RSS You're reading Terry article on sekadarblog

Terry

Untuk pemain bertahan di jaman modern, saya menyenangi kapten Chelsea John Terry. Postur bagus, skill kelas satu dan naluri mencetak gol tinggi. Kepemimpinan pun ok, walau belakangan mulai terlihat aslinya yang sering protes pada wasit.

Terry juga punya loyalitas tinggi pada tim. Dia pernah memaksa kembali ke stadion meski rumah sakit melarangnya karena kepalanya baru saja mendapat perawatan lantaran tertendang lawan.

Kepemimpinannya diakui pelatih dan kolega — entah di klub atau tim nasional Inggris. Di Chelsea, dia tetap kapten meski pelatih sudah berganti lima orang.

Mantan seniornya, yang sekarang melatih West Ham United, Gianfranco Zola, mengaku pernah dibentak-bentak Terry karena main jelek. Padahal waktu itu Terry masih berstatus bukan kapten, masih pemain cadangan dan berusia 19 tahun!

Terry yang berbadan bongsor juga selalu bicara jelang tim bermain. Dia akan berdiri di kursi kamar ganti dan membakar semangat timnya. Konon menurut Jose Mourinho, bila Terry absen bicara — kadang digantikan Frank Lampard — maka Chelsea menuai kekalahan atau draw.

Tentu tak ada gading yang tak retak. Punya anak kembar, istri cantik, nama tenar, jabatan mentereng di industri sepakbola dan bayaran 150 ribu pounds per minggu — belum termasuk dari sponsor pribadi — bukan berarti hidup bisa adem ayem.

Terry tengah tersandung masalah. Dia selingkuh dengan pacar bekas temannya di Chelsea dan timnas Inggris, Wayne Bridge. Reaksi yang muncul di seantero Inggris Raya sungguh hebat. Dia biasa muncul di halaman olahraga media massa. Tapi hari Sabtu kemarin (30/1), foto besarnya terpampang di halaman utama seluruh koran dan tabloid Inggris.

Bridge, yang kini bermain di Manchester City, konon enggan bertemu Terry lagi. Ini jelas gawat karena Bridge adalah back-up player untuk bek kiri tim nasional Inggris.

Publik Inggris juga berang. Skandal Terry dianggap bisa merusak suasana tim nasional untuk Piala Dunia 2010. Bahkan tak sedikit yang meminta pelatih Fabio Capello supaya mencabut ban kapten Terry dan dipercayakan pada pemain lain. Suara perpecahan juga melanda tim nasional, terutama dari para pemain senior.

Namun ada pula yang percaya bahwa kehidupan pribadi adalah urusan individu. Selama kinerjanya tak berubah, tentu tak ada yang bisa digunakan untuk menghakimi.

Pelatih Chelsea, Carlo Ancelotti, bilang tak akan mencopot ban kapten Terry. Apalagi sang kapten bisa mencetak gol kemenangan 2-1 atas Burnley pada hari Sabtu. Sebuah jawaban tuntas; saya punya masalah, tapi saya masih bisa cetak gol!

Koran berpengaruh, The Guardian, juga mendukung agar ban kapten Terry tak dicabut. Tak cukup alasan untuk melakukannya.

Kini bola panas ada di tangan pelatih Capello. Sang pelatih akan mengajak bicara Terry dan Bridge sekaligus. Perkiraan saya, jabatan Terry tak akan dicopot. Namun Capello akan menjadi jembatan “panasnya” hubungan kedua pemain.

Saya berharap masalah itu segera selesai. Sebab saya mengunggulkan Inggris untuk Piala Dunia 2010. Jika ini tak beres, peluang juara bisa menipis.

Jika anda menjadi Capello, apa yang akan anda lakukan?

© Image: DM

Ϡ

15 Responses to “Terry”

  1. kw says:

    dukung terry, itu masalah personal, kenapa harus dicampuradukkan dengan keprofesionalannya? :)

  2. didats says:

    kalo saya capello? saya mau latih timnas indonesia! hihihi

  3. nothing says:

    hihihi, lucu ceritane si terry.. punyae kanca dewe ya disikat

  4. bangaip says:

    Publik Inggris memang sering menuntut manusia super untuk jadi timnas mereka. Sayangnya hingga detik ini tidak pernah ada yang super. Waktu kaptennya Beckham, digoyang kasus model Spanyol. Waktu Shearer, masalah nepotisme, sampai Gary Lineker pun begitu pula. Akhirnya waktu Rooney, tercapai pula keinginan mereka dapet bocah super. Akhirnya ada anak tuhan jadi pemimpin timnasnya.
    Sialnya tetap saja Inggris kalah. Rooney pun habis dimaki-maki publiknya. Saya ingat di headline The Telegraph waktu mereka kalah, Rooney dapat julukan ‘Rot Hair’.
    Sadis.

  5. Nazieb says:

    Walah, Wayne Bridge-nya harusnya lebih profesional. Masalah pribadi jangan sampai mengalahkan masalah nasional.

    Semoga saja Inggris juara dunia tahun ini. :D

  6. bangsari says:

    dalam beberapa hal, sepertinya, media inggris itu mirip budaya kita. kebanyakan cingcong. penuntut. dan semaunya sendiri. mungkin itu sebabnya timnas inggris sulit berprestasi.

    eh? apa bener begitu?

  7. Ndoro Seten says:

    wah saya juga seneng njagoni Chelsea mas…

  8. ayip_eiger says:

    Aku mencopot TERRY dan menggantikannya ke Steven Gerrard.

  9. Raffaell says:

    Bakal saya jual tim nya pak, hehehe

  10. hni says:

    : saranin Terry biar ikutan Rehabilitasi ‘ITU’ sama Tiger Wood…qiqiqiqiqiqi

  11. agustri says:

    inggris akan bakal kesulitan jadi juara. :) prediksi.

  12. aad says:

    saya ndak pernah suka timnas inggris, terlalu “selebriti”

  13. [...] This post was mentioned on Twitter by indonesiasatu, Hedi. Hedi said: Menulis soal John Terry yang dirundung skandal perselingkuhan. http://bit.ly/aYCDJ5 #bolaria [...]

  14. goop says:

    Kalau jadi Capello?
    Panggil itu cewek dan biarkan dia memilih antara Terry dan Bridge. :)

  15. elia|bintang says:

    kalo saya capello, akan saya kawinkan terry dan bridge biar akur :lol:

Leave a Reply