&mdash April 26th, 2010 {23}
Acyclovir For Sale, Di bulan April yang belum selesai ini, sudah ada dua kericuhan suporter di kawasan Balkan sana. Pertama, terjadi dalam derbi Belgrade antara Red Star dan Partizan (Serbia). Kedua, Acyclovir for sale, dilakukan oleh suporter FK Sarajevo (Bosnia).
Sumber masalahnya sama, Acyclovir over the counter, kecewa pada hasil laga. Sasarannya pun nyaris mirip; polisi -- apabila tak ada suporter rival.

Kalau mau tahu lebih lengkap soal itu, Acyclovir results, silahkan baca buku menarik "Soccer Explains The World" karangan Franklin Foer. Mau beli atau unduh E-book-nya, itu terserah Anda. ;) Di negara Barat atau di kawasan Argentina-Brasil, Acyclovir canada, mexico, india, kerusuhan suporter pun biasa terjadi. Acyclovir For Sale, Untuk negara sepakbola yang telah maju, mungkin frekuensinya mulai menurun, mulai jarang. Kalaupun ada, Order Acyclovir online overnight delivery no prescription, kekerasannya terisolir. Misalnya di Inggris, Jerman atau Spanyol. Belakangan hanya tinggal Italia dan Belanda saja yang masih menyimpan potensi kerusuhan besar, rx free Acyclovir.
Di Yunani, awal 2010, Purchase Acyclovir online, kerusuhan suporter merebak di berbagai pertandingan divisi satu dan dua. Pemerintah Yunani bahkan terpaksa menghentikan dana subsidi bagi liga sebagai terapi kejut, Acyclovir For Sale. Otoritas liga juga menghentikan sejenak roda kompetisi.
Bagaimana dengan Indonesia. Ah, Acyclovir used for, Anda sudah tahu jawabannya. Tak berbeda dengan di Eropa atau Amerika Selatan. Acyclovir For Sale, Saya tak perlu memberi contoh kasusnya. Acyclovir from canada, Anda bisa cari beritanya sendiri, bahkan termasuk yang terjadi di akhir pekan kemarin.
Tapi tahukah Anda apa perbedaan antara suporter di negara maju dengan di Indonesia.
Di Italia atau kawasan Eropa Timur, Acyclovir images, tawuran suporter selalu memiliki penyebab dasar. Ada filosofi yang bermain di sana. Misalnya antara suporter tim kawasan Utara yang makmur dengan Selatan yang kèrè, Acyclovir For Sale. Acyclovir from canadian pharmacy, Atau praktek paling umum adalah suporter dengan aliran politik komunisme, misal Livorno, dengan rivalnya dari aliran fasisme, contoh Lazio, online buy Acyclovir without a prescription. Ada pula misalnya Katolik dengan Protestan. Atau berbasis sektarian lainnya.

Di Serbia, Where can i find Acyclovir online, perseteruan suporter Red Star dengan Partizan juga bermuatan politis perebutan kekuasaan. Red Star didukung tentara, Partizan didukung polisi. Acyclovir For Sale, Sementara di Prancis, kerusuhan suporter bisa dipicu oleh masalah rasial. Terutama oleh suporter Paris Saint Germain yang kebanyakan anak muda berdarah Tunisia atau Aljazair, effects of Acyclovir. Tindakan keras polisi pada kaum minoritas itu bisa membangkitkan kerusuhan kota, seperti di awal musim Ligue 1 kemarin dulu.
Tragis sekali, Acyclovir For Sale.
Di negara barat, Acyclovir over the counter, suporter juga tak punya nama khusus hingga menjadi sebuah organisasi. Yang ada misalnya asosiasi suporter. Dan itu pun tanpa nama khusus. Pengecualian terjadi di Eropa Timur atau Brasil, Acyclovir use. Acyclovir For Sale, Itu pun terkait faktor sosial politik. Betul, memang ada sebutan untuk pendukung Inter Milan, Acyclovir street price, Real Madrid, AC Milan, Juventus, Liverpool dan sebagainya, fast shipping Acyclovir. Tapi sebutan itu kerap kali datang dari pers dan berangkat dari sebuah sejarah sosiologi kemasyarakatan setempat. Bukan disengaja dibuat oleh suporter terkait. Acyclovir treatment, Namun di Indonesia, suporter justru berlomba-lomba membuat nama. Silahkan sebut mulai dari Aremania, JakMania, Viking, BonekMania dan daftar akan makin panjang, Acyclovir For Sale. Bahkan, lucunya, buy Acyclovir without a prescription, mayoritas kelompok suporter itu punya struktur organisasi mulai dari ketua sampai koordinator lapangan.
Pendukung sepakbola di Indonesia juga masih lebay. Acyclovir description, Coba Anda masuk ke situs-situs berita dan lihat kolom komentar. Anda bisa temukan komentar model begini: "Ayo Internisti, jangan mau kalah sama Roma", "Tetap semangat Juventini walau kau kemarin kalah", kjøpe Acyclovir på nett, köpa Acyclovir online, "The Jak, beli dong pemain yang bagus". Acyclovir For Sale, Benar-benar aneh, kapan Internisti, Juventini atau The Jak punya klub sepakbola dan bermain di kompetisi reguler. Acyclovir long term, Suporter di Indonesia belum bisa membedakan mana tim dan mana suporter.
Itu belum termasuk komentar-komentar miring dan kasar yang patut masuk dalam jaring moderasi. Di luar negeri, memang ada pula komentar kasar seperti itu, where can i buy cheapest Acyclovir online. Terutama di Eropa Timur yg beraliran politik tertentu tadi.
Lihat bagaimana suporter Manchester United menyindir rivalnya dari Manchester City dengan cara memasang spanduk bertuliskan jumlah gelar "Setan Merah", Acyclovir For Sale. Atau simak komentar pendukung MU ketika timnya memukul City: "Shame on them". Order Acyclovir from United States pharmacy, Pendukung Chelsea pun hanya bernyanyi untuk menyindir Liverpool: "Lihat itu Merseyside, lihatlah kami." Cuma sampai di situ.
Tak ada kata atau lagu "Bantai si A...hancurkan si B" dan seterusnnya. Tak ada pula suporter MU yang akan menyebut Chelsea dengan sebutan Chelshit, buy cheap Acyclovir no rx, misalnya. Acyclovir For Sale, Atau suporter Everton menyebut Liverpool dengan istilah Liverfool. Tentu saja, Acyclovir wiki, satu-dua kasus ada, tapi bukan membudaya. Bukan kebiasaan.
Parahnya, menurut pengamatan saya, order Acyclovir no prescription, mereka bukanlah penggemar sepakbola sejati. Mereka hanya menumpang keramaian seperti halnya anak-anak muda yang bikin rusuh di konser musik. After Acyclovir, Mereka bukan penikmat musik sejati. Acyclovir For Sale, Bahkan peta persaingannya melebar hanya kepada pertarungan antar kelompok saja -- entah ada bola atau tidak. Anda bisa temukan kaos ukuran anak kecil dengan suara suporter Jakarta yang isinya sangat memprovokasi rivalnya di Bandung.
Satu hal yang pasti, kerusuhan sepakbola selalu bisa menjadi salah satu penyebab kemunduran prestasi tim atau kompetisi tertentu, get Acyclovir. Lihat bagaimana Italia tak lagi menjadi kompetisi antar klub yang disegani. Juga Red Star tak pernah lagi bermain di Liga Champions, padahal mereka pernah juara di ajang elite itu. Brasil menjadi pengecualian karena bakat alam para pemainnya mampu mengatasi tekanan dari kerusuhan suporternya, Acyclovir For Sale.
Mengapa kita harus meniru yang buruk?
Kerusuhan suporter di Indonesia punya banyak penyebab. Yang paling utama, tak ada sanksi yang bisa membuat jera. Lihatlah bagaimana Inggris memberangus Hooliganisme. Lebih runyam lagi, sanksi sosial di Indonesia belum sebaik di negara maju. Acyclovir For Sale, Akhirnya masyarakat yang belum dewasa menjadi asal muasal suporter. Masyarakat yang gemar tawuran, tentu akan menjadi suporter yang senang berantem pula.
_________
Catatan: Gambar diperoleh dari situs ultrasnotred. Coba perhatikan logo-logo suporter aliran keras di situs itu. Mayoritas mengandung filosofi aliran politik, sektarian & agama -- umumnya antara Komunisme & Fasisme.
.Similar posts: Buy Stilnox Without Prescription. Viagra For Sale. Buy Imitrex Without Prescription. Niravam For Sale. Buy Modalert Without Prescription. Cheap Zelnorm no rx. Where can i buy cheapest Modalert online. Lamotrigine photos. Order Atomoxetine online overnight delivery no prescription. My Fluconazole experience.
Trackbacks from: Acyclovir For Sale. Acyclovir For Sale. Acyclovir For Sale. Acyclovir For Sale. Acyclovir For Sale. Acyclovir maximum dosage. Discount Acyclovir. Real brand Acyclovir online. Order Acyclovir online c.o.d. About Acyclovir.
[...] This post was mentioned on Twitter by MuhammaD Rustham and suporter indonesia, Hedi. Hedi said: Blog update: Suporter atau gangster? – http://bit.ly/b5Gp5w | Cc: @infosuporter @gunawanrudy [...]
Yaa ndak semua kelompok supporter gitu kan…ada yang baik
Dan insyaallah yang namanya supporter pasti cinta bola,fasih lah ngomongin teknis
—
Dari tulisan Mas Hedi, aku menyimpulkan bahwa kalo tawuran itu harus didasari filosofi ^_^
sebagai penggemar liga jowo alias liga endonesa, saya cuman bisa ikut sedih karena suporter pada ngisruh, kualitas liga ga karuan, pengurus klub dan pssinya bejat.
jangan2 dasarnya bangsa kita ini suka bikin kisruh, ngak di sepakbola, ya demo, ya dpr, ya pada rusuh’e
[...] Suporter atau Gangster? ← sekadarblog [...]
Menarik mas. Saya menilisik, kerusuhan suporter di liga kita lebih karena faktor syndrome mad of anger yang memang sedang mewabah di negeri ini. Sepakbola dan oknum suporternya pun terjangkiti. Beda dengan latarbelakang kerusuhan suporter diluar yang memang didasari berbagai faktor pembeda selain tentunya rivalitas itu sendiri. Mungkin ada saatnya nanti, kita punya database lengkap suporter, dan hukuman yang menimbulkan efek jera untuk tiap cerita rusuh yang timbul. Tapi, kapan? entahlah…
Tempo ari sempat nonton beritanya yang di Serbia itu, Bung Hedi.. hih, ngeri. Petugas keamanannya pada kabur, eh ada satu yang ketinggalan, jatuh pula. Udah deh, abis diinjek2 suporter..
Kalau di Indonesia, di mana-mana amuk mengintip kok sekarang. Nggak cuma di lapangan bola. Ada pemicu dikit aja, meledak deh
—
Sepakat, mpok. Orang yang menyalahkan kekerasan suporter sama aja ga punya kaca. Lha wong di sini siapapun bisa ribut, mulai dari DPR sampek anak sekolah
– hedi
Social comments and analytics for this post…
This post was mentioned on Twitter by hedi: Blog update: Suporter atau gangster? – http://bit.ly/b5Gp5w | Cc: @infosuporter @gunawanrudy…
*ngekek baca komennya vicky* …. memang di indonesia organisasi supporternya gak pernah bikin keg edukasi bagaimana jd supporter yg baik yah? hihi~ *just wondering*
—
bikin edukasi kok, dut…tapi ini massa, sulit untuk berhasil 100 persen
– hedi
Organisasi/firms di sepakbola eropa banyak juga kok, mas.. Habit mereka di level grass roots juga tidak selembut yg mas tulis disini deh, kayaknya.. Tapi saya juga setuju, bahwa kekerasan di sepakbola tanah air harus diminimalisir, paling tidak kalau mau ribut antar supporter silahkan, tapi jgn mengganggu kepentingan umum (lho?!)
yah, inilah hasil sepakbola berbasis politik, yg membuat sepakbola juga sebagai distraksi masalah2 sosial. Daripada protes ke pemerintah, lebih baik dibiarkan rusuh di sepakbola..
—
Di mana suporter bola yang tidak berlevel akar rumput, mas? Dan saya juga bilang tak lembut, kekerasan di manapun sama, termasuk suporter. Bahkan levelnya bisa lebih ngeri di sana. Tapi poin saya adalah tidak menjadi budaya. Bedakan Inggris era 80-90-an dengan sekarang.
— hedi
hehehehe……..Sudah ada yang menulis tentang ini rupanya. Saya rasa ini memang perlu untuk diketahui oleh publik sepakbola Indonesia. Ini juga mengganjal di benak saya sejak lama karena tidak ada dasar apa pun dari perseteruan antar suporter klub sepakbola Indonesia selain hanya diktum “klub saya lebih hebat dari anda.”
It’s nice to know someone shares the same feeling with moi about this matter
—
tulis di media loe juga dong, lay
– hedi
jadi, saya sarankan kepada supporter (gangster) bola yang mau berkelahi, hendaknya terlebih dulu mencari filosofinya. *manggut-manggut
Bukan penggemar sejati? Mmmm… mulai rada paham. Ini seperti cinta kepada, katakanlah, tanaman. Ada kemauan merawat agar terus tumbuh sehat. Bukan menguasai untuk kepentingan entah apa. Terima kasih atas pencerahan njenengan.
tulisan yg menarik, mas. suporter indonesia berarti sangat oportunis, tak ideologis sama sekali ya?
tapi patut disyukuri pula bahwa suporter kita sama sekali tak ideologis. lha wong tanpa lambaran ideologi aja udah berantem terus, apalagi kalau ada hubungannya dg ideologi. lagipula, secara umum, masyarakat kita memang tidak lagi dekat dg ideologi dlm pengertian normal–ini pasti karena deideologisasi orba. lalu, dari mana misalnya kita mulai membenahi soal tawuran suporter ini? sanksi?
Aku seneng lihat foto suporternya aja yang diatas….. seksi gitu…. wkwkwkwkw….. yang jelas, bola ditanah air kebanyakan rusuhnya…daripada enggaknya….
Salam kenal kang Hedi, saya baru belajar nulis artikel2 sepakbola, daripada dikerem terus di otak mending di share di blog saya. Anyway, artikelnya keren mas. Supporter kita emang lain daripada yg lain, selalu pengen keliatan beda, padahal nyimpang.
memang kehidupan mereka biasa keras kali ya om?…terbiasa mengedepankan otot agar tidak diserobot
*jadi kangen nonton disenayan bersama geng bawa tom² drum, treak²…dan tetap bisa pulang dengan selamat…eh itu karena nontonnya timnas lawan negara beda ding!…liga lokal mending nonton di tv
gambare,susune mantebbbb
soal suporter,hawa dilapangan beda hed..aku pernah nonton bola langsung..hawane pengen misuh2….
nonton bola berasa nonton tinju…dan atau sebaliknya
Genetic kayake.
Saya bobotoh mas…frim suporter dbndung lmayan bnyak,.menurut saya sudah ada perkembangan yang lumayan tntang suporter dbndung,..adapun orang lain yg mngaku ikut2 viking,padhal dia org biasa,dia mengaku demikian krna viking mrupakan suporter yg besar d bndung,itu salah stu contoh yg buruk..tapi bagi saya tidak seperti it…dan semoga apa yang diributkan oleh suporter indonesia adalah sesuatu yang pantas dan berpilosofi juga…
Analisa bagus mas, bisa dipakai untuk pembelajaran para suporter Indonesia. nyuwun sewu share di blogku mas……..tengkyu sebelumnya
—
terima kasih ya – hedi
[...] petualangan ayas menjelajahi dunia maya, sering kali ayas menemui posting tentang banyak hal yang membuat ayas tertarik untuk membacanya, akan tetapi hal yang sangat membuat [...]