RSS You're reading Antara Kenny & Torres article on sekadarblog

Antara Kenny & Torres

Liverpool menggeliat. Lebih tepat lagi King Kenny Dalglish. Gebrakan pertama adalah membuat gawang Liverpool tidak mudah dijebol lawan. Gebrakan kedua membuat timnya bisa menang. Gebrakan ketiga adalah menjual Fernando Torres.

King Kenny nampaknya paham bahwa “penyakit” Liverpool yang paling utama adalah Torres. Bukan karena pemain Spanyol itu main jelek. Bukan pula soal bintangnya, walau King Kenny pernah berujar: “Liverpool tak akan pernah menempatkan seorang figur sebagai ujung tombak klub.”

Torres adalah jaminan mutu. Dia mencetak lebih dari 50 gol untuk Liverpool dalam sekitar 100 pertandingan. Bukan statistik yang jelek untuk seorang penyerang di klub yang besar.

Tetapi masalahnya, kehebatan Torres membuat Liverpool bergantung padanya. Semua pemain di dalam lapangan selalu berharap gol datang darinya. Semua bola selalu diarahkan kepadanya. Mungkin kelihatannya logis karena Torres memang ujung tombak.

Tapi pemain sehebat Pele, Maradona atau Marco van Basten sekalipun ada kalanya bisa paceklik. Demikian pula Torres. Ketika pemain andalannya sedang mengalami krisis gol atau cedera maka tim itu akan kesulitan mendulang gol dan menang. Itulah yang kerap terjadi pada The Reds ketika ada Torres.

King Kenny dengan mantap memutuskan untuk melepas pemain berusia 26 tahun itu. Apalagi ketika harganya masih cukup mahal. Kas Liverpool relatif akan terbantu.

Tapi suporter Liverpool menganggap Torres tak setia? Ah itu biasa. Ingat bahwa Torres adalah anak Atletico Madrid dan pernah menjadi kapten. Tapi apa yang terjadi? Dia pindah ke Anfield pada 2007. Bila Atletico saja dia tinggalkan, apalagi Liverpool. Ini hanya penegasan ulangan bahwa dirinya pemain pro yang akan pindah ke klub manapun yang memungkinkannya juara liga — gelar yang belum pernah dirasakannya selama menjadi pemain profesional.

Kini, Liverpool tetap bergerak tanpa Torres yang sudah berkostum biru Chelsea. Grafik Liverpool sejak King Kenny melatih (Liverpool) lagi lumayan baik. Kalah dari Manchester United di Piala FA, menyerah dari Blackpool di liga dan imbang 2-2 dengan rival sekota, Everton. Setelah itu, Liverpool menuai tiga kemenangan tanpa kebobolan.

Ada tiga hal yang menjadi ramuan King Kenny. Pertama, dia merekrut asisten pelatih bermutu Steve Clark. Selain sama-sama orang Skotlandia, Clark adalah salah satu staf teknis jempolan di Liga Inggris. Ketika Clark meninggalkan Chelsea, pola permainan klub London itu menjadi rapuh. Kerjasama antar pemain berubah kurang rapi. Clark dikenal ahli dalam hal kerjasama dan zona formasi tim. Mungkin hanya ketika di West Ham United, hasil kerja Clark tidak terlihat jelas karena memang cuma semusim dan dengan pelatih rookie, Gianfranco Zola .

Kedua, Kenny membenahi koordinasi lini belakang Liverpool yang sejak jaman Rafael Benitez begitu rapuh. Lini defence tetap seperti jaman Roy Hodgson, agak dalam (very deep). Namun bedanya, bek sayap diminta tidak lagi terlampau rajin ikut menyerang. Celah atau jarak antara defence dengan gelandang yang di jaman Hodgson terlalu lebar kini sudah dibenahi. Di sinilah eksploitasi Lucas Leiva dibutuhkan. Di tangan King Kenny, Lucas menjadi pemain paling mobile di sektor deep midfield.

Ketiga, King Kenny menurunkan pace permainan Liverpool. Di jaman Benitez dan Roy Hodgson, Liverpool bermain sangat cepat. Bahkan saya berani bilang yang tercepat di Inggris. Namun kesannya menjadi terburu-buru. Padahal dalam sepakbola dibutuhkan permainan cepat, bukan tergesa-gesa. Selain itu, King Kenny juga membuat rotasi antar posisi pemain begitu cair. Dirk Kuyt bisa berada di depan, sekian menit kemudian justru berada di tengah atau samping dan tempatnya di depan diisi Raul Meireles, misalnya.

Tiga kemenangan clean sheet mungkin terlalu dini untuk menyebut Liverpool sudah “sembuh”. Tapi setidaknya, ini modal yang bagus untuk mereka. Minimal, kini Liverpool boleh berharap bisa merebut tiket ke Liga Champions. Sebuah target paling realistis di musim ini.

© Photo: Getty Images

Ϡ

11 Responses to “Antara Kenny & Torres”

  1. menghunjam says:

    “Tetapi masalahnya, kehebatan Torres membuat Liverpool bergantung padanya. Semua pemain di dalam lapangan selalu berharap gol datang darinya. Semua bola selalu diarahkan kepadanya. Mungkin kelihatannya logis karena Torres memang ujung tombak.”

    ahaha bener mas, hampir sama persis waktu jaman Henry masih di Arsenal..begitu dia cidera hancur lebur sudah Arsenal :D

  2. chaachai says:

    sakit hati ditinggal Torres, tp ya sudahlah
    hidup The Reds. YNWA

  3. nothing says:

    tambah stiker suarez, si merah bisa tambah top kayane :)

  4. kudiarto says:

    You”ll never walk alone!
    Sudah 2 musim ini LFC tenggelam dr medan persaingan, semoga dg kembalinya kingkenny ke singasana pun berdampak dengan kembalinya LFC ke tampuk kemenangan kejuaraan liga! ^^

  5. [...] This post was mentioned on Twitter by Arie riecurl Nasrori, Mario Lengkey, Regi Rivaldi, Anindita Putri, Dedy Bagus Prakasa and others. Dedy Bagus Prakasa said: RT @hedi: [blogpost] Apa sih yang dibuat King Kenny sehingga Liverpool membaik? http://sekadarblog.com/2011/02/04/antara-kenny-torres/ [...]

  6. HenkyTheBigReds says:

    Setuju banget dengan artikel ini,buat ada ada seorang pemain world class tapi tidak juara. yg paling penting kerja sama tim, semangat dan tidak bergantung pada satu orang..Mungkin torres merupakan tumbal untuk liverpool finish 4 besar musim ini dan juara bpl musim depan…Semoga

  7. Raffaell says:

    Heheh…. Ngga terlalu suka ama Torrez sih, karna terlihat sotoy, tapi ya silahkan aja, hehe

  8. ayip.eiger says:

    Analisa yang bagus bung hedi, soalnya aku penggemar liverpool. Kurang sreg dengan permainan Torres belakangan ini. Kelihatan kurang agresivitas. Memperbaiki lini tengah jauh lebih prioritas untuk liverpool saat ini.

  9. Bola Kita says:

    Alow All Salam Kenal !!

    Torres Udah DAri Dulu Dulu (ATM) gak dapet gelar … pindah ke Liverpool pengen ngerasain Juara EPL, ehh taunya malah lebih jauh lagi …, Mau Juara Champions Tapi Skuad The Reds Kurang Gregetan …

    Emang Nasib Sih Torres >>>. http://www.facebook.com/album.php?id=1615913157&aid=72891

    REgards

  10. agustri says:

    dan saat Torres pindah ke Chelsea pun, gol-gol banyak datang dari seorang pemain doyan mencacah tubu, Raul M. di Chelsea, Torres kok belum bertaji yaks ? :)

Leave a Reply