RSS You're reading Terry Merusak Inggris article on sekadarblog

Terry Merusak Inggris

Di belahan dunia Barat, seorang pemain sepakbola adalah golongan orang penting. Mereka panutan masyarakat. Jadi perhatian tua dan muda. Akan lebih bergengsi lagi levelnya bila si pemain adalah kapten klub dan tim nasional (timnas). Seorang bintang. 

Namun John Terry seperti lupa dengan hal tak tertulis tadi. Sebagai kapten klub Chelsea dan timnas Inggris, belakangan Terry sering bertingkah miring.

Pertama, dia mengencani pacar Wayne Bridge — mantan rekannya di klub dan sesama anggota timnas kala peristiwa muncul di publik. Terry selingkuh.

Kedua, Terry dituduh melontarkan penghinaan rasial kepada bek tengah Queens Park Rangers, Anton Ferdinand — adik kandung bek tengah timnas Inggris Rio Ferdinand.

Kasus ini masih diselidiki. Namun tuduhan itu kemungkinan benar karena dari video yang beredar, Terry terlihat mengucapkan kalimat “F***ing black c**t“. Dan di saat kasus ini belum selesai, Terry kembali membuat kontroversial.

Pemain berusia 30 tahun itu dituduh mangkir dari undangan pembukaan toko binatang peliharaan untuk anak-anak (Reptile Shop). Padahal, Terry diundang untuk menggunting pita dan pemilik terlanjur mengundang anak-anak yang jumlahnya ratusan.

Terry dikecam karena membuat banyak anak kecewa. Berjumpa dengan kapten timnas adalah peluang langka bagi anak-anak dan mereka antusias menanti. Namun apa daya si idola tidak muncul meski lokasi toko itu tidak jauh dari lapangan latihan Chelsea di Cobham, dekat London.

Untuk kasus ini, sebenarnya Terry belum tentu salah atau benar. Dia tidak datang karena masih diundang sebatas verbal seperti yang diakui pemilik toko.

Apapun, Terry nampaknya sedang bermain “api” dalam karirnya sebagai pemain profesional. Dia bisa menjadi musuh masyarakat Inggris yang dikenal menjunjung moral dan menjaga anak-anak dari contoh buruk.

Terry tidak belajar dari rekannya di timnas Inggris, Wayne Rooney. Bintang muda Manchester United itu pernah disidang oleh POMG Inggris lantaran sering mengeluarkan kata “f**k off” kepada wasit di awal karirnya. Bahkan Rooney pernah melakukannya terang-terangan di depan kamera televisi di pinggir lapangan.

Persatuan orang tua murid dan guru meminta Rooney mengubah perilakunya di lapangan karena dia adalah idola anak-anak sekolah se-Inggris. POMG khawatir perilaku buruk Rooney diikuti oleh anak-anak.

Rooney pun bereaksi positif. Dia menyadari predikatnya. Dia mengerti tanggung jawabnya pada masyarakat. Kini, Rooney sedikit banyak telah menjadi pemain yang lebih santun.

Kembali ke masalah yang dialami Terry, imbasnya bisa berakhir di timnas. Pelatih Inggris, Fabio Capello, dikenal alergi pada perilaku negatif para pemainnya. Itu sebabnya Capello pernah mencopot ban kapten Terry. Belum lagi harmonisasi timnas. Rio dikabarkan enggan berbicara lagi dengan Terry terkait kasus rasialis itu. Buat timnas Inggris, ini serius. Capello tahu itu.

Tahun depan, Inggris akan bermain di putaran final Euro 2012. Bila harmonisasi timnas tidak kunjung membaik, ST. George Cross bisa runyam. Andai saya jadi Capello, saya akan meninggalkan Terry. Dia mungkin punya leadership bagus. Tetapi perilakunya yang sudah beberapa kali merusak suasana tim membuat faktor kepemimpinan itu menjadi tak berarti.

Di samping itu, permainan Terry di lapangan cenderung menurun. Salah satu yang mencolok, dia sering hilang posisi. Beberapa pemain yunior Inggris pun sudah layak masuk skuad untuk menggantikannya. Bola kini ada di tangan Capello.

© image: Getty Images

Ϡ

Leave a Reply