
Terus terang, saya merasa terganggu dengan gambar patah tulang lengan yang diderita bek veteran Persebaya Anang Maruf melalui layar televisi ANTV hari Rabu sore (11/11).
Anang menderita cedera parah setelah ditekel Sutikno secara brutal ketika Persebaya menang 2-1 atas Persitara Jakarta Utara di Liga Super.
Sebagai satu-satunya stasiun televisi Indonesia yang menyiarkan pertandingan Liga Super secara live, ANTV melakukan kebijakan yang tidak pada tempatnya.
ANTV melakukan zoom in kepada lengan Anang yang mengalami cedera. Mungkin ANTV melakukannya karena tim medis juga tidak menutup kegiatannya dengan kain, misalnya, seperti saat mantan pembalap Michael Schumacher mengalami kecelakaan parah di balapan F1 beberapa tahun silam.
Tapi saya punya referensi untuk ANTV. Sky Sports sengaja tidak menampilkan tayangan lambat (replay) ketika striker Arsenal Eduardo da Silva ditekel secara kasar oleh bek Birmingham City Martin Taylor hingga patah kaki dan engkel dalam partai Liga Inggris tiga tahun lalu. Sky Sports juga tidak mengambil gambar Eduardo yang sedang dirawat tim medis di lapangan sebelum dibawa ke rumah sakit.
Pengelola stasiun tv seperti Sky (mungkin) paham bahwa gambar-gambar tertentu bisa jadi akan mengganggu pemirsa. Mungkin juga gambar itu tak pantas untuk anak kecil, ibu-ibu atau mereka yang memang tak kuat melihat adegan di luar kewajaran.
Maafkan saya jika salah. Sebagai media massa (elektronik), ANTV punya peran untuk mencerahkan masyarakat. Dalam industri televisi selalu ada sebuah himbauan jika sebuah tayangan (dianggap) berpeluang untuk mengganggu. Itu sebabnya seringkali muncul pedoman “Viewer Discretion is advised” dalam tayangan televisi/film yang punya unsur-unsur kekerasan, darah, seks atau hal abnormal lainnya.
Semoga ANTV bisa lebih baik lagi.
betul mas, harus ada filter dalam menyajikan pertandingan untuk tidak mempertontonkan kekerasan apalagi dalam olahrga yang dinilai sportif
betul mas, liat replay untuk ke tiga kalinya malah ngeri sendiri dan gak kuat buat nonton lagi. apalagi waktu di zoom ini di sisi lapangan waktu dapet perawatan medis….
baru-baru kemarin baca berita kalo ISL sekarang pelanggarannya menurun. sekarang malah ada pelanggaran kategori “parah”!!
Betul pak, nonton pelm prison break aja yang ngga parah parah amat, pasti awalnya udah ada, VIEWER DISCRETION IS ADVISE… hehehe
sudah di FW ke antv nih mas?
—
belum, dut…dan emang ga ada rencana di-forward
– hedi
aneh yo. mosok pemirsa yang mendedukasi televisi? lagi-lagi cuma ada di indonesia.
turut berduka untuk anang, mugi mugicepet sembuh
untuk antv, hehehehe, ekslusip sih ekslusip, tapi yo mbok mikir. akeh arek cilik sing nonton. iso iso do ga wani main bal, dan endonesa kilangan stok pemain
Seperti tulisan bung Hedi beberapa waktu lalu.. ekslusif yg benar-benar kebablasan dan mem-blabas-kan.
ntar dikira tayangan sepak bola penuh dengan kekerasan
—
nah itu dia yang saya kuatirkan, ini sepakbola atau smackdown
– hedi
wah kasian juga nih mas anang maruf
jadi inget pas masa jayanya dolo, pemain wing back bagus nih
unsur drama nya biar dapet kang…hehe….
—
drama itu bohongan, lah ini patah beneran je
— hedi
aku baca aja langsung miris.. untung gak liat langsung..
Seyogyanya media yang menyiarkan harus bisa memilah tayangan mana yang bisa dipublis atau tidak. Ayo anteve gimana ini!
lah..kq nda ada rencana diforward, mas? Ndak sampe ke sasaran donk tembakannya, …eh..tulisannya. hehe
Siapa tau antv-nya emang blum tau hal2 yg beginian.
Hmmm rating2
gr2 liat tyangan ulangnya ,,,, gue gak brni lgi maen bola klo gak ad tim medis …