RSS You're reading Prancis yang Rendah Diri article on sekadarblog

Prancis yang Rendah Diri

12 Juni 1998, pelatih Aime Jacquet menghabiskan waktu hampir 2 jam untuk bicara di depan skuad Prancis. Hari itu, Les Blues menjalani laga pertama Piala Dunia 1998 melawan Afrika Selatan.

Jacquet mengatakan kualitas skill pemainnya nggak kalah dengan Brasil. Di Eropa, mereka salah satu yang terbaik. Bahkan skuad 98 adalah generasi emas kedua Prancis. Ada maestro Zinedine Zidane, gelandang jangkar sekelas Didier Deschamps, pemain belakang bertenaga model Lilian Thuram, Marcel Desailly dan Laurent Blanc serta kiper eksentrik Fabien Barthez. Tapi Prancis dinilainya punya kelemahan mencolok: rendah diri. Mengapa pemain dengan nama besar itu bisa inferior begitu? Entahlah. Mungkin karena mereka main di depan publik sendiri.

Menurut Dessaily, bisa pula disebabkan oleh kekhawatiran pemain dicap tidak nasionalis karena asal usulnya yang imigran.

Itu sebabnya sejak masih di hotel sampai di kamar ganti stadion, Jacquet justru bertindak sebagai psikolog dan motivator. Belakangan diketahui tindakan Jacuqet juga atas permintaan Deschamps, Thuram dan Zidane.

Suntikan kata-kata Jacquet berhasil. Prancis menang telak 3-0. Selanjutnya, langkah mereka menjadi mantap hingga bisa juara untuk pertama kalinya.

Hari ini, jelang melawan Belarusia di kualifikasi Euro 2012, situasi terbebani dan rendah diri juga menimpa Prancis. Namun penyebabnya berbeda.

Mereka baru saja terpuruk di Piala Dunia 2010, tanpa pernah menang di babak grup sampai harus balik kampung lebih dini. Skuad juga diguncang disharmoni dan pembangkangan terhadap pelatih Raymond Domenech.

Beban terberat ada di pelatih Laurent Blanc. Sejak ditunjuk menjadi pelatih baru, Blanc nyaris tak pernah bicara tehnik. Topik setianya adalah kepercayaan diri. Blanc tahu timnya butuh suntikan motivasi. Dengan jeli, dua kolega lamanya Zidane dan Barthez didatangkan untuk ikut latihan perdana timnya sebelum melawan Belarusia di Stade de France.

Seperti juga Jacquet, Blanc tahu benar cara mengatasinya. Maklum, dia mantan didikan Jacquet.

Tapi apakah hasilnya akan sama seperti pada Juni 98? Itu yang patut ditunggu. Kali ini Prancis akan tampil dengan skuad muda, bahkan empat pemain adalah debutan.

Tapi secara personal, saya merasa Blanc bisa melewati hadangan pertama ini.

—-
©Photo: Reuters

Ϡ

6 Responses to “Prancis yang Rendah Diri”

  1. […] This post was mentioned on Twitter by Moh. Andica Haradi and Adrian Romadhon, Hedi. Hedi said: update blog: Prancis yang rendah diri – http://bit.ly/9RsZV4 […]

  2. Aris FM says:

    sebagai timnas yang personelnya “multinasional”, kepercayaan diri dan mental memang kadang menjadi persoalan tersendiri. Butuh pelatih yang mempunyai kemampuan untuk memotivasi pemainnya, Blanc saya adalah orang yang cukup mampu melakukannya. Kita lihat saja nanti ;)

  3. Nazieb says:

    Tapi masih kalah aja ya Sam? :D

    Semoga generasi emas baru Prancis segera lahir, biar Euro 2012 tambah rame

  4. rizal says:

    saya sanagt kecewa dnegan peenampilan parancis pada piala duania kemaren akarena prancis termasuk tim paporit saya…tapi sekarang prancis sudah mulai bangkit

  5. Ternyata metode yang di lakukan Aime Jacquet di 1998 tidak pas untuk dilakukan sekarang, entah apa sebenarnya permasalahan perancis, yang pasti perancis sekarang tidak OKE lagi… :(


    satu hal, para pemain Prancis masa kini ga ada yang selevel Theirry Henry, Zidane, Barthez, Thuram, Blanc, Deschamps dsb-nya. Itu salah satu handicap-nya :) – hedi

Leave a Reply