Orang bilang Indonesia tak mampu membuat kompetisi olahraga yang bagus, kondusif (buat pembinaan) dan akuntabel. Tapi tidak selamanya begitu.
Liga Futsal Indonesia (edisi lama) salah satu dari sedikit kompetisi bagus di negeri ini. Tentu saja tidak sempurna, tapi hampir mendekati ideal.
Formatnya profesional dan nafasnya mengikuti bagaimana kompetisi pro (sejatinya) dilakukan. Salah satunya adalah dengan menyertakan klub sebagai pendiri liga. Kompetisi yang dibentuk, diurus dan dimainkan oleh mereka sendiri. Itulah yang dilakukan oleh Lega Calcio, English Premier League, Ligue 1, LFP La Liga atau Bundesliga. Semua klub peserta punya perwakilan dan menjadi pengurus di sana.
Lalu bagaimana dengan Liga Super Indonesia yang dikelola oleh PT. Liga Indonesia? Jelas sangat tidak ideal. Sistemnya monopoli atau setidaknya oligarki. Klub hanya jadi sapi perahan. Lebih parah lagi, 99 persen dana datang dari APBD. Ini memang penyakit PSSI. Mereka tahu bagaimana harusnya manajemen sepakbola, tetapi mereka memilih yang tidak seharusnya. Demi keuntungan pribadi. Demi politik.
Maka kemudian lahirlah ide menggulirkan Liga Premier Indonesia (LPI).
Ini sebuah sempalan dari mereka yang merasa kompetisi harus dikelola dengan benar. Semoga ini murni demi kemajuan sepakbola nasional. Bukan cuma proyek ganti baju. Bukan pula program kosmetika belaka.
LPI adalah penyempurnaan dari LSI. Dilakukan oleh kelompok PSSI tandingan berisi sejumah klub yang didukung oleh sosok wanna be new chief of PSSI, Arifin Panigoro.
Prinsip dan filosofinya benar. LPI dikelola oleh klub peserta dengan dana patungan dan punya pembagian keuntungan yang jelas — baik sponsor maupun hak siar televisi — plus ada kuota dana amal untuk pembinaan pemain muda. Ideal bukan? Sangat!
Sayangnya, nah ini dia, LPI akan menjadi kompetisi dalam tempurung. Para pemainnya tak akan bisa membela timnas, kecuali memang diminta/diinginkan oleh Badan Tim Nasional PSSI. Klub juara juga tak punya hak untuk bermain di Liga Champions Asia sebagai wakil negara karena bukan kompetisi resmi PSSI yang diakui oleh AFC dan FIFA.
LPI juga bukannya tak punya handycap. Pertama, mayoritas calon pesertanya masih berstatus plat merah. Ini tak sehat dan logis. Tak ada satu pun kompetisi di dunia yang melibatkan pegawai pemerintahan sebagai stakeholder dan pula stockholder.
Sekali lagi saya ungkapkan, untuk apa pegawai negeri ada di dalam ranah profesional — baik sebagai pengambil keputusan atau pelaku keputusan? Mereka punya tugas dan wewenang sendiri di pemerintahan. Tak seharusnya menyerobot lahan kerja orang lain, walau itu biasa di Indonesia.
Dengan keberadaan klub pemda itu, jangan pernah berharap ada pembinaan. Manajemen ala tarkam tak akan menghasilkan apapun. Semua semu belaka.
Kedua, LPI dalam dua tahun awal akan menggunakan jasa wasit asing. Ini jelas kebablasan. Pemain asing masih wajar, wasit asing? Saya masih yakin orang Indonesia mampu menjadi wasit yang bagus. Tapi saya maklum kebijakan wasit asing diambil karena LPI belum punya wasit sendiri sebab korps pengadil yang ada bernaung di bawah PSSI dan tak akan mendapat izin bekerja di LPI.
Apapun, LPI yang kelihatannya bagus ini masih sebatas akan kick-off. Baru pemanasan. Peluit belum ditiup dan bola belum bergulir. Masih sangat dini untuk menilainya dengan segala plus-minus yang sudah ada. Kita hanya perlu menunggu.
Kesan saya, ini cuma wacana. Tidak serius. Ini cuma drama lama dengan kemasan baru. Saya paham benar perilaku sepakbola di negeri ini. Semoga saya salah sebab saya juga punya harapan
dan si joko bilang, yg ikut LPI gugur keanggotaan PSSI-nya.
http://us.detiksport.com/sepakbola/read/2010/09/18/090001/1442818/76/peserta-lpi-bisa-kehilangan-keanggotaan-pssi?b99110170
jadi berantem tidak langsung ini
semoga liga primer di terima pssi
allah semoga…semoga..semoga..
tolong bapak pengurus pssi supaya di terima liga primer…..
agar semua suporter bersenang adanya liga primer ……..
manuver politik ini kak
daripada politik duit bagi2 ke pengda, mending dikasi kedok beginian…..kan peserta disubsidi juga di kompetisi lawakan ini
—
– hedi
lha emang
dunia Bola nasional kok dari dulu kisruh terus ya.. kapan bisa berjaya di lapangan hijau internasionalnya
?
amiin
Klub peserta LPI katanya dapat budget 30M utk dikelola ya? Sebenarnya ini psy-war yang menarik supaya PSSI mau mereformasi diri dan profesional.
—
– hedi
harusnya sih psy war, tapi ini cuma money politics sih
nggak apa-apalah, mas hed. biar ada tandingan, kalo nggak pssi makin seenaknya sendiri
LPI-nya juga belum mulai, pada akhirnya sih nanti waktu juga yang akan membuktikan apakah memang LPI jadi sempalan yang sesuai sama harapan kita utk sepak bola yang lbh bersih dan profesional.
Ada kemungkinan ga LPI mendapat tempat di PSSI dan AFC – FIFA nantinya?
Jika ada, saya tetap berharap LPI ini bisa jadi trigger awal merombak PSSI yg sekarang..
Persoalan “bagi2kue”, saya rasa untuk “kick-off” mereka butuh modal dan resource.. semoga ke depan bsia lebih proessional dari segi aturan dan mangement
Heran, duit dapet darimana tuh 30M buat klub yang ikut LPI? Ternyata Indonesia sudah kaya raya ya..
semoga liga indonesia bisa seperti liga primier inggris..
wah liga ini mungkin menjadi ajang supaya manajemen menjadi lebih profesional….jadi bisa saja mengundang investor asing untuk menanamkan modal di lpi ini,,,,tapi kenapa dengan pemain berbakat di LPI gk bisa masuk timnas … yang keturunan indo di belanda aja bisa masuk timnas padahal nyata2 nya mereka gak tau atmosfir sepakbola indonesia,,, saya jadi heran bgt ap kaya gitu cara mengembangkan potensi anak bangsa dengan cara mematikan LPI di PSSI..
ada promosi – degradasi ndak tuh, kalo ndak ada ya cuman turnament, jadi gak bermutu
Selama PSSI dipimpin oleh geng NH, gak bakalan maju.
Sebelllllll…
langkah yg baik harus diiringi dengan maksud yang baik n pelaksanaan yg baik.
Presiden aja gak didengerin sama bang Nurdin, apalagi ide yang asalnya dari “pengancam” tampuk kekuasaan. Capek deh, sampai kapan kita harus merasakan kebosanan dengan tingkah keras kepala MEREKA..
Peace…
Ide dan gagasan untuk perubahan harus kita DUKUNG…Sepakbola Indonesia telah mengalami kemunduran, sistem harus dirubah, pimpinan harus diganti, semua orang PSSI yang hanya berfikir memutar kompetisi dengan menadahkan tangannya meminta uang APBN/APBD harus dienyahkan…!!Jadikan sepakbola sebagai lahan bisnis, bukan hanya lahan korupsi buat pengurus PSSI, bukan hanya hura-hura yang gegap gempita menghabiskan uang milyaran tanpa prestasi.
Dulu semua pencinta bola dan pengurus klub-klub di Indonesia berkoar-koar menginginkan perubahan, sekarang ada gagasan untuk perubahan..kok malah jadi melempem..OMDO – Omong Doang – takut ma PSSI! Memang tidak ada jaminan pasti kalo ide ini dijalankan akan memberi prestasi, tetapi kalo tidak mulai jalan perlahan dan berubah sama sekali…ya ga bakal maju…!
Konsep LPI jelas berbeda dengan ISL..Kalo ISL = uang sponsor masuk kantong pengurus PSSI, hadiah buat juara hanya 1/20 dari uang sponsor, klub ga dapet uang dari hak siar TV..bla..bla..bla..masih banyak lagi..
SAATNYA DUKUNG PERUBAHAN…!!
HIDUP LIGA PREMIER INDONESIA!!
kalo si DAJJAL NURDIN BELON MAMPUS……mustahil sepak bola nasional maju……SEPAK si NURDIN and KRONI2 nya dulu..
baru SEPAK BOLA NASIONAL …….PASTIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII MAJUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU…….
bravo TIMNAS INDONESIA………
GO TO HELL NURDIN & KRONI2NYA
ya,biar nurdin halid tau diri,,dan mundur dr ketua pssi,,yang ga pernah berprestasi…
saya dukung LPI ini untuk menjadi cambuk bagi PSSI…PSSI saat ini hanya bisa memonopoli ,membodohi ,dan mengkadali para klub dan pecinta sepak bola di negeri ini…sudah saatnya PSSI di revolusi
Bravo sepak bola Indonesia…..
Kapan ya…mulainya L.P.I…????
Biar tau orang PSSI siapa yg terbaik liganya…
Liga Premier Indonesia terlepas berhasil dan tidaknya harus kita dukung mengingat menjadi langkah untuk perubahan,,Kekuasaan era Nurdin di PSSI seprti Soeharto Presiden RI di era Orde Baru PSSI ga akan maju diera otoriter Nurdin dan rezimnya,,dgn ketidak konsistennya merubah rubah hukuman,menganulir hukuman pada klub,seolah olah liga ini miliknya nurdin sdri..seprti yang terjadi pada Persebaya,Persis solo,,bisa dinaikan dan diturunkan demi kepentingan nurdin dan kroninya..kita harus dukung langkah persebaya yang menjadi mandiri dan tidak ikut kompetisi yang dinaungi kompetisi PSSI yang sekarang..semoga laga amal besok berlangsung dgn baek tanpa dintimidasi kepentingan2 yang tidak suka LPI bergulir…
semoga LPI mendapat tempat di hati masyarakat INDONESIA
kita semarakan liga primer indonesia. bagaimanapun pengurus pssi skr adalah banci-banci semua lias lawra (lanang ora wedok ora) alias ambigu,sumir dan sebagainya..mereka memang mencari uang dari PSSI, dengan cara memainkan pasal-pasal..
salut buat LPI, ingat, kalau ada pemain LPI yang berbuat anarkis, jangan segan-segan untuk memberikan tindakan keras..krn hal tsb utk mendidik pemain agar bermain secara gentle dan terbuka..
ingat..wasit yang memimpin, harus dibayar oleh LPI sendiri. jangan tim tuan rumah..
makasih
Kalau untuk kemajuan sepak bola indonesia , kenapa LPI tidak di dukung ?……………………
LPI biarkan saja berjalan nggak usah di larang , siapa tau dari situ muncul pemain – pemain bagus yang siap membela negara lewat sepak bola…….
Dari segi konsep sudah bagus, tetapi menjalankan dan mengelola sepakbola bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyak kendala dan permasalahan yang akan dihadapi, apalagi di Indonesia. Ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Mengelola LPI adalah pekerjaan sangat besar, klub-klub tersebar di seluruh tanah dengan air. belum lagi perilaku supporter kita yang kadang belum dewasa, termasuk juga para pengelola klub masih belum profesional.
Apapaun itu kita harus memulainya, jangan sampai belum apa-apa dihambat atau dimatikan. Kita tunggu saja bagaimana implementasinya.
Salam Sepakbola.
NH sadar diri lah…….
Kalau gagal ya.. mudur aja
kasih kesepantan yang lain….
PSSI bukan milik nenek moyang mu…
bravo Timnas Indonesia………
kalo ane sih pengen ada perubahan…….biar sepak bola tanah air ini maju…kaya negara-negara lain…ane setuju dengan adanya LPI.setelah ane baca2 memeng sudah saatnya noerdin cs diturunkan dari PSSI,biar sepak bola indonesia menjadi lebih baik…
BRAVO TIMNAS INDONESIA…….BRAVO LPI…….
[...] mengganggu dari (rencana) perubahan format kompetisi itu adalah dibukanya pintu bagi klub-klub LPI untuk menentukan diri di Level 1 atau [...]