&mdash October 27th, 2009 {22}

Saya dihantam kiri-kanan, mayoritas via email, setelah menulis soal rencana Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Saya dianggap tak nasionalis dan pesimistis. Sejatinya saya senang jika perhelatan itu ada di tanah air. Bukan soal timnas Indonesia pasti ikut jadi peserta, tapi efeknya.
Piala Dunia itu berkonotasi well established. Ya lapangan, stadion, tempat latihan, hotel, transportasi publik, keamanan, sanitasi, polusi udara & suara; seluruhnya well controlled dan berkelas bintang lima. Siapa yang tak senang jika Indonesia punya kualitas hidup bak negara maju.
Saya yakin Indonesia bisa. Sekali lagi yakin bisa! Tak ada yang mustahil di dunia.
Tapi masalahnya, bukan di situ. Mari kita runut sedikit.
Pertama, ide menjadi tuan rumah Piala Dunia selalu berangkat dari pemerintah negara bersangkutan. Sebuah hal yang wajar karena yang punya uang dan kebijakan pembangunan ada di sana. Tapi soal Indonesia menjadi tuan rumah, pernahkan pemerintah (bukan personal pejabat) bicara secara resmi soal itu, termasuk menjadikannya program utama pembangunan?
Kedua, mungkin saja PSSI serius dengan niatnya termasuk dengan mengirim proposal resmi ke FIFA. Tapi tahukah anda apa yang sudah dilakukan PSSI untuk memuluskan proyeknya? Sejauh saya cek berita-berita, TAK ADA!!! Bahkan PSSI (Indonesia) menjadi satu-satunya bidder yang tidak dan belum pernah membuat logo tuan rumah Piala Dunia 2022.
Bagi FIFA, tidak membuat logo (bahkan hingga kini) bisa berarti tak serius. Pekan lalu, saya jalan-jalan ke blog Worldcupblog.org. Ada post soal Indonesia terkait Piala Dunia 2022 di sana.
Saya jelas malu di dalam hati. Sebagai orang asing, penulisnya seperti “mengajari” apa yang harusnya dibuat PSSI (Indonesia). Dia menilai Indonesia menjadi satu-satunya negara yang pasti langsung dicoret FIFA dari kandidat pencalonan. Tapi dia menilai Indonesia punya kartu truf untuk bisa mengambil hati FIFA dan memenangi persaingan.
Yakni, dengan mengusung isu keunggulan alam. Indonesia yang gemah ripah loh jinawi punya keunggulan alam yang tak dipunyai kandidat lain seperti Jepang, Australia, Inggris, atau Meksiko. Dan dia menyertakan logo pula! Saya kagum dengan kepeduliannya.
Tapi PSSI tak pernah berpikir ke arah sana — sebuah hal yang sangat penting dalam merepresentasi keseriusan menjadi tuan rumah.
Bulan lalu, saya mampir sebentar ke PSSI dan kebetulan bertemu Nurdin Halid. Saya bertanya apa progress PSSI soal bidding tuan rumah Piala Dunia 2022. Seperti biasa, Nurdin cuma menjawab di area abu-abu. “Kita terus bekerja dan optimistis,” katanya.
Saya geleng-geleng tak habis pikir. Banyak orang mendukung keinginan PSSI, termasuk saya, tapi yang didukung justru cuma omong doang. Tak salah jika kemudian ada banyak orang yang tak serius menanggapinya.
Dan saya optimistis pada kemampuan kita untuk menggelar itu, tapi saya pesimistis bahkan mungkin apatis karena tahu PSSI nggak serius soal Piala Dunia 2022.
© image: worldcupblog.org
Saya juga tak bs mbayangin mas,kalo misal aja,indonesia jd tuan rmh,wah,pasti negara qta jd ‘otomatis’ jd ngara maju,krna pmerintah pastinya membangun smwa sarana prasarana dg baik..:-)
Tp kyaknya emg ndak mungkin deh indonesia jd tuan rmh,lha wong qta di ASEAN aja sdh kalah sama Thailand,vietnam,singapur,ma malaysia..sama mrka aja qta dh ngos2an bt ngejar hasil imbang,apalagi misal lawan tim2 eropa/afrika..?bahkan asia bagian timur
Jangan kuatir soal gempuran via jalur pribadi itu, Mas. Mas mengatakan hal yang benar biarpun kesannya pesimistis. Kalo belum bisa bikin hajatan mbok ya nggak usah berkoar dulu lah. Tahu diri aja dan belajar jadi negara yang nyaman dulu. Lumpur belum beres, kok sudah berani bikin Piala Dunia?
di guyur ae om….siang² kok masih mimpi….kerja dan optimis ngomonge macem mama loreng…hahahahaha…..
jadi kapan ikutan lomba bikin logo Indonesia WC?
kalaupun benar Indonesia jadi tuan rumah piala dunia 2022, pasti dana penyelenggaraannya ada yg ngorupsi..
Njrit, ngenes baca kalimat pertama artikel Worldcupblog.org itu Sam..
“it’s very very easy to dismiss Indonesia”
Lagi-lagi si Nurdin Halid, doh!
gimana kalo mas nur dijadikan maskot piala dunia? pasti FIFA langsung ngelirik…. terus muntah!
hihihihi…
hm… another ngenes story.
bangsa ini bangsa yang ajaib, dan mampu menyulap apapun secara instan,
[saya] tidak akan heran apabila ternyata Indonesia beneran jadi tuan rumah piala dunia 2022.
indonesia tuan rumah piala dunia 2024 ae.. asik wis
Sampai kapan Nurdin Halid itu memegang PSSI?
menyiapkan dukungan untuk memilih Hedi untuk periode selanjutnya..
*serius*
apa ndak lucu negeri ini jadi tuan rumah piala dunia eh masih banyak gosip tentang busung lapat, minah hilang dari peredaran
Gak Usah deh Indonesia jadi tuan rumah PD 2022, apa tega PSSI sama warga indonesia yang banyak tertimpa bencana? kok malah ngurusin PD 2022, ngurusin ISL indonesia aja masih berantakan kok
Saya nggak suka rencana PD di Indonesia. Masa dari 13 stadion yang diajukan, lebih dari separo ada di Jawa? Terlalu Jawasentris!
masalahnya pemerintahnya masih sibuk berpikir keras…
“ini proyek piala dunia kalo gol, bagian mananya yang bisa menghasilkan ‘uang’ untuk mereka”
nanti kalo udah dicoret fifa, juga pasti jawabannya di area abu-abu “kita sudah berusaha.” ga tau lah.. hehe
pengiriman proposal untuk ikut bersaing merebut jatah menyelenggarakan WC itu kesannya kok terburu-buru ya, paman..
harusnya kita membuktikan dulu bahwa kita sanggup mengurus persepakbolaan dengan baik. baru kemudian nyoba menyelenggarakan WC…
[...] Kang Wirautama, Kang Kombor, Blogombal, Pak Sawali, Kang Sony, Teh Piepiet, Itikecil, Goop, Mas Hedi, Kang Jimmy, Reza Fauzi, Ndoro Kakung, Kang Hielmy, Vaya dan Mamanya, dan masih banyak lagi yang [...]
hidup argentina
lha,nek aku dadi presiden..kowe tak angkat dadi ketua pSSi gak gelem..yo opo rek..???
hahahhah
berusaha untuk tetap optimis…
semoga tak hanya berita…
apalagi setelah membaca berita ini
—
ya, semoga mas…semoga — hedi
mas..ini kami dari Kementerian Desain Republik Indonesia coba iseng – iseng bikin logo Piala Dunia 2022 Indonesia..
Jadi sedikit tidak malu lah hehe..
http://menteridesainindonesia.blogspot.com/2009/11/fifa-world-cup-2022-indonesia.html
kabar terakhir memang tema diatas diangkat oleh pssi