RSS You're reading Jeda Musim Dingin article on sekadarblog

Jeda Musim Dingin

Tahun 2008, Newcastle United harus rela didenda FA karena batal bertanding melawan Middlesbrough. Pembatalan terjadi lantaran pemanas (heater) lapangan stadion St. James Park rusak sehingga salju menumpuk dan lapangan tak bisa dipakai.

Sementara minggu lalu, pertandingan antara Wigan Athletic dengan Bolton Wanderers juga harus ditunda karena badai salju. Tapi untuk kasus ini, lapangan Stadion DW mulus dan dinyatakan sempurna karena heater bekerja maksimal. Tribun penonton juga ok.

Masalahnya, akses menuju stadion yang tak memungkinkan karena salju menumpuk di jalan sepanjang 1 mil dan lapangan parkir.

Sejak minggu lalu, badai salju hebat kebetulan menyerang Eropa. Sejumlah pertandingan sepakbola ikut jadi korban. Liga Belanda, Prancis, Italia dan Inggris adalah sebagian yang harus menunda sejumlah pertandingannya.

Penundaan melahirkan efek (buruk). Jadwal tim tertentu menjadi lebih padat, karena laga tunda diletakkan di waktu yang seharusnya menjadi masa istirahat. Klub juga harus menegosiasi ulang kontrak iklan A-Board (pinggir lapangannya). Pendeknya, menyisakan urusan tehnik dan administrasi.

Gejala alam beserta turunannya jelas tak bisa ditolak. Yang bisa dilakukan adalah mengantisipasi. Inggris dan negara lain di Eropa sebenarnya sudah mengantisipasinya dengan heater untuk lapangan. Masalahnya, salju bisa menumpuk di tribun penonton — seperti terjadi di Italia yang tribun stadion belum tertutup — atau menghadang di akses menuju stadion.

Dalam hal antisipasi ini, Jerman adalah yang terbaik. Bundesliga selalu diliburkan jauh sebelum Natal dan baru digulirkan kembali pada akhir Januari atau awal Februari. Khusus untuk musim ini, tak ada jeda hampir 2 bulan karena kompetisi klub harus selesai lebih cepat lantaran ada Piala Dunia 2010. Tetapi keputusan jeda membuat Jerman nyaris tak pernah terkendala cuaca buruk musim dingin.

Jeda musim dingin juga bagus untuk “mengambil napas” sejenak. Pihak terkait punya waktu melakukan evaluasi. Namun untuk Inggris, filosofinya memang berbeda. Main bola sehari setelah Natal (boxing day) layaknya sebuah keharusan. Bahkan untuk musim ini, kembali karena pengaruh Piala Dunia 2010, tim-tim Liga Primer Inggris dipaksa main 2 kali dalam 3 hari di rentang 26-30 Desember.

Bagi Inggris yang punya budaya sepakbola bak agama, tak masalah jadwal pertandingan morat marit — kendati tak seberantakan Liga Indonesia. Karena budaya gila bola itulah maka mereka siap bertanding dan menonton kapan saja. Jika ada penundaan karena salju, anggap itu sebagai efek alam yang memang sudah harus terjadi. Dan kebetulan memang tak ada keluhan soal laga yang ditunda akibat cuaca buruk itu.

© image: Arsenal.com

Ϡ

11 Responses to “Jeda Musim Dingin”

  1. tiap tahun juga gitu kok gan…. bersyukurlah kita yg tinggal di Indonesia….
    cintailah Indonesia…..

    ga juga, musim lalu nggak ada penundaan di liga italia, inggris atau manapun meski ada badai salju. tahun ini memang paling hebat dalam 5 thn terakhir :) — hedi

  2. Nazieb says:

    Di sini lebih keren, Sam.. Pertandingan ditunda karena stadionnya lagi dipake dangdutan, maklum, musim kampanye
    :lol:


    di sini bolanya belum dianggep signifikan :P – hedi

  3. bangsari says:

    jerman selalu yang terdepan. herannya, kenapa liga mereka tidak rame ya?

  4. nothing says:

    aku yo ra mudeng kenapa liga jerman sepi, kalah rame dengan liga indonesia hehehe.

  5. arya says:

    @ipul+wahyu
    pdhl dari segi keramean penonton, liga jerman salah satu yg paling tinggi rata2nya. jauh di atas italia.
    klub macam dortmund yg gak berprestasi kaya gitu aja rata2nya di atas 70 rb penonton. kalahnya sama MU, Madrid dan Barca aja. menang dibanding Milan dan Inter.
    btw, liga inggris nggak libur nggak cuma menyengsarakan pemain, tp juga menyengsarakan wartawan ya cak? :))
    eh, selamat natal.

    jelas pers sibuk, untung masih dibayar :P , suwun — hedi

  6. hedi says:

    @Bangsari & Nothing

    Jerman selalu jadi trend setter, mulai dari kecanggihan stadion sampek besaran keuntungan hak siar televisi. Tapi sesuai karakter Aria, Jerman tak pernah (mau) promosi gencar & massive seperti negara lainnya.

    Ini sama prakteknya dengan industri mobil mereka yang tetap laris di dunia meski iklannya ga segencar produk Jepang, misalnya. IMHO

  7. bazz says:

    Merry xmast. semoga damai Natal selalu bersama sam Hedi.

    Lama ga sowan dan ga ngobrol yoo…smoga selalu sehat sam!

    Suwun, Ta…umak nang endi ae, aku buzz yo ga nyaut ;) – hedi

  8. bazz says:

    aku jarang online YM, lagi sibuk golek duit gae tuku sawah :d.
    nomor hp jek tetep? tak ampiri nek aku neng jkt sam :d.

    oh yo, hepi new year, smoga bisa nglencer ke inggris sam
    *doa khusyuk*

    ke Inggris? iyo, kepingin lagi nih :D – hedi

  9. aku bukan pengamat dan penikmat sepak bola je…, jadi gak ngeh masalah seperti itu….

  10. alief says:

    walau di indonesi a gak akan ada tragedi seperti itu, tapi kenapa persepak bolaanya kok morat marit terus ya???

    wah itu panjang urusannya, mas :) – hedi

  11. diorockout says:

    selamat taun baru :)

    selamat tahun baru juga, mas – hedi

Leave a Reply