ketika sepakbola bikin penasaran

Anak wales ini masih muda, 21 tahun, postur ideal, larinya kencang dan skill-nya bagus. Pers Eropa menyebutnya sebagai pemain terbaik Eropa sewaktu Tottenham Hotspur menghajar Inter Milan 3-1 di Liga Champions dan Bale mencetak hat-trick.

Mungkin saja julukan “best player in the world” terkesan lebay. Tapi faktanya, mencetak tiga gol ke gawang Inter — peraih tiga gelar juara di musim lalu — yang dilakukan oleh pemain di posisi non penyerang serta mampu memperdaya bek tenar Maicon, tentu patut diapresiasi.  

Bale memang fenomenal. Kemunculannya hanya berasal dari insting dan pengamatan Damien Comolli, direktur sepakbola Spurs yang sekarang sudah pindah kerja di klub Saint Etienne.  Comolli yang membawa Bale dari Southampton. Umurnya ketika itu masih 16 tahun. Comolli merasa yakin Bale punya segala syarat untuk menjadi pemain hebat.

Lalu apa rahasia Bale bisa menjadi pemain mumpuni? Begitulah pertanyaan seorang kawan.

Comolli dan pelatih Harry Redknapp menilai Bale punya mental tangguh dan profesional. Meski dulu, kata Redknapp, Bale lebih senang memedulikan rambutnya. Dia juga beruntung main di Spurs, klub yang selalu memberi kesempatan pada pemain muda potensial untuk bersaing dengan pemain utama kenyang pengalaman.

Bale awalnya hanya menjadi cadangan Benoit Assou-Ekotto di bek kiri. Tapi Bale kurang bagus dalam bertahan meski dia memang berposisi main sebagai bek sayap. Karena kemampuannya lebih berdaya guna dalam serangan, Bale pun menempati posisi gelandang sayap kiri dalam formasi 4-4-2 atau 4-4-1-1. Di atas jalur Assou-Ekotto.

Bale adalah tipe pemain yang selalu mampu menjangkau ujung pertahanan lawan. Statistik permainannya di musim ini menunjukkan itu, bahkan melebihi para penyerang di timnya. Artinya dia selalu mengancam gawang lawan. Tak heran untuk sementara, dia menjadi pemain tertajam Spurs di musim ini.

Tapi ada satu rahasia yang belum banyak diketahui orang mengapa Bale bisa mencuat dan mengambil perhatian. Padahal selain lemah dalam bertahan, dia juga berkaki singit — cuma kaki kiri yang “hidup” berkualitas. Kaki kanannya nyaris tak pernah ambil bagian dalam olah bola.

Rahasianya adalah memaksimalkan kemampuannya berlari. Dia menggunakan materi sejenis lakban dari bahan katun berteknologi tinggi di pahanya yang disebut Kinesio Taping (karena penciptanya Dr. Kenzo dari Jepang). Ini bukan barang ilegal dan tidak melanggar peraturan. Atlet di luar sepakbola yang memakainya adalah Lance Amstrong (balap sepeda) dan Serena William (tenis). Rahasia soal itu bisa dibaca di sini.

Lalu, apakah Bale tak bisa dihentikan?

Tak ada yang sempurna. Bila pemain seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi atau Fernando Torres bisa “dimatikan” maka demikian pula Bale. Para pelatih, terutama di Liga Premier, kini sudah tahu bagaimana mematikan Bale. Bukan dengan cara mengawalnya secara ketat (man to man marking) sebab kecepatannya sulit ditandingi.

Caranya adalah dengan tidak memasang pertahanan terlalu ke depan. Bale akan mudah leluasa mengacak-acak pertahanan bila lawan menganut sistem all attack. Itu yang terjadi ketika melawan Inter. Di tangan Rafael Benitez, defence Inter dipasang mendekati garis tengah. Berbeda dengan jaman Jose Mourinho yang senang dengan gaya bertahan lebih ke dalam.

Jadi, saran buat Anda yang gemar mengutak-atik game manager, jangan pasang Bale apabila lawan menganut gaya bertahan Mourinho. :)

§514 · November 19, 2010 · Liga Inggris · Tags: , , · [Print]

5 Comments to “Rahasia Gareth Bale”

  1. Nazieb says:

    The new Ryan Giggs?

    Manteb tenan ancene bocah iki..

  2. [...] This post was mentioned on Twitter by diditjogja and Mahardika Gamma, Hedi. Hedi said: Blog update: "Kenapa Gareth Bale tiba2 jadi jago?" bisa dibaca di http://bit.ly/cB1KH0 atau di @bolariacom http://bit.ly/dAo24P [...]

  3. aRuL says:

    coba pemain2 Indonesia pake Kinesio Taping, sekuat bale ngak? :D hehe

  4. Zeph says:

    berharap Hotspur, terutama Bale bakal main bagus di derby London utara nanti malam… :)

Leave a Reply