&mdash July 23rd, 2010 {23}
SETUJU ATAU TIDAK? Famvir For Sale, Isu naturalisasi pemain untuk tim nasional kembali menghangat. Kali ini benar-benar akan diwujudkan. Buy Famvir without prescription, Pelatih Alfred Riedl bahkan akan berangkat ke Belanda untuk menjaring pemain-pemain berdarah Indonesia.

Saya tahu ini adalah buntut dari frustrasinya orang Indonesia atas prestasi timnas, Famvir For Sale. Saking frustrasinya, Comprar en línea Famvir, comprar Famvir baratos, mereka menjadi setuju dengan langkah PSSI untuk melakukan naturalisasi.
Mungkin benar jika ada yang mengatakan bahwa orang Indonesia tak pernah bisa belajar. Tak pernah bisa mengurus dan bermain sepakbola, Famvir street price. Maafkan jika saya salah. Famvir For Sale, Naturalisasi sejatinya bukan jawaban sahih dari kekeringan prestasi timnas. Ordering Famvir online, Bila jawabannya mencari juara, cuma ada dua negara yang mampu melakukannya. Singapura di Asean dan Italia di Piala Dunia, rx free Famvir. Tetapi Singapura melakukannya karena terpaksa sebab hanya sedikit orang sana yang mau main bola. Herbal Famvir, Sedangkan Italia pun hanya memasukkan Mauro Camoranesi seorang.
Singapura pun hanya berhasil dalam dua kesempatan (dengan naturalisasi), tahun 2004 dan 2007, Famvir For Sale. Ketambahan pemain dari Nigeria, Bosnia atau Australia, buy Famvir no prescription, Singapura tetap tak mampu berprestasi di Asia, Famvir recreational, apalagi masuk Piala Dunia. Mereka yang direkrut juga memakai sistem kontrak untuk beberapa tahun sebelum melepas status warga negera Singapura setelah selesai kontrak.
Beberapa negara dunia yang menggunakan naturalisasi adalah Meksiko, Famvir pharmacy, Kroasia atau Jepang. Generic Famvir, Hasilnya tetap tak signifikan. Famvir For Sale, Lalu untuk apa kita mengikuti jejak mereka.
Mengganti status kewarganegaraan juga tak semudah membicarakannya. Status kewarganegaraan adalah milik Direktorat Imigrasi Departemen Kehakiman, buy cheap Famvir, bukan PSSI. Famvir photos, Beberapa atlet Tionghoa, seperti Susi Susanti, misalnya, Famvir cost, pun sempat kesulitan untuk memperoleh paspor Indonesia 100 persen meski sudah berprestasi. Famvir schedule, Para pemain asing Liga Indonesia yang merasa "jatuh hati" pada negeri ini dan "jatuh cinta" pada wanita Indonesia pun tak kunjung mendapat paspor Indonesia.
Paul Cumming, "si gila" dari Inggris yang lama tinggal di Lampung dan pernah melatih PSBL Bandar Lampung, pun pernah menyatakan rasa frustrasinya tak kunjung mendapat status warganegara Indonesia, Famvir For Sale. Padahal Paul dan sejumlah pemain asing di Liga Indonesia itu sudah memenuhi syarat jangka waktu tinggal di Indonesia, menguasai bahasa kita dengan fasih dan menikahi orang Indonesia, about Famvir.
Pemberian status warga negara bagi orang asing akan ditelisik dengan cermat oleh Imigrasi. Famvir blogs, Mereka akan melakukan uji tuntas (due diligence) dengan seksama. Apakah yang bersangkutan bakal memberi manfaat pada negara dan bukan menambah jumlah penduduk yang harus ditanggung pemerintah. Famvir For Sale, Naturalisasi pada akhirnya hanya pelengkap penyakit sepakbola Indonesia dengan budaya instannya. Tarkam, japan, craiglist, ebay, overseas, paypal. Comot sana sini. Famvir images, Padahal sebuah prestasi sepakbola dibangun dalam waktu yang cukup panjang. Bukan dalam setahun, dua tahun, canada, mexico, india. Real Madrid yang mengumpulkan pemain kelas bintang pun tak dijamin bisa juara, Famvir For Sale.
Sepakbola memang kelihatan simpel. Buy Famvir online no prescription, Cuma 22 orang saling berebut satu bola untuk kemudian mencetak gol. Tapi bagaimana proses merebut bola dan mencetak gol itulah yang tak pernah simpel.
Berkali-kali saya tulis, Famvir coupon, lakukan pembinaan lewat kompetisi yang jelas, Doses Famvir work, berjenjang, rapi, konsisten dan profesional, Famvir no prescription. Famvir For Sale, Bila kita sabar, prestasi akan datang. Indonesia pernah berprestasi, Famvir price, coupon, walau hanya untuk kawasan regional terbatas dan di saat belum banyak negara memainkan sepakbola -- termasuk Jepang. Paling tidak, kita tahu bahwa negeri ini pernah bisa "main" bola, Famvir trusted pharmacy reviews.
Lalu sekarang ini tim Jakarta Football Academy sedang berjibaku di Gothia Cup Swedia, Famvir treatment, kompetisi U-12 dunia. Baru saja mereka lolos ke-16 besar dengan permainan yang berkelas. Ini sebuah bukti bahwa Indonesia tak pernah kering potensi, Famvir For Sale. Apa yang terjadi kemudian hanya salah asuhan, Famvir maximum dosage. Dengan tidak ada kompetisi kelompok umur di sini dan kemudian langsung masuk kompetisi sekelas Liga Indonesia, Purchase Famvir online no prescription, saya yakin anak-anak itu nantinya tak akan lebih baik dari saat masih berusia 12 tahun, bahkan bisa merosot drastis.
Pemain-pemain yang sedang diburu PSSI dan barisannya untuk masuk ke timnas, Famvir pics, ironisnya hanya tampil di klub-klub gurem seperti Harlem, Buying Famvir online over the counter, ADO Den Haag, atau Go Ahead Eagles. Skillnya hanya sedikit lebih baik dari pemain lokal, Famvir from canada, tapi tetap tak signifikan. Famvir For Sale, Naturalisasi kok tanggung-tanggung. Cheap Famvir, Kenapa tidak berusaha mengambil pemain-pemain kelas satu dunia, misalnya.
Naturalisasi sekali lagi bukan obat cespleng atas sakitnya persepakbolaan nasional. Beberapa kawan bilang, ini mungkin cuma untuk sementara waktu. Benarkah. Saya pesimistis melihat kinerja PSSI selama ini, Famvir For Sale. Andai naturalisasi berhasil, ini justru akan membuat mereka melupakan pembenahan kompetisi. Mereka akan mengacuhkan akar dari sebuah ajang sepakbola sebagai basis pembinaan mental, karakter dan skill.
Rusaknya sepakbola nasional disebabkan oleh ketidakbecusan pengurusnya, baik di PSSI maupun klub. Bila ingin naturalisasi, kenapa tidak merekrut orang asing dari Inggris, Jerman, Italia, Jepang atau Spanyol. Berikan mereka paspor Indonesia lalu jadikan mereka pengurus PSSI dan klub.
Saya yakin, naturalisasi pengurus akan jauh lebih berdaya guna, ketimbang naturalisasi pemain.
Similar posts: Medazepam For Sale. Lexotan For Sale. Atomoxetine For Sale. Nobrium For Sale. Rivotril For Sale. Alertec over the counter. Online buy Paxipam without a prescription. Imovane treatment. Zyban treatment. Medazepam forum.
Trackbacks from: Famvir For Sale. Famvir For Sale. Famvir For Sale. Famvir For Sale. Famvir For Sale. Buy Famvir without a prescription. About Famvir. Buy Famvir online cod. Famvir forum. Where can i cheapest Famvir online.
coba baca artikel ini deh =)
http://rony.dgworks.net/2010/05/17/olahraga-di-negeri-bedebah/
—
– hedi
Terima kasih, mas. Kebetulan saya udah baca & komen di sana
[...] This post was mentioned on Twitter by Dinar Diaz S., Nasution Ihwan, andibachtiar yusuf, Naif Al'as, Hedi and others. Hedi said: Kenapa Indonesia tidak menaturalisasi orang asing supaya jadi pengurus PSSI & klub? http://bit.ly/bZMxxw (blog post) [...]
tolak naturalisasi, lah mung kelas pemain ayam sayur.. ya mending pemain liga jowo dewe.
penduduk 200 juta, negaranya adalah negara sepak bola dimana penduduknya minimal tau apa itu sepak bola..lah koq yah yang ditempuh cara macam begini yah?
—
karena mereka (PSSI) ga mau pake cara umum, entah bodoh atau ga peduli atau bebal…
– hedi
Memang terlalu, di sepakbola ramai2 cari orang asing untuk “dipaksa” jadi WNI, sementara banyak pemain bulu tangkis “dipaksa” keluar dari Indonesia.
—
100, om
– hedi
saya gemes ama si bos nurdin,masih teringat saat dia diwawancarai tv one,dia menganggap org2 yg mengkritiknya adl org2 yg ingin menjatuhkanya dari kursi panas pssi. Lha,kalo pemimpinya saja keras kepala,ndak mau nerima kritik dan saran,mau gimana lagi..?:-(..kenapa ya sulit buat nemuin 22 orang buat timnas dengan total penduduk yang ratusan juta,padahal uruguay yang penduduknya 3jutaan aja bisa begitu..malah pemain2 muda kita yang dikirim kesana,ironis.
TOLAK NATURALISASI!
Tapi,kalo petingginya bebal,jd Pesimis
—
ga ada korelasi apapun antara jumlah penduduk dengan kualitas timnas, semua tergantung cari pemainnya gimana, bukan soal jumlah – hedi
Duh tuh pemaen ganti warga negara Indonesia sama aja bunuh diri deh…Jd teringat pelatih sepakbola asal Inggris yg sekrg jualan rokok di pinggir pantai, dan nyewain perahu.
Di negara maju, kalo nganggur dpt tunjangan, udah tua dibayarin pemerintah di panti jompo kalo gak punya keluarga, pokoke terjamin. Di Indo? Yakin aku itu pemaen kalo dah pensiun bakal terlantar.
—
Itulah Paul Cumming, yg sekarang jualan rokok itu – hedi
pendekatannya memang harus “from top to bottom”. pengurusnya dulu dibenahi. yg sekarang terjadi, karena pengurusnya ga beres, pemain pun latiannya ogah2an dan clubbing terus (tentu ga semuanya).
karena kering prestasi, trus mau naturalisasi. saya pikir, itu bukan solusi yg diambil orang2 bermental juara, tapi orang2 yang mau gampang atau pengen instan. jadi, lebih dari sekadar kepengurusan, ini tentang mental.
aku asih tetep dalam pendapatku sih
kalau untuk majuin Indonesia, mending gelontorin dana yang gede untuk pembinaan atlet” muda di daerah
untuk itu, PSSInya dulu dibenahi. Jangan sampe ada yang korup yang ikutan ngurus
—
– hedi
pembinaan dengan dana gede itu caranya gimana, mas?
gue sih gak peduli sama naturalisasinya.
yang gue prihatinkan, nanti setelah dinaturalisasi, emangnya nasibnya masih sebagus sebelum naturalisasi ga?
dengan manajemen sepakbola di sini, paling cuma iming iming tanpa kenyataan
mo ambil pemain sekelas apapun klo pengurusnya masih gitu2 aja dan g ada kompetisi yang bener2 bagus ya indonesia ke piala dunia itu sama aja dengan mimpi..:D
lho, ini bukan permainan pelaku jual beli pemain itu, Bung Hedi? maaf kalo keliru.. tapi sebetulnya yang diuntungkan dalam hal ini, siapa? lho.. nanya lagi..
—
– hedi
yg diuntungkan jelas oknum PSSI dan program politiknya
Aku sangat tidak setuju..
kalau yang berdarah indonesia itu bangga akan indonesia, biarkanlah mereka yang mendatangi kita..
dan terimalah kalau mereka ingin bermain untuk kita, PSSI…
yo wis….setuju wis mas!
200 jt org indonesia mayoritas cuma pengen jadi artis ketimbang pemaen bola, makanya perlu naturalisasi.
jangan dulu capek mengingatkan yo, mas
“Nice artikel, inspiring ditunggu artikel – artikel selanjutnya, sukses selalu, Tuhan memberkati anda, Trim’s
”
alangkah lucunya (negeri ini) – karya Dedy Mizwar.
mau cari prestasi kok instan.:p
“Naturalisasi kok tanggung-tanggung. Kenapa tidak berusaha mengambil pemain-pemain kelas satu dunia, misalnya?..” ada nggak yaa yang mau? meski uzur yang penting kelas dunia..
Andai naturalisasi berhasil, ini justru akan membuat mereka melupakan pembenahan kompetisi. Mereka akan mengacuhkan akar dari sebuah ajang sepakbola sebagai basis pembinaan mental, karakter dan skill. saya pun berpendapat demikian, apalagi kalau gagal, pemain yang udah dinaturalisasi jadi gmana? tetep di sini apa dipulangkan
naturalisasi gpp kali,org2 itu jg kn mau mngharumkan nama indonesia,toh kita jg slama ini nonton timnas yg asli org indo jg ud muak nontonnya,ud minim prestasi,bnyak gaya lg ud ky CR7 aj gayanya,mnding reformasi pssi aj dl,trus benerin sistem kompetisi n pembinaan,mala ngurusin naturalisasi,jls2 ud ada UU nya,biar aj hukum yg atur,gayanya smua ud kaya Politikus mencret aj yg ngerti Hukum.
—-
– hedi
karena ada UU-nya, biar aja semua pemain timnas hasil naturalisasi? gitu ya?
memange dari segitu banyak SSB di negeri ini gak ada yang bisa di seleksi untuk masuk timnas ya mas?
—
– hedi
SSB cuma satu titik, masih ada titik selanjutnya. makanya yg gini jangan “dimatikan”
@siregar @fajarmcxoem UU Kewarganegaraan tahun 2006 memang mengatur tentang proses naturalisasi/kewarganegaraan tapi tolong dibaca UU-nya lagi tidak semua org berhak mendapat kewarganegaraan Indonesia negara kita tidak menganut sistem dwikewarganegaraan, negara kita tak bisa diduakan dan tolong dibaca lagi peraturan FIFAnya tentang naturalisasi.
Bisa dibayangkan sia- sianya SSB- SSB yang ada di Indonesia yang sudah berjuang mengolah bibit2 baru jika kita terus mengimpor 23 org pemain naturalisasi tiap ada kompetisi resmi.
Saya ngga anti naturalisasi tapi bagi saya hanya orang- orang yang “spesial” lah yang berhak membela Garuda dan yg terpenting proses pembinaan, saya lebih setuju dengan Mas Hedi yang harus dinaturalisasi itu PSSI-nya bukan pemainnya.
sorry komennya kepanjangan hehhe
Klo mnurut saya ada lagi faktor knapa pemain U-12 atau ditingkat junior kita bagus namun setelah dewasa/senior tak terlihat.
Karena saat nanti lulus SMA mereka akan lebih diarahkan orang tua nya untuk jadi dokter,insinyur dll oleh sebab pandangan para orang tua bahwa di negeri ini berkarir di sepakbola belum menjamin kehidupan yang layak.