RSS You're reading Eksklusif Kebablasan? article on sekadarblog

Eksklusif Kebablasan?

Usia penyiaran Liga Indonesia, dan kini Liga Super Indonesia, di ANTV sama panjang dengan usia kompetisi itu sendiri. Tapi dalam beberapa tahun terakhir, ANTV melengkapinya dengan laporan eksklusif dari kamar ganti tim yang akan bertanding.

Sejauh yang saya tahu, ini praktek aneh dan langka dalam konteks profesionalisme. Mungkin satu-satunya di dunia. Bahkan stasiun sekelas RAI Sport atau Sky Television yang punya program pay per view pun tidak melakukannya.

Mungkin saja ANTV tak salah karena sudah memiliki izin dari pelatih atau manajer tim. Dua sosok ini adalah pemegang kekuasaan akses di kamar ganti tim — sebuah ruang yang paling privat dan ketat aksesnya di lingkungan stadion.

Jika anda presiden atau pemilik Chelsea atau Manchester United, anda belum tentu bisa masuk ke dalam kamar ganti pemain bila tak ada izin khusus dari Carlo Ancelotti atau Sir Alex Ferguson. Itu sebabnya petinggi klub menggunakan ID Card dengan warna tertentu (misal strip hijau atau biru) sebagai izin ke akses khusus.

Selain berkunjung ke kamar ganti, ANTV juga mewawancarai pelatih dan pemain di sana. Bertanya adalah hak pers, tapi mengapa dilakukan di sana. Ini sebuah keanehan yang lain.

Di stadion selalu ada area mixed zone, di area inilah biasanya pers akan bertanya pada pelatih atau pemain — entah sebelum atau sesudah pertandingan. Jadi, bertanya di dalam ruang ganti menjadi sangat aneh.

Hampir empat tahun yang lalu, kamar ganti Manchester United di Old Trafford disusupi alat pemancar frekuensi. Untung saja MU kebetulan menang 1-0 atas Chelsea. Seseorang yang diketahui menaruh alat ilegal itu kemudian berusaha menjual hasil rekaman pembicaraan tim MU di kamar ganti kepada koran-koran Inggris.

Bukan mustahil hal itu terjadi di sepakbola Indonesia. Saya yakin ANTV tak akan melakukan sadap menyadap itu, tapi seharusnya kamar ganti steril dari pihak yang tak berkepentingan pada tim. ANTV melakukannya karena rambu di dalam stadion tak pernah jelas.

Ini memang masalah profesionalisme. Kita masih harus banyak belajar untuk melakukan mana yang pantas dan tidak. Ada baiknya ANTV tidak melakukan itu (walau izin bisa saja diberikan). Eksklusif tak berarti harus bablas ke manapun. Bila perlu ANTV menularkan sikap-sikap profesional ke kompetisi nasional.

Klub juga seharusnya makin profesional, ya cara kerjanya dan juga timnya. Jika sudah mengikat kontrak kerjasama sponsoship apparel dengan perusahaan tertentu, ikuti aturan mainnya — jangan pakai kostum dari merek lain. Apabila direktur tehnik tak boleh duduk di bangku cadangan, ya jangan duduk di sana.

Saya justru merasa kompetisi Indonesia lama-lama seperti lingkaran setan, entah siapa setannya.

© image:  abbscrosshealthandfitness.co.uk

Ϡ

26 Responses to “Eksklusif Kebablasan?”

  1. goop says:

    sepertinya malah mengganggu, ya?
    tapi anehnya beberapa pemain malah menggoda presenter -hayah-

    ya wajar, wong presenternya cakep2 sih ;) — hedi

  2. jensen99 says:

    Yang lebih aneh, saat turun minum, di kamar ganti pemain tim tuan rumah, sering terlihat ada teve yang menayangkan wawancara presenter ANTV dengan pelatih tim tamu (di kamar ganti tim tamu) tentang: “apa strategi mereka menghadapi tuan rumah di babak kedua”. Waduh… :P

    iyalah pasti didengerin sama tim sebelah…tanya kenapa! :P — hedi

  3. oglek says:

    mungkin ini uniknya siaran sepakbola Indonesia :D

    unik sih jelas, tapi juga ngawur :P — hedi

  4. Zephyr says:

    Kayaknya bung Hedi perlu ngirim surat resmi ke PSSI. mengenai presenter, kadang ada jg yg tidak terlalu tau tentang sepakbola, dan… tidak ada hal yg aneh dalam persepakbolaan indonesia, karena semua bisa di atur :cool

    kirim surat ke PSSI? hehehe percuma, mas…buang2 usaha — hedi

  5. Mungkin dikiranya disyuting pas lagi di kamar ganti itu keren kali. Apalagi kalo yang nginterviunya cantik-cantik. Orang-orang bola juga kepingin narsis, Mas!

    pemaen bola gausah narsis juga dah dikenal ;) — hedi

  6. Klanjabrik says:

    mungkin memang taktik masing-masing klub tidak ada yang istimewa, jadi tidak perlu ada rahasia-rahasia-an, contohnya:

    Coach: “A” nanti kalau dapet bola, ditendang yah, jangan diem aja.
    A: Siap! coach

  7. nothing says:

    hihihi, anteve cen pingin punya gaya dewe, dan begitulah carannya..
    jaya lah liga endonesa.

  8. yang penting dapet rating kali, ah itulah indo

    siaran bola ratingnya kecil, mbak :) — hedi

  9. Antv emg lain daripada yg lain. Inginya sih tampil beda, tp malah jd kbablasan. Slain ‘masalah ruang ganti’, saya juga nggak nyaman mas hed,ama komentatornya, siapa tu namanya lupa,hehe, pokokmen ranguati ndengernya. Tp saya tetep salud sama antv yg mw nyiarin pertandingan isl..:-D..

    host & komentatornya hiperbola – hedi

  10. duri baskoro says:

    hahaha.. mungkin presenternya pengen isengin para pemain..

    salam..

    ngisengin sih boleh, jangan di kamar ganti dong :P — hedi

  11. Nazieb says:

    Halah, wong pelatih sama pemainnya aja lho seneng, kapan lagi bisa nampang di tivi? :P

    Atau jangan-jangan karena di dalam ruang ganti itu mereka ga ngapa-ngapain yah? Pokoknya maen lah, ga usah strategi-strategian :lol:

  12. bangsari says:

    hahaha. endinge nendang.

    setane sering jas-jasan cak.

  13. a! says:

    setannya ketua organisasi tertinggi. wahaha..

  14. oon says:

    awalnya jg tak (ora di) pikir aneh juga, semacam inovasi dalam hal keterbukaan gitu :p
    ….lagi ganti baju kok ditungguin presenter….mau ngatur strategi kok diintip kamera…dulu sempat terlintas juga…coba klub liga besar macem disini xixixi…tapi ternyata, ..jangankan masuk kamar ganti, la wong foto dipinggir lapangan saja harus bayar katanya :(

  15. snydez says:

    ooh bukan bagian dari acara realiti show toh :D
    — tapi ini emangnya udah lama, dari tahun kemaren kaya’nya mereka udah on air dari kamar ganti

  16. agustri says:

    tambah lagi komponen serba serbi Liga Indonesia, setelah warna warni di lapangan:). yang penting arema menang. hehehehe….

  17. itikkecil says:

    karena semuanya hanyalah pertunjukkan semata…. makanya dianggap tidak salah kalau ruang ganti pun ditunjukkan….

  18. saya yang kurang suka adalah sikap monopoli anteve dengan tv yang lainnya untuk masalah siaran bola nya.

  19. mpokb says:

    wah, repot kalau kontrol diserahkan pada pihak tivi, bung hedi. mereka kan selalu mengejar berita. mending izin aksesnya saja yang dibatasi…

  20. morishige says:

    mungkin memang tim di indonesia gak make strategi waktu tanding. buktinya mau2 aja kamar gantinya dimasuki media. :mrgreen:

  21. Sangsuporter says:

    Sebaiknya di kamar ganti dipasang TV juga.. jadi nanti tiap tim bisa memantau kondisi lawan masing-masing: siapa pemain yg lg males2an, siapa pemain yg gak pake balsem, siapa pemain yg suka godain presenter…

    ini penting untuk analisa mencari kelemahan pemain lawan…

  22. lantip says:

    harap maklum mas, pertunjukan reality show lagi marak hihi

  23. iphan says:

    kok mereka kayak infotainment ya.. hihihi. kacau!

  24. indonesia itu harus di datangin bos minyak dari timur tengah dulu baru maju he he he

  25. didut says:

    setannya yg paling diatas *mingkem*

  26. snydez says:

    OOT. huahuhau. ternyata sya ga ngomen disini, pantes dari tadi nyariin komen yang saya buat ga ada.
    ternyata disini http://ff.im/aj7gX :P

Leave a Reply