ketika sepakbola bikin penasaran

Peraturan FIFA mengatakan tim nasional sebuah negara tidak boleh menjalankan pertandingan dengan klub asing, sekalipun dalam laga tak resmi. Tetapi larangan berlaku hanya untuk nama. Bukan anggota skuadnya.

Misalnya, Indonesia. Boleh saja semua anggota skuad adalah pemain nasional. Tetapi nama yang digunakan tim tersebut adalah Indonesia Selection, Indonesia XI, Indonesian All Stars atau apapun selain Timnas.

Bulan lalu, Indonesia Selection — yang berisi para pemain timnas dari level yunior dan senior — tampil melawan Los Angeles Galaxy. 9 Januari 2012 nanti, mereka akan menghadapi PSV Eindhoven — klub elite dari Belanda. 

Konon, setelah PSV masih ada sejumlah tim asing yang antri untuk melakukan tur ke Indonesia. Apapun, ini ada bagusnya untuk sepakbola tanah air. Apalagi, kebanyakan dari kita sedang sibuk nonton serial sinetron rebutan permen ala PSSI yang episodenya tak berbatas itu.

Bertanding friendly dengan tim asing sungguh merupakan oase bagi pemain Indonesia yang jarang melawan tim-tim internasional. Bagus untuk menambah jam terbang pemain. Memperkaya wahana tentang organisasi permainan. Meskipun laga itu hanya berlabel tidak resmi atau friendly.

Namun sayang, kesempatan itu dianggap sepele. Untuk melawan PSV, Indonesia Selection akan diperkuat Andy Cole dan Safee Sali. Yang pertama adalah pemain kadaluwarsa. Masa edarnya sudah pudar. Yang kedua adalah pemain Malaysia. Masih ada kemungkinan gagal sih karena belum confirmed.

Jadi, apanya yang Indonesia?

Bukan, ini bukan soal sauvinisme. Ini hanya tentang hak para pemain Indonesia untuk mendapatkan kesempatan bermain melawan tim asing. Banyak orang mengeluhkan minimnya jam terbang para pemain Indonesia. Tetapi ketika ada kesempatan, hal itu justru dinafikan.

Promotor yang mendatangkan PSV adalah Saujana Media Sdn. Bhd asal Selangor, Malaysia. Mereka berkepentingan pada profit. Tapi apakah memainkan Andy Cole dan Safee Sali akan menjamin stadion penuh? Belum lagi harga tiket termurah yang katanya mencapai Rp 150 ribu.

Saya tak tahu apakah promotor itu menguasai benar pasar sepakbola Indonesia. Euforia publik sepakbola dalam negeri sedang tinggi. Tapi tidak kepada pemain asing kadaluwarsa, apalagi pemain Malaysia. Akan lebih meyakinkan bila Indonesia Selection benar-benar diisi oleh pemain nasional. Itu lebih menjual dan lebih berguna pula bagi pemain kita. Lagi pula, tim yang akan tampil menggunakan nama Indonesia.

Keputusan memasukkan Andy Cole dan Safee ke dalam Indonesia Selection konon berasal dari S.T. Arasu, event director Saujana. Namun posisi tawar kita sebenarnya tinggi. Selain Indonesia Selection, PSV juga akan melawan Jakarta Selection (12 Januari 2012). Entah mengapa Cole dan Safee tidak dimasukkan ke tim Jakarta Selection saja.

Buat saya, kok itu lebih pas.

—-

update:

Perkembangan di linimasa Twitter mengatakan Andy Cole dan Safee akan masuk ke Jakarta Selection. Kalau ini benar, tak masalah. Tapi kok berita-berita yang ada bisa berbeda-beda ya. Indonesia sekali. :D


2 Comments to “Indonesia Selection?”

  1. nothing says:

    andi cole?? hihi.. ga kurang tuek neh?
    safee ya. sponsor kacrut indo pun harus nurut…. :)

  2. Hasby says:

    yang saya baca rilis terakhir andy cole sama safee memang maen untuk jakarta selection mas

Leave a Reply