RSS You're reading Tak Usah Pecat Hodgson article on sekadarblog

Tak Usah Pecat Hodgson

Kemalangan Liverpool belum reda. Untuk sementara, gonjang ganjing di level eksekutif berakhir. Klub telah diambil alih New England Sports Venture (NESV) pimpinan John Henry, orang tajir dari Amerika — pemilik klub baseball Boston Red Sox. Namun kedatangan Henry di Goodison Park pada hari Minggu (17/10) belum mampu mengubah peruntungan Steen Gerrard dan kawan-kawan di kompetisi.

Dalam duel sekota dengan Everton bertajuk derbi Merseysides kemarin, Liverpool menyerah 0-2 dan membuat tim terkubur makin dalam di klasemen bawah. 8 kali main, Liverpool duduk di posisi 19 dari 20 tim. Bukan habitat asli mereka.

Situasi ini dijawab dengan kecaman oleh fans Liverpool. Satu suara yang paling menonjol, terutama di saluran online, adalah pemecatan pelatih Roy Hodgson sekarang juga. Lebih cepat lebih baik, katanya.

Tapi saya tak sepakat. Hodgson mungkin bukan pelatih dari level yang pantas untuk mengolah pasukan Anfield. Dia belum pernah membawa tim dari negara-negara utama menjadi juara. Inter Milan cuma diantar sampai final Piala UEFA. Tetapi kemampuannya membawa Fulham sampai partai puncak Liga Europa musim lalu memancing decak kagum. Mungkin itu sebabnya Liverpool percaya Hodgson pengganti yang tepat bagi Rafael Benitez.

Sayang, kinerja Hodgson belum sesuai harapan. Sedikit atau banyak, dia terganggu oleh berbagai masalah non teknis. Manajemen klub yang kacau dan terancam bangkrut pasti akan membuyarkan fokus. Bila Anda bekerja di kantor yang akan bangkrut, Anda pasti tak akan bisa konsentrasi bekerja. Itulah yang dialami oleh Hodgson di Anfield.

Beberapa waktu lalu, dia pernah mengatakan hal itu. Dia meminta peralihan pemilik segera diselesaikan. Alasannya jelas, supaya situasi menjadi kondusif.

Namun memecat Hodgson di saat kompetisi baru berjalan delapan pertandingan? Terlalu gegabah. Ini efek penyakit instan yang sudah merasuki pikiran banyak orang. Kompetisi masih panjang. Perbedaan poin juga belum terlalu besar. Apa yang terlihat sekarang di klasemen belum bisa dijadikan patokan. Masih terlalu dini.

Mengganti Hodgson di saat kompetisi baru memasuki 8 minggu juga tak berguna. Untuk apa? Dia pelatih baru yang butuh waktu. Sasaran Liverpool yang paling realistis sekarang ini adalah menghindari degradasi. Syukur-syukur bisa kembali ke papan tengah. Saya masih yakin Liverpool bisa selamat. Jadi kalau hanya untuk mencapai sasaran itu, Liverpool tak butuh pelatih baru.

Yang dibutuhkan oleh Hodgson sekarang adalah dukungan moril. Henry sebaiknya bicara kepada publik secepatnya untuk menjamin posisi Hodgson dan juga menegaskan kemana Liverpool akan dibawa. Suara dari Henry akan menjadi pedoman bagi semua stakeholder Liverpool.

Itulah jalan terbaik pertama. Berikutnya, Henry mungkin perlu memberi dukungan dana belanja pemain kepada Hodgson di bulan Januari nanti. Saya yakin, peruntungan Liverpool membaik di paruh kedua kompetisi, tentu dengan syarat tak ada force majeur. Dan pasti, Hodgson pun harus bisa membangkitkan Liverpool secepatnya.

© Photo: Getty Images

Ϡ

6 Responses to “Tak Usah Pecat Hodgson”

  1. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

  2. grandchief says:

    Tak habis pikir hingga beberapa pertandingan Liverpoll mesti bercokol di baris 19.

  3. Nancy says:

    Liverpool tetap yang terhebat buat saya.

  4. nuel says:

    setuju. karna prestasi itu emang ga instan. Siapa tau posisinya the reds di EPL bisa membaik di akhir musim.

  5. semendo says:

    Liverpool, oh Liverpoolku….. hancur gara-gara jatuh ke tangan yang salah. Harusnya ia dimiliki orang yang benar-benar mencintanya, bukan semata-mata kepentingan bisnis :(

  6. vita says:

    kayaknya sekarang banyak peningkatan kok,
    saya juga suka liverpool.
    semoga tetap jaya

Leave a Reply