    disia-siakan sebenernya enggak juga, wong masih digaji kok…cuma rewel aja :P — hedi

  9. BlogDokter says:

    sayang saya tidak menyaksikan aksi tersebut, tapi disana bisa kita lihat kedewasaan suporter inggris.

  10. Klanjabrik says:

    hueee…artikelnya muncul disini, saya pikir di website sebelah…

    cukup kecewa dengan Adebayor, tapi mungkin karena sudah memendam emosi berkepanjangan dengan fans Arsenal, jadinya begini deh, diperparah dengan kakinya yang hampir mengenai bibir Persie, walaupun Adebayor sudah meminta maaf, tapi kok terasa hambar…

  11. Zephyr says:

    .. Itu bukan tindakan provokasi, hanya selebrasi berlebihan nan penuh emosional :) .

  12. hni says:

    ..ahh mang dr dulu dia lebay bin tengil…bilang sama dia pak Hed…money can not buy love….(lho…???)

  13. Mas Kopdang says:

    emang keren Mas Adeb.
    Kaya Patrick Viera tjampur sama Mas Nwako Kanu.
    :)
    Urusan enggaya di depan kamera atau pendukung lawan itu sah-sah saja, masalahnya posisi ia sedang menang. Makin melukai hati pendukung lawan.

    Coba pas kedudukan masih tertinggal.
    Bahkan bila kalah – bokong belum tentu juga dihukum.

  14. masoglek says:

    sayange suporter-e arsenal ra ono sing nggo bata po botol yo, brutal tapi tak manusiawi :D

    sampeyan iso ae, mas :P – hedi

Leave a Reply